MANAGED BY:
RABU
02 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Senin, 18 April 2016 11:15
Hasil Minim, Jaang Salahkan Alam

Pengamat: Pemerintah Hanya Kurang Fokus

PROKAL.CO,

SAMARINDA. Hujan lebat yang mengguyur Kota Tepian beberapa waktu terakhir, kembali membuat sejumlah kawasan tergenang air. Padahal Pemkot Samarinda sudah mengeluarkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah untuk mengatasi masalah ini selama lima tahun terakhir. Namun hasil yang dicapai masih terbilang minim.
Data Dinas Bina Marga dan Pengaira (DBMP) Kota Samarinda menyebut, ada 50 titik banjir di Kota Tepian. Saat ini baru 3 titik yang diklaim berhasil dituntaskan. Tentu hal ini tak sebanding dengan jumlah dana yang telah dikucurkan.
Ditemui usai membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kota di Masjid Baittul Mutaqiem, Islamic Center, Sabtu (16/4) malam lalu, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang terkesan menyalahkan alam. Karena menurutnya tingginya genangan air di bebrapa titik belakangan ini akibat curah hujan yang cukup lebat hingga durasinya yang panjang.
“Jadi begini, hari Minggu (10/4) yang lalu, Samarinda diguyur hujan 9 jam. Kemarin hujan dari subuh, pastilah (kembali tergeang, Red),” kata Jaang.
Walau demikian politisi Partai Demokrat ini mengaku akan terus melakukan pengendalian banjir yang merupakan program prioritasnya selama masa jabatan di priode ke dua ini. Selain menormalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), dia juga juga berencana mengatasi sidementasi Waduk Benanga.
“Di Benanga itu ada sekitar 800 ribu kubik lumpurnya akan kita buang. Kita masih mencari lahan untuk pembuangan lumpur itu,” ujarnya memaparkan.
Persoalan banjir ternyata tak hanya dialami warga perkotaan saja. Menurut informasi yang dihimpun awak media ini, ratusan warga di Kelurahan Bukuan, Palaran nyaris mengungsi akibat ketinggian air, Sabtu (16/4) lalu, mencapai pinggang orang dewasa. Itu sebabnya puluhan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda dikerahkan ke lokasi itu untuk membantu.
Sementara itu, pengamat perkotaan Universitas Mulawarman (Unmul) Warsilan menjelaskan, gagalnya Pemkot Samarinda dalam mengatasi banjir dalam kurun waktu 5 tahun terakhir diakibatka kurang fokus. Karena selama setegah dekade itu, eksekutif tak hanya direpotkan dengan masalah banjir, namun juga beberapa persoalan lain yang menjadi keluhan warga.
“Karena tidak hanya banjir yang diurusi. Pemerintah juga harus menjawab keluhan masyarakat tentang kemacetan lalu lintas dan beberapa hal lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Menurut saya itu yang menjadi penyebab mengapa banjir belum tuntas sampai sekarang,” kata Warsilan.
Menurut Warsila, tahun ini menjadi awal Pemkot Samarida fokus dalam mengatasi masalah banjir. Namun hal ini bukan pekerjaan yang mudah. Karena penanggulangan banjir perlu dana yang cukup besar. “Melihat kondisi keuangan saat ini, saya kira pemerintah bisa terseok-seok. Agar tuntas, harus ada penyelesaian secara terdapu, dari hulu hingga ilir masalah,” tuturnya. (aya)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 Desember 2020 09:36

Sekda Ingatkan 3.495 Anggota Linmas, Pantau Terus Pergerakan yang Mencurigakan

Jelang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Samarinda 2020 yang jatuh…

Sabtu, 21 November 2020 12:31

Lumpur Proyek Drainase di Sini Bahayakan Pengendara

SAMARINDA - Proyek normalisasi drainase Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Mugirejo,…

Jumat, 20 November 2020 11:47

Duit UPTD II PUPR Kaltim Habis, Katanya Sih Pembersihan Longsor Gunakan Uang Pribadi

Seksi Jalan UPTD Wilayah II Pemeliharaan Infrastuktur (Pera) Dinas PUPR…

Selasa, 17 November 2020 17:13

Waspada Wal..!! Black Spot Area Pindah ke Utara, Jalan Poros Ini Nih....

 Selain faktor kelalaian pengendara, infrastruktur jalan yang kurang memadai kerap…

Jumat, 13 November 2020 15:10
Samarinda Memang Belum Terdampak Resesi

Ekonomi Samarinda Tumbuh, Sayangnya Pengangguran Meningkat

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengklaim jika wilayah yang dipimpinnya…

Jumat, 13 November 2020 12:36

Di Palaran, Kasus Covid-19 Naik Turun

Lonjakan kasus Covid-19 sulit ditebak. Meskipun sebelumnya dalam data yang…

Senin, 02 November 2020 13:46

Lagi Kerja di Sawah, Tiba-Tiba Diseruduk Babi Hutan, Tewas....

Seorang warga Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu,…

Selasa, 27 Oktober 2020 10:33

Peran Orang Tua di Rumah dalam Masa Pandemi

Oleh: Nur Chici Paramita, S.Sn (Guru pada MTsN 1 Kutai…

Kamis, 10 September 2020 11:20

Warga Lebih Suka Lewat Kolong Jembatan, Kenapa?

Bukan hanya Jalan Dwikora, Kelurahan Mangkupalas saja yang dimanfaatkan warga…

Minggu, 30 Agustus 2020 12:34

Penjual Kue yang Bobol Toko Bangunan, Tak Ada yang Membantu, Sudah Mendekam di Penjara

LOK BAHU. Penyidik Polsekta Sungai Kunjang sedang mendalami keterangan DL…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers