MANAGED BY:
JUMAT
07 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 10 Juli 2020 10:53
45 Orang Setuju Rumahnya Dibongkar, Sisanya Berkeras
Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Samarinda, Yoshua Laden memberikan tanda disalah satu hunian warga SKM.

PROKAL.CO,

SAMARINDA KOTA. Pembongkaran rumah di bantaran Sungai Karang Mumus, masih berlanjut. Sebagian besar warga masih enggan meninggalkan rumahnya, lantaran belum mendapatkan kompensasi. Namun kemauan untuk mentaati aturan pemerintah, ditunjukkan oleh sebagian kecil warga di lingkungan RT 28, Kelurahan Sidodai, Samarinda Ulu.

Mereka pun secara bergantian ke Kantor kelurahan setempat untuk menyetor rekening. Hanya saja, pembongkaran tidak bisa berjalan lancer pada Rabu (8/7). Banyak warga yang menuntut meminta penjelasan mengenai dana kompensasi. Persoalannya, dana kerahiman tidak merata diberikan kepada warga. Padahal dari tim appraisal sudah menghitung berdasarkan Perpres Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan. Kemarahan warga tetap tak terelakkan.

“Wali kota, Sekda (Sekretaris Kota) atau camat, coba lihat kami,” ujar salah seorang perwakilan warga. Namun agenda itu tak satupun rumah warga berhasil dibongkar. Setelah beradu argumen dengan Satpol PP, warga pun sepakat agar pembongkaran hanya dilakukan bagi warga yang telah menerima dana kerahiman. Hanya saja, sebagai permulaan rumah mereka ditandai terlebih dahulu.

Berdasarkan laporan sementara, ada 45 orang sudah mendatatangani untuk mendapatkan dana kerahiman. Data ini terus bertambah melalui petugas dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Samarinda yang berjaga di Kantor Kelurahan. Salah seorang warga, Meliana, mengaku baru saja mendaftarkan diri ke petugas Disperkim. Ia pun dijanjikan mendapat kompensasi sebesar Rp 6-7 juta. Tanpa perlawanan Meliana pun bersedia menerima kompensasi sesuai yang ditetapkan tim appraisal.

“Ini baru sempat. Tapi sebenarnya tidak masalah, karena memang kami hanya menumpang di tanah pemerintah,” tegasnya. Hal berbeda diungkapkan Asnawi yang saat ini sudah menerima kompensasi melalui rekening pribadinya. Pasalnya ia menilai biaya kompensasi tidak sesuai dengan penghasilannya selama ini berjualandi Pasar Segiri, sebagai pedagang buah. “Yang saya terima Rp 18,5 juta. Sementara penghasilan di sini bisa Rp 30 juta per tahun,” jelas Asnawi.

Kepala Bidang (Kabid) Kawasan Pemukiman Joko Karyono menambahkan pihaknya hanya berupaya memberikan dana kerahiman bagi warga RT 28. Sebab secara keseluruhan anggaran sudah disiapkan sebesar Rp 2,5 miliar. “Memang datanya saat ini ada 45 orang, namun pencairannya bertahap,” kata Joko.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers