MANAGED BY:
MINGGU
22 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 13 Mei 2022 13:50
Tak Layak Jadi Rumah Sakit, Kajian Unair: Fasilitas RS Taman Sehat Belum Sesuai Standar
Tak Layak Jadi Rumah Sakit, Kajian Unair: Fasilitas RS Taman Sehat Belum Sesuai Standar

Sejumlah aturan dan fasilitas yang dimiliki Rumah Sakit Taman Sehat tidak sesuai standar sebagai syarat menjadi rumah sakit.

 

BONTANG–Kajian feasibility study (FS) oleh Universitas Airlangga terkait bangunan Rumah Sakit Taman Sehat sudah keluar. Hasilnya fasilitas kesehatan itu tidak laik untuk dijadikan rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, luas lahan parkir dan akses jalan tidak memenuhi standar kelayakan. “Area parkirnya terbatas dan gedung itu berada di dalam gang. Bukan di pinggir jalan,” ujarnya.

Tak hanya itu, posisi jalan menuju ruang operasi seharusnya steril. Artinya tidak boleh berpapasan dengan pasien rawat jalan. Desain ruang rawat inap juga berhadapan dengan tempat kerja manajemen. “Seharusnya ruang inap itu tersendiri. Faktanya kan tidak seperti itu,” tutur dia.

Penempatan ruang instalasi gawat darurat (IGD) pun tidak sesuai standar. Mengingat berada di lantai dua. Padahal akses menuju ruang tersebut harus mudah dijangkau yakni lantai dasar. Sehingga pasien gawat darurat yang datang langsung mendapatkan pertolongan medis.

Berikutnya gedung rumah sakit tidak boleh berada di lingkungan permukiman warga, lingkungan sekolah maupun lingkungan rawan bencana. Faktanya bangunan ini berdampingan dengan SMP Monamas. Belum lagi kawasan lingkungan juga rawan banjir.

“Melihat kondisi banjir Selasa lalu, gedung ini ikut terdampak banjir. Harusnya kan tidak boleh berada di kawasan rawan bencana,” sebutnya.

Menurut dia, ranah Diskes adalah melakukan kajian. Terkait pemanfaatan gedung ke depannya merupakan wewenang kepala daerah. Bila gedung tersebut nantinya tetap difungsikan menjadi rumah sakit, pemerintah perlu memenuhi syarat.

Salah satunya dengan melakukan pembebasan lahan. Mengingat rekomendasi BPK menyebut jika bangunan tersebut harus sudah beroperasi pada 2023.

“Mau tetap dijadikan RS bisa. Tapi, harus melengkapi syaratnya. Toh, kalau mau difungsikan ke yang lain ya monggo, tapi itu akan merubah RTRW. Semua tergantung keputusan Pak Wali,” bebernya.

Ditemui terpisah, Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengaku belum bisa memutuskan gedung tersebut akan dialihfungsikan menjadi apa. Namun, tidak menutup kemungkinan gedung tersebut akan digunakan untuk mendukung program Basri-Najirah yakni Rumah Kreasi Milenial.

“Keputusan belum ada. Tapi, nanti saya diskusikan dengan Pak Wali,” ungkap Najirah. Dikatakan Najirah, terkait alat kesehatan yang sudah tersedia, akan dialihkan ke RSUD Taman Husada Bontang, karena beberapa tempat tidur di RSUD pun sudah banyak yang rusak. “Memanfaatkan yang ada. Agar tidak mubazir,” urainya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bontang Ali Mustofa saat ini masih menunggu hasil kajian dari Unair secara resmi. Kajian itu nantinya digunakan landasan pendapat hukum dari kejaksaan. Namun, bila pemkot ngotot menggunakan bangunan itu untuk rumah sakit, maka perlu sejumlah langkah.

Salah satunya ialah pembebasan beberapa area di sekitar bangunan itu. “Kalau dipergunakan itu bisa tapi harus ada jalur emergency dan parkir. Syarat pembebasan lahan,” kata Ali.

Menurutnya memang pembangunan rumah sakit tidak bisa sekaligus. Sarana penunjang itu bisa direalisasikan di tahun selanjutnya. Karena ini juga menyangkut ketersediaan kas daerah. “Mungkin sudah ada wacana untuk memikirkan akses dan penambahan area parkir ini,” sebutnya.

Untuk diketahui, pengerjaan bangunan ini dimulai pada 2019. Kala itu, Pemkot Bontang mengucurkan anggaran Rp 7,3 miliar untuk pembangunan di eks Kantor Diskes melalui APBD. Pengerjaan dilakukan oleh CV Tajang Jaya.

Pembangunan ini dilakukan karena diskresi wali kota waktu itu. Setahun berselang kembali digelontorkan anggaran sebesar Rp 11,6 miliar. Tender dimenangkan oleh PT Kanza Sejahtera. (ind/k8)

Adiel kundhara

[email protected]


BACA JUGA

Sabtu, 21 Mei 2022 13:25

Peredaran Ganja Incar Balikpapan dan Samarinda

PENGUNGKAPAN peredaran narkotika golongan satu jenis ganja, terus jadi perhatian…

Jumat, 20 Mei 2022 14:25

Berusaha Kabur, Tersangka Curat Dibikin Pincang!

BALIKPAPAN- Tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat) berinisial BS (51)…

Kamis, 19 Mei 2022 13:50

Tidak Mungkin Penuhi Persyaratan, Perlu Anggaran Besar untuk Wujudkan RS Taman Sehat

BONTANG–Pemkot belum memutuskan nasib bangunan Rumah Sakit Taman Sehat. Meskipun…

Selasa, 17 Mei 2022 11:44

Diperbaiki sebelum Lebaran, Jalur Pesisir Berau-Kutim Rusak Lagi

TANJUNG REDEB. Aktivitas mudik dan arus balik tahun ini sangat…

Jumat, 13 Mei 2022 13:50

Tak Layak Jadi Rumah Sakit, Kajian Unair: Fasilitas RS Taman Sehat Belum Sesuai Standar

Sejumlah aturan dan fasilitas yang dimiliki Rumah Sakit Taman Sehat…

Jumat, 13 Mei 2022 11:23

Sampai Sekarang Ngga Jelas..!! Pemilihan Duta Wisata Indonesia Terancam Batal

TANJUNG REDEB - Kabid Bina Nilai Budaya dan Seni  Dinas…

Jumat, 13 Mei 2022 10:56

Paser Hanya Dapat Jatah 112 Jamaah Haji, Tanpa Pendamping

  TANA PASER - Kuota haji untuk Kalimantan Timur (Kaltim)…

Jumat, 13 Mei 2022 10:50

Ancaman Mikroplastik, PPU Tak Punya Labkesda

 PENAJAM-Mikroplastik yang menjadi ancaman bagi kesehatan manusia bukan berasal dari…

Rabu, 11 Mei 2022 14:17

Lurah Selidiki Video Tak Senonoh di Kawasan Mangrove

BONTANG – Aksi tak terpuji beredar di dunia maya. Video…

Selasa, 10 Mei 2022 14:18

Rumah Terendam Banjir, Terpaksa Ngungsi di Kelurahan

Belum genap sebulan, Endang (40) dan keluarga kembali menginjakkan kaki…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers