MANAGED BY:
SENIN
08 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 02 Juli 2022 11:40
Dua Tahun Lagi Blank Spot Sudah Tak Ada di Berau
SUSAH JARINGAN INTERNET: Beberapa kampung di Kabupaten Berau belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan internet akibat blank spot. Salah satunya di Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung. (ilustrasi)

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menargetkan di 2024 mampu mengentaskan titik blank spot di Bumi Batiwakkal. Melalui program realisasi 1.000 wifi gratis. 

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau Rahmatia mengatakan, saat ini pemasangan terfokus di Kecamatan Tanjung Redeb. Sudah ada 57 titik akses poin dari program wifi gratis yang terpasang. Yakni, 23 titik di Kelurahan Bugis, 16 titik di Kelurahan Gayam, 9 titik di Kecamatan Gunung Panjang, dan 9 titik di Kelurahan Karan Ambun.

“Kami fokus untuk menyelesaikan pemasangan di wilayah kota terlebih dulu, kemudian berlanjut ke kecamatan lainnya,” ujarnya belum lama ini. 

Lanjut dia, realisasi pemasangan program wifi gratis dilakukan bertahap. Dalam rencana kerja Diskominfo Berau, di 2022 akan dipemasang 350 titik. Dilanjutkan pada 2023 sebanyak 350 titik, dan terakhir 300 titik akan dipasang pada 2024. Jadi totalnya 1.000 titik.

“Apabila anggaran mencukupi, dua tahun saja kami sanggup menyelesaikan sesuai keinginan kepala daerah. Tergantung pendanaan, kalau kami sanggup memasang 700 titik dalam setahun,” tegasnya.

Diakui Rahmatia, pemasangan wifi gratis di beberapa perkampungan belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Karena Sebab, beberapa kampung belum memiliki infrastruktur telekomunikasi, sehingga akan difokuskan pada pemenuhan fasilitas penunjang realisasi program tersebut. Dilakukan bertahap.

“Untuk diketahui, jaringan internet merupakan hal yang sulit didapat di beberapa kampung, bahkan ada kampung yang sama sekali belum tersentuh internet,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengentasan kawasan blank spot sudah menjadi prioritas dari pemerintah pusat melalui program pemasangan menara base transceiver station (BTS).

“Jadi kami gabungkan dengan program daerah, yakni wifi gratis. Jadi antara pemerintah pusat dengan daerah saling bersinergi dan tersinkronisasi,” ucapnya.

Pihaknya juga berencana melakukan kajian perencanaan di lokasi blank spot untuk menentukan pembangunan fasilitas telekomunikasi sesuai kondisi geografis kampung agar bisa dijangkau wifi gratis.

“Semoga tahun ini bisa kami lakukan kajian bersama konsultan perencana,” tuturnya.

Dalam menyelesaikan program tersebut, terdapat kendala yang harus dilalui. Salah satunya dalam pemasangan wifi gratis terjadi proses tender yang berlangsung cukup alot. Dengan demikian, pada pertengahan tahun ini baru bisa terlaksana.

Sementara kendala di lapangan lebih disebabkan faktor cuaca. Berdasarkan informasi dari tim teknis, pemasangan perangkat terpaksa dihentikan ketika hujan karena cukup membahayakan.

“Harusnya pemasangan dari Januari, tapi karena proses jadi pertengahan tahun baru bisa terealisasi,” tutupnya. (mar/ind/k16)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers