MANAGED BY:
SABTU
04 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 01 Juni 2020 01:37
Soal Relaksasi, MUI Minta Jangan Terburu-buru
Zaini N

PROKAL.CO,

SAMARINDA KOTA. Kurva penyebaran Covid-19 di Samarinda telah melandai. Sejumlah pasien positif pun berangsur-angsur sembuh. Berdasarkan analisa tim epidemi Dinas Kesehatan Kota Samarinda (DKK) Samarinda, saat ini Kota Tepian telah memasuki masa penyembuhan atau recovery.

Pada tahap pertama yang dimulai pada 1 Juni, kantor pelayanan dan rumah ibadah serta tempat hiburan boleh dibuka kembali. Artinya, mulai minggu depan masjid-masjid yang sejak pertengahan Maret lalu tidak melaksanakan salat berjemaah, boleh dibuka kembali, meski dengan protokol standar kesehatan yang ketat.

Soal kembali dibukanya masjid per 1 Juni justru menimbulkan perbedaan pendapat di antara ulama. Jika sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, KH Hamri Haz tak mempermasalahkan, lain halnya dengan Ketua MUI Samarinda, KH Zaini Naim. “New normal itu saya kurang setuju. Jangan gegabah, mestinya komprehensif,” kata Zaini.

Zaini menyesalkan mengapa keputusan itu tidak melibatkan institusi yang dipimpinnya. Kata dia, kalimat dari poin ketiga dalam surat edaran yang dikeluarkan Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Samarinda Syaharie Jaang itu, tidak elok digunakan.
“Khususnya soal rumah ibadah yang kembali dibuka,” katanya.

Menurutnya, kalimat itu memberikan kesan bahwa selama ini masjid atau rumah ibadah lainnya memang ditutup total dan tidak ada aktivitas apapun. Padahal, kata dia, selama ini sejumlah masjid tetap mengeluarkan suara azan. Tetap salat meski harus dengan social dan physical distancing. “Artinya tidak ada rumah ibadah yang ditutup total,” tegasnya.

Kata Zaini, penggunaan kalimat “dibuka kembali” dalam surat edaran itu konsekuensinya akan membuat masjid membeludak dengan jemaah. Hal ini justru akan menjadi kekhawatiran untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di masjid. “Kalau jemaahnya banyak, apa bisa menjamin jarak antar jemaah tetap 1 meter? Padahal Covid-19 ini kan belum selesai total. Masih ada di Samarinda,” terangnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers