MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 22 Juni 2016 11:00
Abdul Hamid Kirim SMS ke Jaang saat Terjebak Banjir

Berniat Minta Maaf ke Jaang

Abdul Hamid saat di Polres.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Setelah merasakan tiga hari hidup di balik jeruji besi tahanan Mapolresta Samarinda, Abdul Hamid (62), warga Jalan Siti Aisyah, Kelurahan Teluk Lerong Ilir (TLI), Samarinda Ulu, yang diperkarakan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, akhirnya bisa berkumpul bersama keluarga lagi. Abdul Hamid terpaksa diamankan karena mengirim short message service (SMS) yang dituding menghina serta memfitnah orang nomor satu di Samarinda itu.

Siang kemarin, Hamid pulang setelah selesai menandatangi beberapa berkas di kepolisian. Hamid bebas setelah menandatangani Surat Perintah Pengeluaran Tahanan Nomor : SPP/124.J/VI/2016.

“Wali Kota Samarinda (Syaharie Jaang, Red) sudah mencabut laporan dan memaafkan perbuatan tersangka (Hamid, Red). Hari ini (kemarin, Red) tersangka kami pulangkan,” ujar Kapolresta Samarinda Kombes Pol Setyobudi Dwi Putra, melalui Kasat Reskrim Kompol Sudarsono kepada Sapos.

Sebelum melepaskan Hamid yang dijemput seorang anak lelakinya, polisi juga sudah menyelesaikan proses administrasi penyidikan kasus yang membuat pria beranak lima itu masuk penjara. “Semua berkas dan administrasinya sudah selesai, jadi tak ada masalah lagi,” tegas Sudarsono.
Ditemui Sapos sebelum meninggalkan Mapolresta Samarinda, Hamid mengakui kesalahannya dan jika diberi kesempatan berniat ingin meminta maaf langsung ke Jaang.

“Sekali lagi saya tegaskan, tak ada maksud apa-apa. Saya murni hanya ingin memberikan kritikan. Saya memohon maaf,” tutur Hamid.
Hamid bercerita, mengirim SMS ke Jaang dilakukan spontan. Diakuinya selama ini lingkungan tempat tinggalnya sering kebanjiran jika hujan deras. Kalau hujan deras, bisa dipastikan kawasan Teluk Lerong, sekitar kediaman Hamid terendam.

Jika sudah banjir, hendak beraktivitas pasti sudah. “Rumah saya memang tinggi. Tapi kalau hujan deras ya masuk juga. Meski jarang masuk, tetap saja susah mau ke mana-mana karena jalanan banjir,” tutur Hamid.

Puncak kekesalan Hamid saat Minggu  (12/6) lalu saat hendak pergi ke acara haul kerabatnya di Jalan Pangeran Suryanata. Saat itu banjir di mana-mana. Perjalanan Hamid terganggu. Hamid yang saat itu menggunakan angkot, dengan perasaan emosi melihat kondisi banjir. Angkot yang ditumpanginya pun terjebak banjir di sekitar kawasan Air Putih. Dia pun spontan merogoh kantong celananya. Hamid lalu mengambil HP merek Nokia X2 miliknya.

“Saya langsung ketik SMS yang ditujukan ke beliau (Jaang, Red). Saya curahkan isi hati dan kekesalan saya dalam SMS tersebut. Langsung saya kirim ke HP beliau,” cerita Hamid. Hamid mengaku mendapat nomor HP Jaang saat hendak mengobati penyakit hipertensi yang diidapnya, Selasa (31/5) lalu. Saat itu Hamid menuju kantor Jamkesda untuk meminta pengantar berobat ke puskesmas. Namun dijelaskan pegawai, bahwa terhitung Rabu (1/6) Jamkesda sudah tak bisa digunakan lagi.

“Selain saya, banyak juga warga yang mengeluhkan dan kecewa dengan distopnya layanan Jamkesda oleh Pemkot Samarinda. Diantaranya ada yang memberi saya nomor HP beliau dan saya simpan,” jelas pria yang memiliki enam cucu tersebut.
Ditambahkan Hamid, saat mengirim SMS tak ada balasan dari Jaang. Sampai akhirnya, Kamis (16/6) dia dijemput sejumlah polisi saat bersiap hendak berbuka puasa.

“Ya sudahlah yang berlalu. Sekali lagi saya tegaskan, tak ada maksud lain dengan SMS saya. Hanya ingin memberikan kritikan. Saya juga tak ada membawa nama suku atau kata binatang,” tutupnya. (rin/nha)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 10:59

Ahli Cetak KTP-el Palsu Diringkus

SUNGAI PINANG DALAM. Adi Irsandi memiliki keahlian mencetak stiker, kartu…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:53

Sempat Dicueki, Setelah Jenazah Diinapkan di Kantor, Tuntutan Buruh Sawit Itu Dikabulkan

SAMARINDA ULU. Duka mendalam dirasakan Mundu Seran. Pria 37 tahun…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:48

Buntut Kisruh Sekprov, APBD Kaltim Terancam Ditolak Kemendgari

SAMARINDA. Adu ngotot Gubernur Kaltim Isran Noor dengan Kementerian Dalam…

Rabu, 21 Agustus 2019 15:11

Penyekap IRT Terancam Lama Dibui

SAMARINDA KOTA. Ulah Sagit Kurniawan (40) mengantarkannya ke jeruji besi.…

Rabu, 21 Agustus 2019 15:09

Sekamar, 14 ABG Dikeler

SUNGAI PINANG. Cuaca lembab seharian kemarin (20/8) di Kota Samarinda.…

Selasa, 20 Agustus 2019 15:42

Hapal Situasi, Residis Ajak Teman Mencuri

SUNGAI PINANG. Usia TF terbilang muda, namun jejak kriminalnya sudah…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:27

Muadzin Tewas Tersengat Listrik

SENGKOTEK. Nahas menimpa Muadzin, pekerja pemasangan baliho. Pria 34 tahun…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:26

IRT Disekap lalu Digigit, Tubuh Didekap, Pelaku Bawa Badik

SAMARINDA KOTA. Entah apa yang ada di benak Sagit Kurniawan.…

Jumat, 16 Agustus 2019 17:14

Gagal Memperkosa, Kuli Pelabuhan Diamuk Massa

SAMARINDA KOTA. Minuman keras (miras) membuat Adrianus Nung Tomy kehilangan…

Jumat, 16 Agustus 2019 17:12

YAKIN..!! Ibukota Hampir 100 Persen di Kaltim

SAMARINDA KOTA. Hari-hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Teka-teki lokasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*