MANAGED BY:
RABU
03 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 19 Februari 2020 11:58
Lagi, Dinding Flyover Retak, PUPR Bilang Masih Aman
Retakan selalu saja terlihat dari sisi kiri maupun kanan jembatan layang senilai Rp 127 miliar ini.

PROKAL.CO, AIR HITAM. Sejak diresmikan 2016 lalu, lintasan flyover tak pernah sepi. Namun seiring berjalan waktu, retakan selalu saja terlihat dari sisi kiri maupun kanan jembatan layang senilai Rp 127 miliar ini.

Ya, pengendara yang melintasi Flyover Air Hitam kembali waswas. Jalan laying yang menghubungkan Jalan AW Syahranie dan Jalan Juanda ini kondisinya kembali mengalami keretakan. Sebelumnya pada Agustus 2018 lalu, retaknya jembatan hanya di sisi kiri arah Air Hitam, tepatnya di depan SMK 2 Samarinda. Kini, kerusakan terjadi di kedua sisi jembatan.

Topan (30), salah satu warga sekitar, mengaku khawatir dengan keretakan di kedua sisi jembatan. Apalagi keretakan itu begitu nampak. Pasalnya ia selalu merasakan getaran saat kendaraan berat melintasi jalan layang sepanjang 120 meter itu.

“Saat malam, biasanya ada kendaraan berat yang melintas. Getarannya sampai terasa, ditambah dinding jembaten retak, kalau ambruk bagimana," keluh Topan, Selasa (18/2).

Pantauan media ini, keretakan yang terjadi di kedua sisi dinding flyover terbilang cukup panjang. Diperkirakan panjang retakan hingga 40 meter. Badan jembatan pun mengalami penurunan. Jika tidak cepat ditangani instansi terkait, dikhawatirkan keretakan dinding jembatan akan semakin membesar.

"Kalau bisa jangan ditambal saja seperti sebelumnya. Harus diperbaiki permanen agar pengendara dan warga di sini tenang," pinta Topan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Samarinda, Hero Mardanus mengatakan, akan segera berkonsultasi dengan konsultan untuk melihat seberapa parah dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki dinding jembatan yang rusak.

"Kami akan segera melakukan kajian mengenai keretakan yang terjadi di samping badan jembatan layang itu. Sehingga dalam waktu dekat bisa segera diperbaiki,“ kata Hero.

Meski masih akan berkonsuktasi, Hero meyakinkan, badan jalan flyover masih aman untuk dilintasi pengendara. Pasalnya, struktur jalan yang berada di atasnya tidak ada masalah. Hanya dindingnya saja yang retak.

“Secara keseluruhan masih aman untuk dilewati. Struktur jalan yang di atas tidak ada masalah, karena semuanya sudah dipancang,” katanya.

"Ya, itu memang ada retakan seperti yang dulu juga. Saya baru saja lewati. Namun sesuai laporan konsultan masih aman," sambungnya.

Ia memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. Sebab anggaran perbaikan selalu disiapkan setiap tahun. Meski pun tidak khusus untuk flyover saja. "Nanti pasti akan kami perbaiki," sebutnya lagi.

Meski tidak menghafal nilai anggaran yang disiapkan, namun Hero menyebut dananya sudah ada. "Kalau tidak salah ada dianggarkan Rp 500 juta," singkatnya.

Untuk diketahui flyover merupakan salah satu alternatif Pemkot Samarinda dalam mengurai kemacetan di persimpangan Kelurahan Air Hitam. Tak main-main proyek dikerjakan salah satu BUMN melalui PT Wijaya Karya (WIKA).

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR Samarinda Denny Alfian mengakui retakan oprit flyover tak membutuhkan banyak perbaikan. Sebab kejadian ini lumrah terjadi akibat faktor eksternal.

"Bisa karena beban lalu lintas. Tapi tidak akan menganggu struktur jembatan," tegas Denny. Kejadian serupa juga sempat terjadi 2018 dan 2019 lalu. Namun keretakannya pada bagian bawah jembatan. Tindakan penanganan PUPR pun tak jauh berbeda hanya berupa pengaspalan. "Sama saja seperti tahun lalu. Karena kondisi tanah di bawah oprit itu memang tidak stabil," urainya.

Namun ketidakstabilan tanah tersebut menurut Denny perlahan akan mengecil pertahunnya. Sehingga masyarakat tak perlu panik melihat adanya keretakan, selama terjadi pada oprit jembatan.

"Setiap tahun pasti berkurang. Contohnya tahun lalu penurunan 7 cm. Tahun ini mengecil 3 cm. Lama-lama juga akan stabil," pungkasnya. (oke/hun/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers