MANAGED BY:
SENIN
05 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Selasa, 08 November 2022 11:02
Tak Punya Ongkos untuk Pulang ke Nunukan, Dua Pria Nekat Mencuri Tas di Masjid
DIAMANKAN: Polisi memperlihatkan barang bukti hasil pencurian tas jamaah di Masjid Baitul Ma’Mu, Teluk Bayur.

TANJUNG REDEB – Sempat viral akibat terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) saat mencuri tas salah satu jamaah di Masjid Baitul Ma’Mu, Pasar Adji Dilayas beberapa waktu lalu, dua pelaku yakni Syahrul (28) dan Haerudin (46) berhasil diamankan personel Polsek Teluk Bayur di Nunukan, Kalimantan Utara.

Dijelaskan Kapolsek Teluk Bayur, Iptu Didik bahwa keduanya ditangkap beserta barang bukti berupa uang tunai Rp 710 ribu, telepon seluler, tas selempang korban dan pakaian yang dikenakan tersangka saat beraksi pada Rabu (2/11) dini hari sekira pukul 04.40 Wita.

Menurutnya, kronologi penangkapan bermula dari laporan pihaknya yang kemudian melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadi perkara. Polisi yang melakukan penyelidikan, kemudian mengendus keberadaan para pelaku di Nunukan, Kaltara.

Berdasar informasi tersebut, jajaran dari SatReskrim Polsek Teluk Bayur kemudian melakukan pengejaran dan menangkap pelaku di kediaman Syahrul pada, Sabtu (5/11) lalu.

“Proses penangkapan ini terlebih dulu kita melakukan koordinasi dengan Polres Nunukan, kedua pelaku kita giring ke Polsek Teluk Bayur pada pagi hari sekitar pukul 10.00 Wita,”  jelasnya kepada awak media Senin (7/11). “Adapun kerugian materil korban mencapai Rp. 2,6 juta,” ucap Kapolsek

Kepada polisi, tersangka yang berperan sebagai eksekutor yakni Syahrul (28) menyatakan, jika aksi nekat tersebut terpaksa dilakukannya bersama dengan rekannya karena terlilit ongkos pulang ke Nunukan. “Pelaku kehabisan uang di jalan mau pulang tidak ada biaya, ide pencurian itu hasil kesepakatan mereka berdua,” katanya.

Namun apapun dalihnya polisi tetap melakukan proses hukum kepada para pelaku. Kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Diketahui salah satu pelaku Syahrul yang berperan sebagai eksekutor mengatakan bahwa ia melakukan hal memiliki alasan. Pasalnya, pada saat dirinya ingin pulang ke kampung lahamnnya di Kabupaten Nunukan. Ia tidak memiliki cukup uang. “Saya kehabisan uang, sehingga saat melakukan koordinasi dengan Haerudin saya langsung melakukan pencurian,” tandasnya. (aky/ind)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers