MANAGED BY:
SENIN
05 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Senin, 12 September 2022 12:14
Pembunuh Ipar Dituntut 17 Tahun Penjara, tapi Ngaku Lega

Pembunuh Ipar Menyesal dan Minta Keringanan Hukuman

DITUNTUT TINGGI. Kasus pembunuhan yang dilakukan Bambang terhadap iparnya dianggap sadis dan dia dituntut hukuman penjara selama 17 tahun. Bambang pun membuat pembelaan dan memohon keringanan hukuman. Persidangan pembacaan dakwaan pada Selasa (12/7) lalu. (rin/Sapos)

GUNUNG KELUA. Terdakwa kasus pembunuhan bernama Bambang (27), yang nekat menghabisi nyawa iparnya bernama M Fadilah secara sadis di sebuah kontrakan di Jalan Adam Malik, Kecamatan Sungai Kunjang, dituntut hukuman tinggi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Samarinda. Bambang dituntut hukuman penjara selama 17 tahun dan dianggap terbukti melakukan pembunuhan berencana sesuai dalam pasal 340 KUHP. Kamis (8/9) lalu, Bambang pun berkesempatan menyampaikan pembelaan (pledoi) di depan Majelis Hakim Pengadilan Samarinda.

Dalam pembelaannya, Bambang pada intinya meminta keringanan hukuman. Dia berterus terang mengakui semua perbuatannya, yang dengan sadis menghabisi nyawa Fadilah. Di depan Majelis Hakim Bambang mengakui menyesal, namun dia merasa lega dengan apa yang sudah terjadi. Alasannya karena Fadilah suka merendahkan dirinya.

Majelis Hakim pun meminta waktu untuk bermusyawarah guna mempersiapkan putusan untuk Bambang tersebut.
Dalam uraian dakwaan JPU sebelumnya dijelaskan, bahwa sebelum kejadian, sekitar Februari 2022, Bambang berada di kediaman Fadilah dan sering mendapat perlakuan kasar serta dikucilkan. Bambang akhirnya meninggalkan kediaman Fadilah beserta anak dan istrinya dengan perasaan tersinggung.

Kemudian awal Maret, Bambang membeli pisau di Pasar Kedondong seharga Rp 40 ribu. Bambang lalu mendatangi kontrakan Fadilah, Jumat (4/3). Saat datang, Bambang mendapati Fadilah sedang ada di kamar. Bambang lalu meminta rokok, meski tak dihiraukan.
Setelah itu Bambang menuju dapur dan tak lama Fadilah ikut ke dapur, karena hendak memasak mi yang dibelikan anaknya.

Saat sama-sama di dapur itulah Bambang yang semula memecahkan es batu menggunakan palu menyerang Fadilah. Dua kali hantaman palu diarahkan ke kepala Fadilah. Setelah itu Bambang yang sudah kalap lalu menjabut pisau yang diselipkan di pinggangnya dan menghunjamkan ke arah dada, perut dan leher Fadilah secara membabi buta.

Fadilah sempat berusaha melawan dan coba merebut pisau, akhirnya pisau juga melukai kaki dan tangan Bambang. Akhirnya saat terjadi pergumulan, Bambang berhasil meraih batu cobek di dekatnya dan menghantamkannya ke kepala Fadilah sampai dia tersungkur.

Saat itu seorang saksi bernama Ramadhan sempat menenangkan dan coba melerai, namun diingatkan Bambang untuk tak ikut campur.
Bambang lalu kembali mendatangi Fadilah yang terkapar dengan posisi tengkurap. Bambang yang sudah terlanjur kalap kembali menusuk dan mengiris punggung Fadilah. (rin)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers