MANAGED BY:
SABTU
28 MARET
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 24 Maret 2020 12:36
Social Distancing Kurang Sosialisasi, Ekonomi Melemah

Covid-19 dan Batu Bara Bikin Ekonomi Melambat

Stok bahan pangan cukup, jadi warga tidak perlu khawatir.

PROKAL.CO, SAMARINDA KOTA. Sosial distancing terpaksa harus dilakukan warga Samarinda agar tak terpapar virus korona (Covid-19). Namun konsekuensi yang ditanggung cukup memukul sektor perekonomian.

Menanggapi hal tersebut, Kamar Dagang Industri (Kadin) Kaltim mengatakan, bahwa anjuran pemerintah harusnya disosialisasikan lebih matang kepada masyarakat. Agar, pengaruh ekonomi akan hal tersebut tak berakibat buruk atau memperparah situasi.

"Kalau dampak ekonomi secara luas, saya rasa tidak. kita lihat dari segi aktivitas itu sendiri. Kalau sekarang, masyarakat sepertinya tidak terjadi apa-apa. Instruksi social distancing tidak memengaruhi masyarakat itu sendiri. Karena bahaya akan korona itu mereka sendiri tidak paham dan mengentengkan virus ini. Nah ini yang perlu diperjelas oleh pemerintah," ucap Ketua Kadin Kaltim, Dayang Donna Faroek, kepada Sapos, Senin (23/3).

Donna juga mengatakan, hal ini harus ditaati oleh semua pihak termasuk kalangan ekonomi kelas bawah. Karena dampak virus korona tidak memilih antara tua dan muda. Si kaya atau si miskin. Sehingga, dampaknya akan luar biasa jika social distancing tidak diindahkan.

"Saat ini yang dilakukan oleh masyarakat menengah ke bawah adalah tetap menjalankan perekonomian mereka seperti biasa karena menurut mereka wabah masih hal yang biasa. Tapi secara tidak langsung akan berdampak pada perekonomian jika hal ini tidak diindahkan," imbuhnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim menghimbau masyarakat tidak panik dengan melambatnya ekonomi awal tahun 2020 ini dan merebaknya wabah covid-19. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan ikut anjuran pemerintah untuk menerapkan social distancing atau jarak sosial demi memutus rantai penyebaran virus tersebut.

"Kami terus mendukung pemerintah menerapkan social distancing dan masyarakat diminta sadar. Bahwa kalau ada perlambatan ekonomi itu pasti," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Tutuk S Cahyono, kepada Sapos, Senin (23/3).

Dikatakan Tutuk, kewajiban social distancing meluas menjadi physical distancing atau menjaga jarak secara fisik kini diterapkan pemerintah. Ini untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

"Kalau tidak diputus penyebaran korona, ekonomi kita terus turun. Dan tanpa korona, memang triwulan I ekonomi kita melambat. Karena banyak faktor, harga batubara dan permintaan sudah turun," ujarnya.

Perekonomian dunia tahun 2020 dijelaskan Tutuk dipastikan melambat. Namun, seiring berjalan perekonomian Indonesia pulih kembali."Bahwa ekonomi lambat ya enggak apa-apa. Secara alamiah, tanpa corona ekonomi melambat. Tapi akan pulih. Mudahan Insya Allah, reborn dan pulih," tambahnya.

Menurut Tutuk, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup bagus. Sehingga dampak negatif korona tidak begitu besar bagi ekonomi. "Sepanjang fundamental ekonomi kita masih bagus. Dampaknya, tetap bagus-bagus saja," katanya. Dalam situasi ini, Tutuk mengimbau masyarakat tidak panik memborong kebutuhan pangan dan peralatan medis seperti masker.

"Panik menyengsarakan semua orang. Membeli, sesuai kebutuhan kita saja. Kalau kita membuat panik, yang rugi adalah kita sendiri. Semua kita rugi," terangnya.

Kepanikan membuat permintaan melebihi kebutuhan yang normal membuat harga semua barang tidak normal. "Apalagi ada orang yang memanfaatkan ketidaknormalan itu mencari keuntungan. Akibatnya yang kena kita semua," tegasnya.

Untuk menekan gejala kepanikan, masyarakat diminta meningkatkan kesadaran dan media memberikan informasi sebaik mungkin. "Bahwa pemerintah tidak tinggal diam dengan ada korona. Stok pangan sudah dijaga oleh pemerintah seperti impor gula agar cukup ketersediaannya. Dan stok telur dan bawang merah stoknya cukup 2 bulan. Sehingga kita bisa melewati semua ini," pungkasnya. (mrf/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers