MANAGED BY:
RABU
08 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Senin, 15 November 2021 17:23
Dugaan Kredit Fiktif di BPR Bontang Sejahtera, Tiga Poin Keberatan Disampaikan

BONTANG – Penasihat hukum terdakwa Yunita Fedhi Astri, dalam kasus dugaan kredit fiktif di PT BPR Bontang Sejahtera, menyampaikan keberatan saat sidang pertama, beberapa waktu lalu. Kepala Pengadilan Negeri Bontang Sofian Parerungan mengatakan, penasihat kala itu menyampaikan tiga poin pengajuan eksepsinya.

Pertama, terdakwa Yunita memiliki dua berkas perkara. Padahal, kurun waktu antara keduanya itu tidak dalam jeda yang lama. Dipandang penasihat hukum saat itu mengapa tidak digabungkan. Penasihat hukum juga menilai jaksa penuntut umum tidak cermat dalam penyusunan berkas perkara.

“Poin satu dan kedua ini sebenarnya intinya sama. Mengapa berkasnya tidak digabungkan,” kata Sofian.

Tak hanya itu, dakwaan yang disangkakan menurut versi penasihat hukum, masuk hukum administrasi. Bukan pidana sesuai dengan pengajuan dari jaksa penuntut umum. Ia menjelaskan, majelis hakim akan membacakan putusan sela, Senin (15/11) ini.

Jika hakim menolak eksepsi, persidangan bakal dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. Sebaliknya jika dikabulkan, pemeriksaan tidak dilanjutkan. Persidangan ini digelar secara online. Terdakwa menjalani proses persidangan dari Lapas Bontang.

Sofian pun telah memiliki langkah antisipasi. Jika putusan sela menolak eksepsi terdakwa, pemeriksaan saksi bakal dikebut. Tiap pekannya bisa persidangan dua kali. Lantaran masa penahanan terdakwa bakal habis Januari mendatang.

Sementara Kasi Pidum Kejari Bontang Mary Yuliarty menjelaskan alasan berkas perkara terdakwa Yunita ada dua. Mengingat ada perbuatan pengajuan kredit fiktif yang dilakukan secara bersamaan dan Yunita sendiri. “Jadi, khusus yang terdakwa Yunita sendiri tentu tidak bisa menyeret peran dari Yudi, makanya dipisah,” sebut Mary.

Diberitakan sebelumnya, dua mantan direksi PT BPR Bontang Sejahtera tersandung kasus dugaan kredit fiktif. Penyidikan sebelumnya dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat. Kemudian berkas ditangani oleh Kejaksaan Agung. Setelah itu Kejari Bontang menerima limpahan penanganan perkara pada 14 Oktober.

Modus yang dilakukan kedua terdakwa ialah penggunaan data lama debitur. Padahal, debitur tersebut tidak mengajukan peminjaman dana di PT BPR Bontang Sejahtera pada kurun 2016-2018. “Ini dilakukan bersama-sama oleh dua terdakwa,” terangnya.

Modus yang dilakukan keduanya tercatat kerugiannya mencapai Rp 500 juta. Dengan total 10 debitur. Ditambah Yunita yang diduga melakukan sendiri dengan kerugian Rp 365 juta sebanyak delapan debitur. Dua berkas akhirnya diajukan oleh jaksa penuntut umum ke Pengadilan Negeri Bontang.

Terdakwa disangka melanggar Pasal 49 Ayat 1 huruf A UU 10/1998 yang diubah dari UU 7/1992. Dengan ancaman penjara 5-15 tahun. Ditambah denda Rp 10–200 miliar. Keduanya telah dilakukan penahanan di Lapas Bontang sejak 14 Oktober silam.

“Ketika dilimpahkan ke kami langsung kami tahan,” pungkasnya. (*/ak/far/k16)


BACA JUGA

Selasa, 07 Desember 2021 10:58

Terdakwa Kredit Fiktif Minta Hadirkan Mantan Direktur Perusda AUJ Bontang

Terdakwa kasus dugaan penyaluran kredit fiktif PT BPR Bontang Sejahtera…

Minggu, 28 November 2021 11:44

Lanjutan Sidang Kasus Dana Bergulir KJKS Halal, Mantan Sekretaris Dituntut 10 Tahun

BONTANG–Satu demi satu terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan dana bergulir telah…

Minggu, 28 November 2021 11:25

Pencuri Berambut Pirang Sikat Kotak Amal, Kepergok Warga, Tak Berkutik karena Terekam CCTV Masjid

BANDARA. Berulang kali berhasil mencuri kotak amal, membuat Iq lupa…

Minggu, 28 November 2021 11:21
Diduga Edarkan Sabu di Eks Lokalisasi Bandang Raya Solong

Baru Keluar Penjara, Perempuan Ini Kembali Diringkus

SUNGAI PINANG. Komplek Bandang Raya Solong yang terletak di Jalan…

Minggu, 28 November 2021 10:51

Sudah Bau Tanah Belum Tobat..!! Kai-Kai Ternyata Jago Curi Motor

SAMARINDA–Penyesalan Udin, warga Jalan Meranti, Kecamatan Sungai Kunjang, sudah terlambat.…

Sabtu, 20 November 2021 12:17

Kasus Lakalantas di Tanjung Laut, Sopir Terancam Enam Tahun Penjara

BONTANG–Sopir kendaraan jenis pikap nopol KT 8356 DH, berinisial Ek,…

Sabtu, 20 November 2021 11:34

Tanggung Dosa Teman, Dipenjara 15 Bulan

GUNUNG KELUA. Nasib Roby (41), warga Samarinda Kota, benar-benar apes.…

Jumat, 19 November 2021 18:01

Tersenggol Pikap, Ibu Rumah Tangga Meninggal

BONTANG – Kejadian tragis menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial…

Senin, 15 November 2021 17:23

Dugaan Kredit Fiktif di BPR Bontang Sejahtera, Tiga Poin Keberatan Disampaikan

BONTANG – Penasihat hukum terdakwa Yunita Fedhi Astri, dalam kasus…

Selasa, 09 November 2021 11:25
Modus Lama, Narkoba Disembunyikan di Permen

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi

SAMARINDA. Empat warga diamankan polisi karena diduga terlibat peredaran narkoba.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers