MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 14 Februari 2020 11:04
SAMARINDA PALING NGERI KAM...!! Dalam 44 Hari Disita 15 Kg Sabu

Bawa 1 Kg Sabu-sabu, Warga Pasar Segiri Dibekuk

Dua tersangka diborgol dan dipamerkan ke media.

PROKAL.CO, SAMARINDA KOTA. Dua hari polisi berhasil menggagalkan peredaran sabu 2 kilogram di Jalan Poros Samarinda-Bontang dengan menangkap Abdullah alias Ulla (31) warga Muara Badak, Kukar, pada 11 Februari 2020 lalu. Kepolisian kembali membongkar praktik jual beli serbuk putih di sebuah rumah sewaan di Jalan Perniagaan, Gang Ernawati, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Rabu (13/2) malam.

Dua orang pelaku pengedar sabu yakni, Malla (52) dan Supri (40). Keduanya warga Pasar Segiri. Mereka kedapatan menyembunyikan 18 poket kecil sabu-sabu seberat 902,3 gram/brutto dan 5 poket besar seberat 21,46 gram/brutto. Total keseluruhan sabu mencapai 923,49 gram/brutto atau hampir 1 Kg sabu.

Sebelum dilakukan penggerebekan, petugas Polsek Samarinda Kota sudah mendapat informasi jika kerap terjadi transaksi sabu di rumah tersebut. Setelah tiga hari melakukan pengintaian dan memastikan informasi tersebut, barulah dilakukan penggerebekan sekitar pukul 19.00 Wita. Sebelum petugas masuk ke dalam rumah, Malla dan Supri buru-buru menyembunyikan sabu-sabu ke dalam dua tas. Mereka menaruhnya ke dalam jok motor Honda Vario nopol KT 3592 NX yang ada di depan rumah. Padahal saat itu, mereka tengah asik membagi sabu-sabu atau membuat paket-paket sabu-sabu lebih kecil dari paket besar sabu-sabu yang rata-rata terbungkus 50 gram.

Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, polisi yang datang dan melakukan penggeledahan berhasil mengendus di mana keduanya menyembunyikan sabu-sabu. Saat diminta membuka jok motor, barulah terbongkar rahasia keduanya. Sabu yang ditemukan hampir senilai Rp 2 miliar

"Menurut pengakuan awal, sabu ini berasal dari Tarakan. Diantar oleh HA. Rencananya sabu akan dijual dan diedarkan di wilayah Samarinda dalam paketan kecil," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, Kamis (13/2).

Malla bertugas sebagai Bandar. Sementara Supri sebagai kurir dari seluruh barang yang mereka terima dari bandar sabu asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Sabu sendiri diyakini petugas didatangkan dari Malaysia.

Hasil tangkapan sabu-sabu kali ini menambah jumlah pengungkapan sabu-sabu di wilayah Hukum Polresta Samarinda menjadi 15 Kg dalam kurun waktu Januari hingga memasuki pertengahan Februari 2020. Rata-rata sabu tersebut disuplai dari Tarakan dan Malaysia serta wilayah lainnya. Bahkan tangkapan sebelumnya dari tersangka Abdullah, sabu-sabu disuplai dari lapas Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

"Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di Kota Tepian. Hasil dari pengungkapan saat ini akan terus dikembangkan," tegas Arif.

Selain menyita hampir 1 Kg sabu sebagai barang bukti, petugas juga membawa 1 unit sepeda motor Honda Vario Nopol KT 3592 NX, satu unit ponsel, timbangan digital dan 1 bandel plastik klip pembungkus sabu ke Mapolsek Samarinda Kota.

Dalam pengakuannya, Malla bakal mendapat upah Rp 25 juta jika berhasil menjual sabu 1 Kg tersebut. Ia hanya mendapat kiriman paket dan baru satu kali ini dilakukannya mengedar sabu-sabu.

"Diantarkan saja. Hanya modal kepercayaan. Edarkan di sini (Samarinda). Tapi belum sempat. Keburu tertangkap," katanya.

Sementara Supri, mengakui pernah mendekam di sel penjara selama 6 bulan, karena tindak kriminal. Selama tidak ada pekerjaan dirinya bekerja apa saja termasuk menjual sabu-sabu.

"Kalau jual sabu-sabu ya di sekitar Pasar Segiri saja. Itupun kalau ada pesanan," ungkap Supri.

Malla dan Supri kini terancam Pasal 114 UU Ayat 2 sub Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan maksimal seumur hidup penjara.

Sehari sebelumnya, polisi juga menangkap Abdullah alias Ulla. Pria 31 tahun yang mengendarai motor dengan nopol KT 2340 II, dibuntuti dan ditangkap di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa malam (11/2) lalu pukul 21.00 Wita.

Ulla adalah kurir narkoba. Dia berencana melakukan transaksi dengan seseorang di pinggir jalan. Belum sempat lawan transaksinya tiba, polisi buru-buru meringkusnya.

Kantong pelastik warna hitam yang tergantung di stang motor jadi perhatian polisi. Pada kantong plastik itu didapati dua kotak makanan ringan atau wafer. Kotak cemilan itupun dibuka. Hasilnya polisi mendapati 22 bungkus sabu-sabu seberat 2.066,5 gram. Nilainya tak sedikit yakni Rp 2 miliar dengan harga Rp 1 juta per gramnya.

Ulla gigit jari. Dia tak bisa merasakan upah yang dijanjikan yakni hanya Rp 2 juta. Itupun diberikan setelah barang haram itu tiba di kota tujuan yakni Bontang.

Polisi telah berupaya memburu lawan transaksi Ulla, yang tak kunjung nampak batang hidungnya. Diduga penjemput barang haram itu sudah mengetahui perihal tertangkapnya Ulla. (kis/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers