MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 13 Oktober 2021 14:37
Mengenang Perjuangan Tim Sebelas dalam Pendirian Kota Bontang

Terpaksa Ada Kecamatan Siluman, Patungan Ongkos Akomodasi, Pantang “Mengemis” ke Pemerintah

Foto usang bergambar Tim Sebelas.

Medio 1994-1997, Tim Sebelas mulai berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mencari tahu apa saja dokumen dibutuhkan agar bisa segera menjadi daerah otonom.

 

Fitri Wahyuningsih, Bontang

 

SETELAH mengetahui yang dibutuhkan, dokumen tersebut mulai dikumpulkan oleh Tim Sebelas, pun dibantu beberapa staf Pemerintah Bontang saat itu. Adapun dokumen yang dibutuhkan ialah peta Bontang, jumlah penduduk, luasan wilayah, dan potensi wilayah.

Semua harus disusun dan terdokumentasi dengan baik. Untuk penyusunan proposal dan penyusunan dokumentasi ini, yang menjadi pemeran utamanya ialah Sekretaris DPD II KNPI Kotip Bontang kala itu, Kaharuddin Jafar.

"Kalau dokumen dan yang susun proposal, Pak Kahar jagonya," ujar Ketua Tim Sebelas, Abd Muis, yang disambut tawa oleh kawannya yang lain sore itu, kala berbincang dengan koran ini. Ditambahkan Kaharuddin Jafar, syarat untuk jadi kota butuh tiga kecamatan. Sementara kala itu Bontang baru punya dua kecamatan. Jumlah penduduk pun masih kurang. Namun, karena mereka ingin sekali Bontang otonom, semua "dimungkinkan". Kediaman Rusli Burhan di Kecamatan Belimbing tiba-tiba disulap jadi Kantor Camat Bontang Barat.

"Terpaksa ada kecamatan siluman. Daripada tidak memenuhi. Kami foto, dan dilampirkan dalam dokumen," kata mantan Ketua DPRD Bontang ini. Setelah dokumen terkumpul, Tim Sebelas mulai menyusun rencana ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Namun, yang pergi duluan kala itu ialah Syamsuddin Bana. Ia diminta duluan ke Jakarta untuk melobi atau menyusun jadwal pertemuan bersama pejabat di Depdagri, dan Komisi II DPR RI perwakilan Kaltim untuk mencari dukungan.

Sekitar November 1998, Tim Sebelas menyambangi Jakarta. Hanya Tim Sebelas yang ke Jakarta. Tidak ada yang lain. Mereka datang ke sana dengan ongkos hasil urunan, dibantu dari Pupuk Kaltim, dan tiket pesawat dari Badak LNG. Sementara untuk penginapan, mereka tinggal di mes milik Pemrov Kaltim. Satu ruangan sampai delapan orang. Susah payah mereka dari Bontang ke Jakarta untuk mengupayakan keinginan otonom ini.

Di Depdagri, mereka disambut Dirjen Otonomi Daerah Dr Kautsar. Di sana, Tim Sebelas mempresentasikan dokumen yang dibawa, dan alasan mengapa Bontang harus otonom. Melihat semangat dan presentasi pemuda ini yang sangat meyakinkan, Dirjen Otonomi Daerah terpukau.

"Bahkan dia bilang mestinya Bontang bisa otonom bersamaan dengan Tarakan," ujar Kaharuddin Jafar. Setelahnya, pejabat Depdagri berjanji akan menyambangi Bontang dalam 3-4 bulan ke depan. Dan rupanya benar, sekitar pertengahan 1999 pejabat Depdagri ke Bontang, dan melihat kondisi di daerah.

Cerdiknya Tim Sebelas kala itu, mereka tidak membawa pejabat Depdagri lewat yang masih rusak. Tapi melalui jalan di PT Badak NGL, ke Yabis, memasuki kawasan Pupuk Kaltim, dan menginap di Hotel Sintuk. Hanya kawasan yang bagus saja ditunjukkan, guna meyakinkan bahwa Bontang siap otonom.

"Kami-kami saja yang atur, mereka mau ke mana," Rusli Burhan menambahkan. Bontang kemudian berhasil mendapatkan otonominya pada 12 Oktober 1999. Ini berdasarkan UU Nomor 47 Tahun 1999 tentang otonomi daerah.

Sekitar 5 tahun Tim Sebelas berusaha agar Bontang bisa mandiri. Tentu dalam prosesnya, mereka dibantu lapisan masyarakat lain. Baik dari organisasi kemasyarakatan, aktivis, lembaga swadaya masyarakat atau para pemuka agama.

Usai ditetapkan sebagai kota, Tim Sebelas kini dapat bernapas lega. Perjuangan mereka terbayar tuntas. Walau setelahnya, mereka kembali dengan rutinitas masing-masing. Beberapa jadi pejabat lokal, kepala sekolah, pejabat perusahaan, dan warga biasa.

"Tapi kami dulu bergurau. Nanti kalau ada di antara kami jadi pejabat, didatangi rumahnya tapi tidak dibuka, kami tendang pintunya," ujar Ridwan Habibon sembari berkelakar. "Saya minta sama teman-teman. Jangan pernah mengemis dengan pemerintah. Kecuali mereka yang beri. Jangan nodai perjuangan kita," tandas Abd Muis. (edw/ind/k15)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 15:05

Perencanaan Bontang Technopark Belum Matang, Bapelitbang Koordinasi Pusat Terkait Kewenangan

Konsep Bontang Technopark masih samar-samar. Sejauh ini belum ada perencanaan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:40

Gelombang Kedua Pandemi Pengaruhi Keuangan Daerah

JAKARTA - Performa keuangan daerah tahun ini merosot. Penyebabnya, rata-rata…

Jumat, 15 Oktober 2021 13:32

Tersulut Emosi saat Timbang Muatan, Sopir Truk CPO Tikam Rekan Kerja

BONTANG – Peristiwa berdarah terjadi di kawasan PT Energi Unggul…

Rabu, 13 Oktober 2021 14:43

Perampok Ini Ternyata Residivis Pembunuhan

BONTANG – Ketika azan berkumandang, Sukri berjalan pelan memasuki Toko…

Rabu, 13 Oktober 2021 14:37

Mengenang Perjuangan Tim Sebelas dalam Pendirian Kota Bontang

Medio 1994-1997, Tim Sebelas mulai berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna…

Selasa, 12 Oktober 2021 11:47

Kawal Pemindahan Ibu Kota Negara dengan Hukum

Ide atau gagasan pemindahan ibu kota telah terdengar sejak 3…

Selasa, 12 Oktober 2021 11:45

Proyek Bendungan Sepaku Masuk Proyek Strategis Nasional Dukung IKN

Pembangunan bendungan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:08

HARUS TEGAS, TERTIBKAN..!! Para Pendatang Bikin Hunian Liar di Bawah Jembatan

SUNGAI DAMA - Camat Samarinda Kota Anis Siswantini melakukan teguran…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:06
Petugas Rutin Lakukan Operasi Yustisi Covid-19

Tak Pakai Masker, Warga Dibuat Berkeringat

Level PPKM telah diturunkan, tapi masyarakat tetap harus disiplin terhadap…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:04

SABAR..!! Anggaran Tak Cukup, Semenisasi Jalan Dwikora Bertahap

PENINGKATAN badan Jalan Dwikora telah mengemuka sejak Desember tahun lalu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers