MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 17 Juni 2021 10:18
Bisnis Batu Bara Tipu-Tipu, Korban Rugi Miliaran Rupiah, Dibui 2 Tahun

Ada-ada saja akal-akalan seorang pria bernama Dedy Surya (47), warga Balikpapan Timur, untuk meraup untung besar tanpa harus susah payah bekerja. Dia bisnis batu bara, tapi tak punya batu bara yang mau diperjual belikan. Akhirnya pihak lain yang berniat menjadi mitra bisnis, terlanjur membayar miliaran rupiah untuk down payment (DP). Angkanya mencapai Rp 1 miliar lebih. Kemudian ditambah biaya lainnya, total kerugian korbannya yang merupakan pengusaha asal Jakarta berjumlah Rp 1,6 miiar.

Majelis Hakim Pengadilan (PN) Samarinda yang mengadili dan memeriksa perkara tersebut akhirnya menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun kepada Dedy. Majelis Hakim berpendapat perbuatan Dedy terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pidana sebagaimana dakwaan ke satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kaltim, Suhardi. Yaitu melanggar pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Sebelumnya JPU Suhardi menuntut Dedy dengan hukuman penjara selama 3 tahun. Di persidangan, Dedy sempat memohon keringanan hukuman atas tuntutan tersebut kepada Majelis Hakim. “Saya mohon keringanan yang mulia,” ujar Dedy dalam persidangan yang digelar secara online tersebut. JPU Suhardi membenarkan jika Dedy menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. “Terdakwa (Dedy, Red) menyatakan pikir-pikir,” timpal Suhardi kepada Sapos.

Dalam surat dakwaan Nomor. Reg. PERK ; PDM-Samar/03/2021 diringkaskan uraian kasusnya. Bahwa Dedy merupakan wakil direktur salah satu perusahaan. Kasus tersebut terjadi antara Maret hingga Juni 2019 lalu. Awal Maret, Dedy bertemu Ismail Rahim selaku salah satu direktur perusahaan asal Jakarta bertemu di Samarinda dan menawarkan batu bara yang terletak di lahan salah satu konsesi perusahaan lain di Palaran.

Setelah mengecek batu bara ke lahan yang ditunjukan, Dedy‎ mengaku bahwa dia memiliki batu bara dan slot atau kuasa menjual batu bara tersebut. Padahal Dedy baru melakukan jual beli batu bara di awal Maret tersebut dengan pemilik lahan dan konsesi. Itupun dibatalkan karena Dedy belum membayarnya.

Karena percaya dan tergiur, Ismail‎ lalu melakukan pengecekan laboratorium. Akhirnya Ismail membuat perjanjian jual beli batu bara sebanyak 7.500 metrik ton dengan harga Rp 445.000 per metrik ton. Setelah itu Dedy menerima pembayaran DP dan menunjukan batu bara di jetty di Palaran. Tapi saat kapal tongkang milik Ismail hendak sandar dan mengangkut batu bara, dilarang. Sebab dengan alasan tak ada batu bara seperti yang disebutkan Dedy. Akhirnya kasusnya pun dibawa ke ranah hukum untuk diproses. (rin/nha)


BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 10:41

Bangun Pabrik Desalinasi Air Laut, Investor Malaysia Tanam Modal USD 3 Juta, Masuk Tahap FS

BONTANG – Perusahaan asal Malaysia, MPDT Capital Brand, berencana membangun…

Sabtu, 25 September 2021 10:37

Pemkot Bontang Fokus Selesaikan Masalah Banjir

Penyelesaian masalah banjir masuk skala prioritas yang harus dikerjakan. Biaya…

Kamis, 23 September 2021 15:34

Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah, Sudah Diaudit, Kejari Sambangi Disdikbud

SENDAWAR–Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kubar, Selasa (21/9), melakukan penggeledahan di…

Minggu, 19 September 2021 10:30

Serapan Kerja Disabilitas Masih Terbatas, Tak Sesuai UU, Hanya 0,15 Persen Diterima Jadi PNS

BONTANG–Jumlah penyandang disabilitas yang bekerja di lingkungan Pemkot Bontang masih…

Rabu, 15 September 2021 10:21

Kementerian PUPR Siapkan Infrastruktur Penunjang Calon Ibu Kota Negara

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyiapkan sejumlah…

Selasa, 14 September 2021 11:31

Pemprov Dukung Pengembangan Pulau Maratua, Bangun BTS Akhir Tahun

TANJUNG REDEB –  Dalam meningkatkan kebutuhan Kecamatan Maratua menjadi destinasi…

Senin, 13 September 2021 11:07

Jatam Sesalkan Penegakan Hukum Lamban

BONTANG – Tumpukan batu bara di RT 02, Desa Martadinata,…

Kamis, 09 September 2021 12:46

BIKIN MUYAK..!! Di Kutim Banyak yang Suka Klaim Tanah

Bupati Kutai Timur mengakui saat ini masih banyak aset pemerintah…

Kamis, 09 September 2021 10:56

Saling Sanggah, Ada Masalah Diproses Lelang Proyek di Bontang

Ada prinsip kehati-hatian yang diabaikan dalam penetapan pemenang lelang tender.…

Selasa, 07 September 2021 09:53

Posko Desa jadi Ujung Tombak PPKM

JAKARTA - Pemerintah sudah mengumumkan level pemberlakuan pembatasam kegiatan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers