MANAGED BY:
RABU
23 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 07 Juli 2020 11:37
Khawatir 58 Pabrik Penggilingan Padi Dimatikan, Warga Babulu Tolak Pembangunan Rice Milling
ASPIRASI: Puluhan pelaku usaha pabrik penggilingan padi dari Babulu mendatangi DPRD untuk menyampaikan penolakan rice milling yang akan dibangun oleh Pemkab PPU.

PROKAL.CO,

PENAJAM - Pengusaha pabrik penggilingan padi di Kecamatan Babulu menolak rencana Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) rice milling atau pabrik penggilingan padi di Babulu. Warga menolak pembangunan pabrik berskala besar tersebut karena khawatir pabrik penggilingan padi milik warga terancam mati.

Penolakan itu disampaikan langsung oleh pelaku usaha pabrik penggilingan padi rakyat ke DPRD PPU, Senin (6/7). Puluhan pelaku penggilingan padi yang dikomando oleh Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) PPU. Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Ketua I DPRD PPU Raup Muin, Ketua Komisi I DPRD PPU Andi Muh Yusup, Ketua Komisi II DPRD PPU Wakidi, Ketua Komisi III DPRD PPU Rusbani serta sejumlah anggota dewan lainnya.

Ketua Perpadi PPU Sayid Rahman menekankan, sebanyak 58 pabrik penggilingan padi milik warga terancam mati apabila Pemkab PPU bersikukuh membangun pabrik penggilingan padi berskala besar. Karena dipastikan pabrik milik warga tidak mampu bersaing secara bisnis.

“Kami menolak pembangunan rice milling yang direncanakan pemerintah daerah. Jelas akan mematikan pabrik kami. Apalagi pabrik padi itu hanya beroperasi dua sampai tiga bulan saja setelah panen. Setelah itu istirahat sampai menunggu masa panen lagi. Kasihan kami pemilik pabrik kecil,” kata Sayid Rahman. Ia juga meminta, kepada legislatif agar menolak usulan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang penyertaan modal sebesar Rp 26 miliar. Penyertaan modal tersebut untuk pembangunan rice milling.

“Kami berharap anggota dewan menolak penyertaan modal,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Perpadi PPU Buchari mengancam, akan melakukan aksi besar-besaran apabila tuntutan mereka tidak diakomodir oleh Pemkab PPU. “Kalau aspirasi kami tidak diakomodir dan pembangunan rice milling tetap berjalan, kami akan melakukan gerakan yang lebih besar,” ujarnya.

Rencana pembangunan pabrik berskala besar, kata Buchari, hanya akan membunuh kelangsungan usaha penggilingan padi warga setempat. “Di tempat saya saja di Desa Labangka sudah ada delapan penggilingan padi. Kalau di Babulu ada 58 penggilingan padi milik warga. Kalau pemerintah juga membangun tentu kami kalah bersaing,” terangnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers