MANAGED BY:
JUMAT
07 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 22 Juni 2016 11:00
Abdul Hamid Kirim SMS ke Jaang saat Terjebak Banjir

Berniat Minta Maaf ke Jaang

Abdul Hamid saat di Polres.

PROKAL.CO,

SAMARINDA. Setelah merasakan tiga hari hidup di balik jeruji besi tahanan Mapolresta Samarinda, Abdul Hamid (62), warga Jalan Siti Aisyah, Kelurahan Teluk Lerong Ilir (TLI), Samarinda Ulu, yang diperkarakan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, akhirnya bisa berkumpul bersama keluarga lagi. Abdul Hamid terpaksa diamankan karena mengirim short message service (SMS) yang dituding menghina serta memfitnah orang nomor satu di Samarinda itu.

Siang kemarin, Hamid pulang setelah selesai menandatangi beberapa berkas di kepolisian. Hamid bebas setelah menandatangani Surat Perintah Pengeluaran Tahanan Nomor : SPP/124.J/VI/2016.

“Wali Kota Samarinda (Syaharie Jaang, Red) sudah mencabut laporan dan memaafkan perbuatan tersangka (Hamid, Red). Hari ini (kemarin, Red) tersangka kami pulangkan,” ujar Kapolresta Samarinda Kombes Pol Setyobudi Dwi Putra, melalui Kasat Reskrim Kompol Sudarsono kepada Sapos.

Sebelum melepaskan Hamid yang dijemput seorang anak lelakinya, polisi juga sudah menyelesaikan proses administrasi penyidikan kasus yang membuat pria beranak lima itu masuk penjara. “Semua berkas dan administrasinya sudah selesai, jadi tak ada masalah lagi,” tegas Sudarsono.
Ditemui Sapos sebelum meninggalkan Mapolresta Samarinda, Hamid mengakui kesalahannya dan jika diberi kesempatan berniat ingin meminta maaf langsung ke Jaang.

“Sekali lagi saya tegaskan, tak ada maksud apa-apa. Saya murni hanya ingin memberikan kritikan. Saya memohon maaf,” tutur Hamid.
Hamid bercerita, mengirim SMS ke Jaang dilakukan spontan. Diakuinya selama ini lingkungan tempat tinggalnya sering kebanjiran jika hujan deras. Kalau hujan deras, bisa dipastikan kawasan Teluk Lerong, sekitar kediaman Hamid terendam.

Jika sudah banjir, hendak beraktivitas pasti sudah. “Rumah saya memang tinggi. Tapi kalau hujan deras ya masuk juga. Meski jarang masuk, tetap saja susah mau ke mana-mana karena jalanan banjir,” tutur Hamid.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers