MANAGED BY:
SABTU
28 MARET
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 21 Februari 2020 10:20
Kasus Yusuf, Hotman Paris Utus Enam Pengacara, Peluang Tersangka Bertambah

PROKAL.CO, SUNGAI PINANG. Hotman Paris Hutapea, rupanya tak sekedar menyampaikan tanggapannya atas kasus kejanggalan kematian Ahmad Yusuf Ghazali, bocah 4 tahun. Pengacara kondang dengan julukan Rp 30 miliar dan blink-blink itu, kabarnya juga mengutus 6 pengacara guna mengawal kasus Yusuf hingga tuntas.

Hal itupun dibenarkan Bambang Sulistiyo (43), ayah kandung Yusuf yang juga ikut mendampingi Melisari (30), istrinya kala bertemu dengan Hotman Paris di kedai Kopi Joni di Jakarta, akhir pekan lalu.

"Ya, itu benar. Beliau (Hotman Paris) sangat mendukung dan memberi dukungan. Beliau dengan sukarela menurunkan 6 kuasa hukum dari timnya," kata Bambang, ditemui di kediaman kerabatnya di Jalan Gerilya, Gang Depakat VII, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, kemarin (20/2).

Menanggapi pertanyaan apa yang selanjutnya akan dilakukannya, beserta keluarga, Bambang menyampaikan bahwa saat ini dirinya dan tim kuasa hukum tengah mengumpulkan bukti-bukti baru.

"Tapi saya tidak bisa sampaikan bukti apa yang dimaksud. Kami tidak ingin mengganggu penyelidikan polisi yang sedang berjalan. Nanti pasti kami buka," ujar Bambang.

Bambang kembali menjelaskan bahwa apa yang dicurigai dirinya dan keluarga atas kematian putranya itu yakni kejanggalan yang banyak terlihat sejak Yusuf menghilang dari PAUD Jannatul Athfal pada 22 November 2019, dan ditemukan jasadnya tanpa kepala 8 Desember 2019 atau 16 hari kemudian.

"Kalau memang nanti hasilnya tetap sama, akan kami terima dan ikhlas, dengan proses hukum tetap berjalan," tegas Bambang. Selain itu Bambang juga tengah menunggu kepulangan Melisari dari Jakarta, untuk membahas langkah selanjutnya bersama dengan keluarga. "Kalau tidak ada halangan istri saya minggu depan pulang," tandasnya.

PERLU 1 BULAN

Pasca dilakukan autopsi terhadap jasad Yusuf yang ditemukan tewas tanpa kepala di aliran sungai kawasan Gang 2 Jalan Pangeran Antasari, pihak kepolisian menunggu hasil yang diperkirakan paling lambat keluar dalam waktu 1 bulan.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, melalui Wakapolres AKBP Dedi Agustono mengungkapkan, sementara menunggu hasil autopsi keluar, pihaknya terus memperdalam dan berupaya mengembangkan proses penyidikan.

"Kami terus dalami kasus ini. Pemeriksaan tambahan terhadap dua tersangka yang merupakan pengasuh PAUD, masih kami lakukan," beber Dedi.

Pihak kepolisian memang sudah menetapkan tersangka terhadap Marlina (28) dan Sri Suprayanti (51).

Dedi mengungkapkan masih menunggu hasil autopsi yang telah dilakukan, agar bisa memperjelas penyebab kematian Yusuf. Namun ujar Dedi, autopsi dilakukan untuk lebih menguatkan dugaan atas kematian Yusuf. Memang dari hasil visum tim dokter beberapa waktu lalu, diketahui tak ada tanda kekerasan. "Tunggu lah nanti hasilnya (autopsi, Red) apa?" ujarnya.

Disinggung kemungkinan ada penambahan tersangka lain, Dedi menyebut bisa terjadi. "Ya bisa saja ada tersangka lain. Saat ini kan proses penyidikan masih berjalan. Kalau dalam perjalanannya ada indikasi diperkuat alat bukti, ya tak menuntup kemungkinan tersangka akan bertambah," tuturnya. (oke/rin/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers