MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 14 November 2016 01:52
MEREKA TIDAK BERSALAH

JEMAAT TETAP IBADAH USAI DILEMPAR BOM

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kidung baru saja selesai dilantunkan. Pendeta Elmun Rumahorbo memimpin puluhan jemaat Gereja Oikumene membacakan doa di akhir rangkaian ibadah, Minggu (13/11) sekitar pukul 10.00 Wita. Sejumlah anak pun mulai keluar dari pintu utama untuk bersiap pulang.

Tak berselang lama, seorang pria bernama Juhanda alias Jo (32) melemparkan sebuah benda yang diduga bom sumbu ke sejumlah motor yang diparkir di depan gereja di RT 03, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Loa Janan Ilir tersebut.

“Booom…boom..boom” benda itu meledakan sebanyak tiga kali. Doa belum usai dibacakan, para jemaat pun berhambur ke luar ruangan untuk melihat situasi. Ternyata, empat bocah bernama Intan Olivia Banjarnahro (3), Anita Krsitobel Sitohang (2), Alvaro Orelius Kristan Sinaga (4) dan Triniti Hutahaya (3) tergeletak tak berdaya dengan kondisi luka bakar. Mereka langsung dievakuasi ke RSUD IA Moeis.

Sementara itu, Jo langsung melarikan diri ke pelabuhan PT Sumalindo Lestari Jaya Global. Melihat aksinya, warga di sekitar lokasi kejadian langsung mengejar pria berperawakan ceking dan berambut gondrong itu. Merasa terkepung, Jo langsung menceburkan diri ke Sungai Mahakam.

Upayanya melarikan diri akhirnya gagal. Dia diamankan aparat bersama warga saat berusaha menyeberangi sungai yang membelah Kota Tepian untuk melarikan diri. “Dia ditangkap saat berenang hampir ke tengah sungai,” kata Samuel Tulung (47) salah seorang saksi mata.

Sementara itu, kobaran api yang berasal dari bom tersebut belum padam. Sejumlah relawan dan petugas pemadam kebakaran langsung ke lokasi kejadian untuk menjinakkan si jago merah yang mulai membakar kendaraan. Agar kobaran api tak merambah ke rumah ibadah tersebut, bagian depan bangunan gereja juga disiram.
Tak berselang lama, aparat dari Polresta Samarinda, Brimob Detasemen B Pelopor serta jajaran Intel Kodim 0901/SMD pun langsung tiba di lokasi kejadian. Puluhan warga yang sebelumnya memenuhi tempat kejadian diminta keluar untuk kepentingan penyelidikan.

---------- SPLIT TEXT ----------

TANGIS BOCAH MALANG PECAH
Tangis keempat bocah itu pecah bersama tangis orangtua dan kerabat mereka. Wajar, keempat bocah yang rata-rata masih berusia di bawah 5 tahun itu menagis. Luka bakar mencapai 80 persen yang mereka derita sangat perih terasa. Apalagi yang dirasa Intan korban luka bakar yang paling parah dan kini dalam keadaan kritis.

Intan sama sekali tak bisa bergerak. Seluruh tubuhnya dibalut perban. Matanya tampak berkaca-kaca seakan memberi isyarat betapa perihnya luka bakar yang dideritanya.
Kondisi keempat bocah itu tentu menyayat hati. Terutama bagi Janes Pasaribu, salah seorang jemaat gereja yang kebetulan melihat langsung sambaran api kertika bom meledak.

"Waktu itu sudah memasuki pemberkatan terakhir. Namun kami belum sempat bersalaman antar jemaat, tiba-tiba bom itu meledak," kata Janes. Kontan Janes berlari menyelamatkan istrinya yang sedang hamil. Janes sempat melihat sejumlah bocah yang tadinya sedang bermain di teras gereja terbakar.

"Kami lari ke arah pintu belakang, karena semburan apinya ketika bom itu meledak masuk hingga ke dalam gereja," ujar Janes. Janes yang duduk dekat pintu utama gereja mendengar tiga kali ledakan yang disertai kobaran api dan asap hitam tebal. "Betul ada tiga kali ledakan. Tapi yang pertama dan kedua paling keras ledakannya," terang Kalimer Samosir, salah seorang Majelis Gereja.

Kalimer menceritakan, sebenarnya aksi teroris ketika membakar sumbu bom yang diledakan dipergoki oleh salah seorang jemaat gereja. "Ketika itu jemaat saya itu memanggil adiknya yang bermain di teras gereja. Nah ketika itulah jemaat saya melihat pelaku mau membakar sumbu bom," tutur Kalimer. Takut dengan aksi teroris yang sudah membakar sumbu bom, jemaat itu pun lari sembari menarik tangan adiknya. "Dan disaat itulah bom meledak," tutupnya.

Hal senada pun dituturkan oleh Hana Togatorop (58), nenek dari Triniti. Sambil terus menangis dia menjelaskan 10 menit sebelum kejadian, mereka sudah mencium bau belerang di dalam gereja. Tetapi tidak terfikirkan hingga bom sumbu tersebut mendentum tepat di halaman tempat parkir.

Hana menuturkan bahwa saat kejadian, semua warga sibuk memindahkan kendaraan dan anak-anak mereka yang selamat. Dan motor yang tengah terbakar tersebut langsung dipadamkan menggunakan lumpur dan pot bunga yang ada di lokasi. “Kejadian tersebut sangat mengguncang kami. Apalagi melihat anak-anak yang tidak berdosa menjadi korban. Biasanya ada polisi yang menjaga saat kami beribadah, tapi tadi tidak ada, dan juga adanya bau belerang, mungkin itulah petanda musibah yang akan kami alami,” ucapnya terbata-bata.

Begitupun Sarah (35), jemaat yang ikut membawa korban menuturkan sempat melihat api saat dilemparkan ke arah gereja tersebut. Dia menuturkan api tersebut berbentuk bola dan berkobar. Dan saat mengenai motor, percikan apinya langsung meluber ke motor lain dan mengenai anak-anak yang tengah bermain. “Ada beberapa anak yang bajunya habis terbakar dan api melahap tubuh mereka. Jemaat langsung melempari lumpur dan air, dan kami semua langsung melarikan mereka ke rumah sakit,” tutur Sarah.

Sementara itu, Roni (35), jemaat lainnya menuturkan, saat kejadian semua orang, kecuali anak-anak tengah bersalaman di dalam gereja. Karena pada saat itu ada pergantian jemaat yang ingin beribadah. Yaitu jemaat HKBP bergantian dengan Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Mawar Sharon.

“Untung tidak jatuh di dalam gereja, kalau tidak, kami tidak bisa bayangkan berapa korban yang jatuh,” ungkap Roni. Dia menuturkan, ada 6 orang yang berboncengan dan satu orang yang melempar bom, dan yang lain entah berhambur kemana.

---------- SPLIT TEXT ----------

TETAP IBADAH USAI DILEMPAR BOM
Di tengah permasalahan yang tengah menggemparkan jiwa masyarakat sekitar, umat Kristen dari JKI Mawar Sharon yang saat itu tetap melakukan ibadah nampak tidak terganggu dengan permasalahan yanga ada. Mereka tetap beribadah dengan khidmat, sebagaimana biasanya.

“Kami bukan tidak berempati dengan saudara-saudara kami yang terkena musibah. Kami tetap beribadah, berkumpul, dan berdoa untuk memberikan mereka kekuatan di dalam doa. Kami berdoa dalam tangis kami. Kami serahkan kekhawatiran kami kepada Tuhan yang maha kuasa. Kami bersyukur, kami masih selamat, walaupun ada yang terluka, karena kami percaya, tiada satupun hal yang bisa terjadi tanpa seizin Tuhan,” tegas Melati (25), gadis cantik dari perkumpulan JKI Mawar Sharon.

PENYELIDIKAN BERJALAN CEPAT
Dalam kurun waktu kurang dari tiga jam, petugas sudah berhasil memetakan jaringan kelompok yang diduga teroris tersebut. Sekitar pukul 12.30 Wita, Unit Gegana Detasemen B Pelopor Polda Kaltim langsung menyisir bangunan di belakang Masjid Mujahidin. Menggunakan metal detektor, petugas berusaha mencari barang bukti di ruangan yang digunakan Jo sebagai tempat tinggal sekitar 2 tahun terakhir.  

“Lebih dari dua tahun dia (Jo, Red) tinggal di belakang situ. Setahu saya pekerjaannya hanya mengurus keramba ikan,” kata salah seorang warga yang namanya enggan dikorankan.
Dari sana, beberapa barang bukti seperti buku dan beberapa benda lain diamankan. Tak hanya itu, dua rekan Jo berinisial Gf dan salah seorang pria lain yang identitasnya belum diketahui. Mereka pun langsung diamankan ke Mako Brimob di Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda Seberang untuk menjalani pemeriksaan awal.

Tak berselang lama, dua orang lainnya juga diamankan di lokasi yang sama. Pria berjanggut ini berinisial Sp dan salah seorang wanita yang diduga istrinya. Menurut informasi yang diterima awak media ini, keduanya juga diamankan petugas untuk dimintai keterangan.

Unit Gegana bergerak cepat menuju salah satu rumah di RT 29, Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir. Lokasinya sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian. Bangsalan di bantaran Sungai Mahakam tersebut merupakan rumah yang dihuni oleh Pr selama 20 tahun terakhir. Pr sendiri diketahui sebagai guru atau orang yang dituakan dalam kelompok ini. Tak heran jika beberapa barang bukti juga diamankan dari rumah pria yang berusia sekitar 50 tahun tersebut.

Dari rumah Pr, polisi akhirnya bergerak menurut Jalan Soekarno Hatta, Kilometer 2, Kelurahan Simpang Tiga, Loa Janan Ilir. Di lokasi ini, seorang pemuda berinisial Iw dan salah seorang rekannya diamankan anggota Unit Gegana. Kemudian beranjak petang, petugas kembali mengamankan beberapa orang yang diduga masuk dalam jaringan ini di Jalan Gerbang Dayaku, Loa Janan Ulu, Kutai Kartanegara.

KAPOLDA: TAK BERKAITAN MASALAH DI JAKARTA
Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin langsung menuju TKP. Didampingi Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Setyobudi Dwi Putro dan Wali Kota Samarinda Syahrie Jaang, perwira tinggi bintang dua itu mengamati seluruh TKP termasuk memberi pengarahan kepada jajaranya.

"Ini murni aksi teror. Saya tegaskan tidak ada hubungannya dengan masalah di Jakarta. Ada satu terduga teroris yang sudah kami amankan dan masih dalam penyelidikan Densus 88. Saya belum bisa memberikan keterangan banyak, karena semua masih dalam penyelidikan," tutur Safaruddin singkat.
Sementara itu, Wali Kota Syaharie Jaang berjanji pihaknya akan melakukan pendataan ulang terhadap para pendatang di Kota Tepian. "Saya sudah instruksikan kepada seluruh camat dan lurah agar disampaikan ke seluruh ketua RT supaya laporan orang tinggal di daerahnya 2x24 jam terdata dengan baik," kata Jaang yang juga meninjau korban di RSUD IA Moeis.

Kapolsekta Samarinda Seberang, Kompol Bergas Hartoko tak banyak member keterangan mengenai kejadian tersebut. Dia mengaku semua terduga pelaku pengeboman gereja tersebut masih dalam pemeriksaan. “Masih dikembangkan,” kata Bergas ditemui di lokasi kejadian. Agar kasus tersebut tidak berbias, dia mengaku akan kembali mengumpulkan sejumlah tokoh masyarakat dan agama di wilayah hukumnya.

Hal yang sama juga disampaikan Plt Camat Loa Janan Ilir, Nofiansyah. Ditemui di sekitar lokasi kejadian, dia mengaku juga akan mengumpulkan seluruh pihak termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membahas masalah tersebut. “Segera akan kami kumpulkan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak LPM, kepolisian dan koramil,” kata Nofi. (aya/oke/rm-1/nha)

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 30 Agustus 2019 11:45

Auuuuu..!! Waria dan PSK Digaruk Satpol, Ehh Ada Dua yang Terindikasi HIV

CITRA NIAGA. Komplek Citra Niaga yang telah ditata masih saja…

Kamis, 29 Agustus 2019 17:12

ABG Layani Pria Hidung Belang

  TANJUNG REDEB. Polres Berau berhasil mengungkap kasus eksploitasi anak…

Kamis, 29 Agustus 2019 17:10

Curi Mobil untuk Jual Bensin

SAMARINDA KOTA. Polisi memastikan Zainal bukan spesialis atau orang yang…

Rabu, 28 Agustus 2019 17:34

Tambun, Pencuri Mobil Gagal Kabur

SAMARINDA KOTA. Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mungkin sudah sangat…

Rabu, 28 Agustus 2019 17:30

Anggaran Hilang Misterius

TENGGARONG. Sejak 2018 lalu jalan penghubung antara Kecamatan Sebulu dengan…

Selasa, 27 Agustus 2019 15:00

Polisi Bongkar Septic Tank, Ternyata Ada...

TANAH MERAH. Memberantas jaringan gelap narkoba tak hanya berhadapan dengan…

Selasa, 27 Agustus 2019 14:57

Tunggu Pembeli Sabu Sambil Berjudi, Ya Ditangkap..!!

KARANG ASAM. Hampir setiap malam sekelompok pemuda menganggu waktu istirahat…

Senin, 26 Agustus 2019 16:37

Jenazah Pemuda Terapung di Mahakam

TENGGARONG. Minggu (25/8) pagi, sekira pukul 07.00 Wita, warga Desa…

Senin, 26 Agustus 2019 12:13

Angkut Koral, Tugboat Mendadak Miring dan Karam, 1 ABK Hilang

TENGGARONG. Naas menimpa Tugboat atau kapal tarik Lius Perkasa yang…

Senin, 26 Agustus 2019 12:12

Maling Mobil Melawan, Menikam Polisi Pakai Gunting, Doorrrr...!! Terkapar

SAMARINDA KOTA. Rasa sakit harus dua kali dirasakan Meswanto alias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*