MANAGED BY:
SENIN
05 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 24 September 2022 10:36
Legislator Ingatkan Komitmen Perusahaan
ilustrasi

Banjir yang merendam badan jalan trans Kalimantan di Kajuk, Kecamatan Muara Lawa, Kubar, beberapa waktu lalu menjadi atensi khusus DPRD Kaltim. Tiga perusahaan dituntut bertanggung jawab melakukan perbaikan infrastruktur tersebut.

SAMARINDA–Anggota Komisi III DPRD Kaltim Ekti Imanuel mengatakan, tiga perusahaan itu penyebab terputusnya jalan poros Samarinda-Kutai Barat (Kubar) tersebut. Jika mereka tidak komitmen melakukan perbaikan, masalah itu akan dilaporkan ke pemerintah pusat.

“Jika beberapa poin kesepakatan tidak dijalankan, kami dari Komisi III DPRD Kaltim akan membawa masalah ini kepada pusat. Agar izin pertambangan yang dimiliki perusahaan terkait dievaluasi,” tegas Ekti, beberapa hari lalu.

Untuk diketahui, badan jalan trans Kalimantan di Kajuk, Kecamatan Muara Lawa, terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa. Penyebab banjir karena adanya aktivitas tambang batu bara di kawasan tersebut. Banjir itu sempat menghambat arus lalu lintas.

Bahkan, arus lalu lintas dialihkan menggunakan jalan tambang. Khusus roda dua yang memaksa melintasi jalan banjir harus dinaikkan ke perahu dan tentu tidak gratis. Bupati Kubar FX Yapan telah memanggil manajemen ketiga perusahaan untuk bertanggung jawab. Yakni, PT TSA, PT FKP, dan PT TCM.

DPRD Kaltim juga telah memanggil ketiga perusahaan itu. Termasuk dari pihak BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) Kaltim. “Kami sudah melakukan pertemuan di Gedung DPRD Kaltim, agar pihak perusahaan bertanggung jawab,” tegas anggota DPRD dari Fraksi Gerinda tersebut.

Secara umum, lanjut dia, ada beberapa poin penting yang harus ditindaklanjuti. Pertama, meminta agar BBPJNKT dapat menyelesaikan pengaspalan ruas jalan nasional Simpang Kajuq-SP 3 Damai. Kedua, secara tegas meminta kepada pihak perusahaan untuk memerhatikan secara serius permasalahan lingkungan, utamanya terkait pembukaan lahan yang berdampak pada banjir.

Ketiga, meminta agar PT TCM, PT FKP, dan PT TSA untuk segera melaksanakan reklamasi sesuai rencana kerja anggaran biaya (RKAB), agar tidak mengakibatkan dampak lingkungan bagi masyarakat.

Keempat, poin yang cukup penting dan krusial, meminta agar pihak perusahaan yang beroperasi di kawasan itu segera menyelesaikan pembangunan gorong-gorong yang dilaksanakan sejak 2021. (kri/k8)

 

HARTONO

[email protected]

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers