MANAGED BY:
SELASA
19 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 12 Januari 2021 00:00
Tsunami Kecil di Samarinda, 10 Rumah dan 1 Sekolah Diterjang Banjir 1 Meter
Sampah dan barang lain serta lumpur ada di kelas setelah "tsunami" menyerang.

PROKAL.CO,

 Banjir bandang di Perumahan H Sadri, Jalan P Suryanata, RT 13, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (7/1) sore bukanlah satu-satunya wilayah yang terdampak akibat derasnya air bercampur lumpur tersebut.

Wilayah lain yang terdampak banjir bandang adalah permukiman warga di Jalan P Suryanata, Gang Julak Gafur, RT 04, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Di lokasi ini terdapat 10 rumah dan 1 sekolah terendam banjir yang kini menyisakan lumpur tebal.

“Datangnya air bercampur lumpur ini begitu cepat. Kami tidak sempat bersiap sehingga barang-barang di dalam rumah semua terendam banjir setinggi 1 meter,” ungkap Wishnu (30) warga sekitar, Minggu (10/1). Sementara itu, satu sekolah yang paling parah terdampak banjir bandang itu adalah SMP Negeri 24. Di sekolah ini, seluruh ruang kelas, praktik, perpustakaan, termasuk ruang guru dan kepala sekolah tak luput dari terjangan banjir bandang pada sore hari sekitar pukul 17.30 Wita itu.

Banjir bandang itu, kini menyisakan kesedihan amat dalam bagi para guru yang setiap hari datang untuk menyiapkan materi pelajaran bagi siswa yang mengikut pelajaran daring di rumah. Pasalnya, semua perlengkapan sekolah seperti komputer, alat praktik hingga buku pelajaran tidak dapat di pergunakan lagi. Tak hanya itu, data sekolah berkaitan kesiswaan pun kini telah musnah diterjang banjir bandang.

“Kejadiannya begitu cepat kebetulan saya sedang betjaga dinsaat kejadian. Jadi saya tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyelamatkan diri saat air mulai memasuki lingkungan sekolah,” kata Nur Syamsudin (45) penjaga sekolah.

Kuatnya arus air, sebut Syamsuddin juga merobohkan sebuah pos kamling yang berdiri di permukiman warga. Pos tersebut ambruk dan terseret sejauh 10 meter dari tempatnya. “Luar biasa arusnya saat itu, mungkin kalau saya bertahan di dalam lingkungan sekolah bisa terseret juga,” ungkap Syamsuddin.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 18 Januari 2021 09:41

Masuk Komplotan Aco, Kakak Adik Maling Mobil Ditangkap

Polsek Samarinda Seberang berhasil menciduk kakak beradik, Marlina dan Amrullah.…

Sabtu, 16 Januari 2021 12:28

Drainase Belum Sempurna, Penanganan Banjir Samarinda Diserahkan dan Dilanjutkan ke Wali Kota Baru

SAMARINDA - Sebagian besar kegiatan penanganan banjir dikerjakan Dinas Pekerjaan…

Jumat, 15 Januari 2021 10:04

Kaltim Tegakkan Disiplin Prokes, Sayangnya Tanpa Sanksi

Pemprov Kaltim kembali membuat tindakan tegas dengan mengimplementasikan penegakkan Pergub…

Jumat, 15 Januari 2021 10:02

JANGAN MAIN-MAIN..!! Angka Kematian Akibat Covid-19 di Samarinda Sudah Tembus 355 Kasus

Angka kematian pasien Covid-19 atau di Kota Samarinda telah menyentuh…

Kamis, 14 Januari 2021 13:14

Penderita Gangguan Jiwa Bisa Dirawat Gratis, Asal....

Berkaca pada kejadian tersebut, masalah kejiwaan merupakan masalah serius. Sepanjang…

Kamis, 14 Januari 2021 13:10

Samarinda Darurat Penderita Gangguan Jiwa

Samarinda darurat ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa. Kalimat itu…

Kamis, 14 Januari 2021 13:06

“Tsunami” di SMPN 24, Banyak Ijazah Hancur

Hujan deras yang terjadi Kamis (7/1) lalu kini menyimpan cerita…

Rabu, 13 Januari 2021 12:43

Kotak Hitam Terkubur Lumpur, Penyelam TNI AL Berhasil Temukan FDR

 Flight data recorder (FDR) yang ada di dalam black box…

Selasa, 12 Januari 2021 00:00

Tsunami Kecil di Samarinda, 10 Rumah dan 1 Sekolah Diterjang Banjir 1 Meter

 Banjir bandang di Perumahan H Sadri, Jalan P Suryanata, RT…

Minggu, 10 Januari 2021 12:13

Daring Tak Maksimal, Sekolah di Pinggiran Siap Laksanakan Tatap Muka

Sejak pandemi Covid-19 melanda, pembelajaran di sekolah dialihkan melalui sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers