MANAGED BY:
RABU
04 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 12 Oktober 2015 02:20
Kebakaran Bubarkan Pertunjukan Seni

Lima Bangunan Jadi Arang

PROKAL.CO,

SAMARINDA. Pertunjukan seni tari yang digelar di rumah lamin, di Pampang belum berakhir, pukul 15.00 Wita kemarin. Tapi warga sudah berhamburan dengan mimik wajah panik. Warga panik karena melihat api disertai kepulan asap hitam membumbung tinggi dari arah rumah yang berjarak sekitar 50 meter dari lamin.
Tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan merembet ke bangunan lainnya. Warga pun berusaha semampu mereka, memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya seperti ember maupun penampung air lain.
Usaha warga sia-sia, karena lima rumah mereka luluh lantak jadi arang. Eko (36), warga setempat mengungkapkan saat kejadian sedang berada di rumah. Sementara istrinya sedang menggendong seorang anak balitanya di depan rumah.
“Saya dikasih tahu anak-anak yang lagi bermain dekat rumah, katanya rumah tetangga saya terbakar,” ujar Eko.
Ketika Eko keluar, dia melihat rumah tetangganya yang terpaut satu rumah dari kediamannya sudah berasap. “Saat itu api belum terlihat dan saya memanggil tetangga lain. Ketika kembali api sudah besar,” jelas Eko.
Eko bersama warga lain sibuk memadamkan api. Nahasnya, api terus berkobar dan kediaman Eko ikut terbakar.
“Tidak ada barang yang saya selamatkan,” ungkap Eko.
Warga lain bernama Gimbalan (48) menjelaskan, saat api berkobar dia bersama warga lain sedang berada di lamin.
“Seperti biasa, setiap Minggu kami menampilkan kesenian daerah. Jadi kami tahunya api sudah diatap rumah di belakang lamin,” jelas Gimbalan.
Akibat kejadian tersebut lima rumah warga ludes terbakar. 10 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri 44 jiwa kehilangan tempat berteduh.
“Kami di sini orangnya banyak, rata-rata satu rumah lebih dari satu KK,” ucap Gimbalan.
Lurah Budaya Pampang Yosua Laden mengaku terlambat mendapatkan informasi. Namun Yosua mengapresiasi gerakan cepat yang dilakukan warga sekitar, BPBD, dan sejumlah relawan yang berhasil mengendalikan api kendati di sana dalam kedaan susah air.
“Jadi untuk para korban akan tinggal di rumah keluarganya untuk sementara waktu, sembari kita memikirkan solusinya. Kita akan musyawarahkan apakah akan kembali melakukan gotong-royong untuk membangun rumah para korban,” terang Yosua Laden.
Kapolsekta Samarinda Utara AKP Erick Budi Santoso, lima pemilik rumah yang jadi korban ialah Ten (50), Killa (50), Umbung (30), Agustina (31), dan Ajis (42). Polisi juga telah meminta keterangan dari salah seorang korban kebakaran tersebut.
“Asal api dari dapur rumah Umbung. Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting. Info yang kita terima juga di rumah Umbung ada tumpukan kabel bekas,” kata Erick.
Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 13.00 Wita, sebuah rumah dinas di lingkungan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Jalan Untung Suropati, RT 33, Sungai Kunjang, terbakar.
Rumah dinas tersebut dalam keadaan kosong dan hanya sisa karena 2013 lalu pernah terbakar. Penghuni rumah dinas lain yang tinggal di sebelahnya yang biasa dipanggil bu Tatang sempat panik.
Saat kejadian bu Tatang bersama dua anaknya, sementara suaminya sedang berpergian.  Api cepat dijinakan, karena hanya membakar tumpukan kayu diantara puing bangunan tersebut.
"Saya habis beres-beres dan mau istirahat. Tiba-tiba tetangga gedor-gedor pintu sambil teriak kebakaran," tutur Bu Tatang.
Meski api tak sampai merembet ke rumahnya, namun Bu Tatang merasa syok. Apalagi di rumah kosong yang pernah terbakar itu tak ada aliran listriknya.
"Kalau kena panas rasanya tidak mungkin. Masak ada yang sengaja bakar," khawatir Bu Tatang.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Operasional BPBD Kota Samarinda Sugeng Makmur menuturkan, kabarnya rumah dinas itu dulunya dihuni Sukarjo.
"Nah penghuninya itu sudah meninggal," ucap Sugeng.
Mengenai apa yang memicu terjadinya kebakaran, Sugeng menegaskan belum mengetahuinya.
"Kami hanya menerjunkan petugas dan armada kami sebanyak empat unit untuk membantu melakukan pemadaman," pungkasnya.(rm-2/oke/rin)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 04 Agustus 2021 13:50

Persediaan Lahan TPU Menipis, Ada Wacana Tambah Lokasi Baru, Wali Kota: Tak Bisa Cepat

BONTANG – Rencana pemulasaran jenazah Covid-19 selain di tempat permakaman…

Rabu, 04 Agustus 2021 10:39

Dampak Sistem Jaringan dari Pusat Terganggu, Pembuatan SIM Baru Tak Bisa Diproses

KARANG ASAM. Masyarakat yang hendak mengajukan SIM baru untuk sementara…

Rabu, 04 Agustus 2021 10:36

MUYAK SUDAH..!! TPS Baqa Sudah Diusulkan Dipindah, Sering Dihambur Pencari Barang Bekas

KAMPUNG BAQA. Salah satu Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah yang…

Rabu, 04 Agustus 2021 10:31

Dianggap Tak Memberi Dampak Ekonomi, Masyarakat Ingin HGU PTPN Tidak Diperpanjang

Masyarakat dari dua desa di Kecamatan Kuaro, yaitu Desa Modang…

Senin, 02 Agustus 2021 12:59

Bontang Dapat Jatah 4.593 Vial Vaksin

BONTANG – Dinas Kesehatan (Diskes) bakal menggenjot cakupan upaya vaksinasi.…

Kamis, 29 Juli 2021 13:17

Kelurahan Lobi Rukun Kematian, Upayakan Makam di Kampung Bisa Dijadikan Kuburan Covid-19

Perlahan namun pasti hampir seluruh kelurahan sudah memiliki petugas pemulasaraan…

Kamis, 29 Juli 2021 13:14

Lagi, Tiga Kendaraan Diputar Balik, Pos PPKM HAMM Rifadin Kian Diperketat

Petugas gabungan TNI dan Polri, Kecamatan Loa Janan Ilir (LOJI),…

Selasa, 27 Juli 2021 10:54

Pelanggaran Masih Terjadi, Satgas Sasar Keramaian

  SUNGAI PINANG. Meski tak kunjung lepas dari zona merah,…

Selasa, 27 Juli 2021 10:52

Musim Kemarau, Petani Terancam Gagal Panen

  SIMPANG PASIR. Memasuki musim kemarau, ketika cuaca berubah menjadi…

Sabtu, 24 Juli 2021 12:29

Tambah 135, Kasus Sembuh Pecah Rekor di Bontang

BONTANG – Jumlah kasus kesembuhan yang tercatat pada Jumat (23/7)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers