MANAGED BY:
RABU
02 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 20 November 2020 11:54
Merasa Diperdaya, Pengusaha Ternama Samarinda Gugat Menantu Sendiri
Saksi diambil sumpahnya dalam sidang gugatan pengusaha terhadap menantu sendiri, Rabu (18/11).

PROKAL.CO,

Kesabaran manusia ada batasnya. Demi mempeoleh keadilan dan haknya, Hendra Gunawan yang juga merupakan pemilik usaha PT MIM pun terpaksa mempergunakan jalur hukum. Pengusaha ternama Samarinda itu memperkarakan menantunya bernama Sadam Husen, yang selama ini juga dikenal dan diketahui sebagai Ketua DPW Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kaltim.

Hendra menggugat menantunya tersebut melalui jalur perdata, dalam perkara perbuatan melawan hukum (PMH) di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda. Dalam gugatan yang dilayangkan Hendra tertuang, bahwa merasa terpedaya atas ulah Sadam.

Dengan dalih ingin berusaha, Sadam meminta bantuan dana kepada mertuanya tersebut. “Namanya menantu, sama halnya dengan anak, klien kami (Hendra, Red) senang hati bisa membantu dan mengeluarkan dana untuk membantu,” ujar kuasa hukum Hendra, M Yasir saat dikonfirmasi Sapos.

Masih sesuai isi gugatan, usaha yang dimaksud adalah menjadi pemasok batu palu yang diambil dari Sulawesi Tengah (Sulteng). Untuk meyakinkan Hendra, Sadam membawa Hendra untuk meninjau stockpile batu palu yang disebut Sadam bahwa perusahaan batu tersebut memiliki track record bagus dan tentunya menguntungkan Hendra.

Akhirnya karena percaya, Hendra pun menggelontorkan uang sebanyak Rp 2,2 miliar tanpa melihat kontrak kerja dan nama perusahaan pemilik batu palu tersebut. Penyerahan uang dilakukan dua kali, di Desember 2017. Namun belakangan setelah ditelusuri, uang tersebut bukan dipakai untuk menjalankan usaha, melainkan digunakan buat kepentingan pribadi Sadam. Uang juga diserahkan ke pihak tergugat II, PT MIM Transport Samarinda yang menurut Hendra sesuai isi gugatan, perusahaan tersebut bukan perusahaan pemilik batu palu tersebut. Karena merasa diperdaya, Hendra pun meminta Sadam segera mengembalikan uang yang seharusnya diberikan untuk usaha tersebut secara cash.

Namun karena Sadam tak bisa memenuhi permintaan Hendra, maka dibuatkan surat pernyataan telah menerima penitipan uang pada 19 April 2018. Pokok isi surat, Sadam telah menerima titipan uang dari Hendra sebesar Rp 2,2 miliar dan akan diambil Hendra secara bertahap Mei 2018. Dan selama Agustus hingga September 2018, Sadam ada mengembalikan uang secara bertahap dengan total Rp 1 miliar. Namun sampai perkara masuk gugatan perdata di PN Samarinda, sisa Rp 1,2 miliar belum dikembalikan. Karena itu dalam gugatannya, total Hendra menggugat agar Sadam membayar Rp 1,7 miliar. Selain jumlah uang yang termuat dalam pokok perkara, Hendra juga mencantumkan kerugian immateril sebesar Rp 500 juta atas ulah Sadam tersebut.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers