MANAGED BY:
SENIN
08 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 05 Agustus 2022 14:28
BKSDA Kaltim Amankan Owa Dewasa Milik, Ingatkan Pelihara Hewan Langka Terancam Pidana
SATWA DILINDUNGI: Satu owa berjenis kelamin jantan dewasa berhasil diamankan dari seorang warga di Sambaliung.

TANJUNG REDEB – Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim mengamankan satwa liar dilindungi jenis owa dari seorang warga di Kelurahan Sambaliung. Saat ini owa tersebut berada dalam pengawasan petugas BKSDA Kaltim, untuk dilakukan rehabilitasi, dan selanjutnya dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

"Informasinya owa itu masih di kandang transit SKW I Berau. Rencananya dicek kesehatan, dan selanjutnya dikirim ke Pusat Penyelamatan Satwa Long Sam di Merasa,” terang Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Kaltim Dheny Mardiono.

Awal mula terungkapnya warga memelihara owa, karena ada anak kecil yang diserang oleh owa tersebut. Jadi, korban mengalami luka cukup parah. “Ternyata telah memakan korban, kami kira monyet yang dipelihara, ternyata owa,” ungkapnya.

Dari peristiwa itu, dirinya memberikan pemahaman kepada pemilik owa, bahwa owa merupakan salah satu satwa langka dan dilindungi. Keberadaannya juga terancam punah. "Yang digigit anak usia enam tahun. Kabarnya juga sempat dibawa ke IGD. Pemiliknya juga menyadari kesalahannya, dan tidak keberatan menyerahkan owa itu ke BKSDA," jelasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata owa tersebut berjenis kelamin jantan dewasa. Dan berdasarkan pengakuan pemilik, dirinya mendapatkan owa dari kerabatnya yang berada di Bulungan, Kalimantan Utara. “Ternyata sudah lama pemiliknya memelihara owa ini,” sambungnya.

Terkait sifat agresif yang berujung penyerangan itu, kata dia, sudah menjadi sifat alami owa yang merupakan satwa liar. Penyerangan itu dilakukan sebagai bentuk pertahanan dari satwa liar, apabila merasa terganggu dan terancam. “Kita tidak bisa memelihara satwa liar, karena tidak tahu seperti apa cara satwa tersebut menyerang,” tegasnya.

Hal ini juga diharapkan Dheny, dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat yang masih memelihara satwa liar, khususnya yang dilindungi oleh undang-undang. Dirinya mengimbau, masyarakat yang masih memelihara satwa liar dilindungi dapat menyerahkannya ke BKSDA Kaltim.

Dirinya juga mengingatkan, bahwa menangkap, memelihara, menyimpan, memperjualbelikan satwa yang dilindungi dan terancam punah, dapat dikenai pidana. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (BKSDAE).

"Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melanggar adalah hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun serta denda paling banyak Rp 100 juta," pungkasnya. (aky/ind/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 08 Agustus 2022 10:42

Perbaikan Tiga Infrastruktur Diajukan lewat DAK

BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK)…

Senin, 08 Agustus 2022 10:42

Dorong Pengadaan Fasilitas Penunjang RS Tipe D di Bontang

BONTANG – Sampai Minggu (7/8), bangunan Rumah Sakit Taman Sehat…

Sabtu, 06 Agustus 2022 13:26

Penjemput Jamaah Haji Bontang Dibatasi

BONTANG–Jelang kepulangan 71 jamaah haji, Pemerintah Kota Bontang melakukan pembatasan…

Jumat, 05 Agustus 2022 14:29

Cara Disbudpar Dongkrak PAD dari Objek Wisata Bersejarah, Gandeng Perusahaan Batu Bara untuk Kelola Kamar Bola

Bumi Batiwakkal ­–sebutan Kabupaten Berau– memiliki banyak tempat peninggalan bersejarah.…

Jumat, 05 Agustus 2022 14:28

BKSDA Kaltim Amankan Owa Dewasa Milik, Ingatkan Pelihara Hewan Langka Terancam Pidana

TANJUNG REDEB – Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber…

Jumat, 05 Agustus 2022 12:22

Perlu Rp 400 Juta untuk Masterplan Pengembangan Jalan di Bontang

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) memprogramkan penyusunan…

Kamis, 04 Agustus 2022 10:53

Pedagang Lapak Basah Mau Direlokasi, Sepakat Berjualan di Halaman Belakang Pasar Taman Citra Mas

BONTANG–Permasalahan relokasi pedagang ke bangunan baru Pasar Taman Citra Mas…

Selasa, 02 Agustus 2022 13:06

Rencana Booster Tahap Kedua untuk Nakes, Butuh 110 Vial Moderna, Tunggu Kiriman Provinsi

BONTANG – Dinas Kesehatan (Diskes) masih menunggu suplai vaksin untuk…

Selasa, 02 Agustus 2022 13:04

Masterplan Penanganan Banjir Bontang Belum Rampung

BONTANG - Legislator menyayangkan hingga kini penyusunan masterplan penanganan banjir…

Minggu, 31 Juli 2022 12:53

Rencana Penyaluran Booster Tahap Kedua untuk Tenaga Kesehatan Bontang, Stok Terbatas, Tunggu Arahan Teknis

 Dinas Kesehatan belum bisa memastikan kapan mulainya penyaluran booster kedua…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers