MANAGED BY:
JUMAT
27 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 13 Februari 2020 21:32
RSUD IA Moeis Membudayakan Belajar dan Tidak Lekas Puas Diri

Workshop Peningkatan Mutu Keselamatan Pasien

PROKAL.CO,

RSUD IA Moeis Samarinda mulai awal 2020 ini terus berbenah. Khususnya dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP), bukan hanya mengejar akreditasi rumah sakit. Karena ada standar nasional akreditasi rumah sakit (SNARS) yang harus dipenuhi.
Untuk itulah selama dua hari yakni Kamis-Jumat (13-14/2), komite mutu keselamatan pasien termasuk direktur RSUD IA Moeis mengikuti workshop PMKP untuk SNARS edisi 1.1 yang digelar di Jakarta.

Direktur RSUD IA Moeis dr Syarifah Rahimah Alaydrus mengatakan, workshop ini penting agar rumah sakit lebih memahami terkait PMKP, sehingga dapat mempersiapkan akreditasi lebih baik dengan SNARS  edisi 1.1 yang lingkup indikatornya paripurna. “Menurut tim dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), workshop ini memang diadakan secara terus menerus karena sudah diidentifikasi dalam SNARS, bagian paling tidak mudah adalah PMKP. Sudah dilakukan identifikasi rumah sakit yang telah melakukan akreditasi, ada beberapa yang mutunya masih di bawah. Jadi kita harus melihat bagaimana jelek dan bagusnya rumah sakit itu bukan dari sertifikat saja, tapi dari mind set dan implementasi akreditasi dari rumah sakit tersebut,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk hari pertama kemarin beberapa materi yang disampaikan terkait kebijakan akreditasi rumah sakit dan perumahsakitan terkini, manajemen risiko dalam SNARS, peran penilaian kinerja dalam peningkatan mutu pelayanan, dan PMKP standar dan data indikator mutu.

Rahimah selaku direktur dan kepala PMKP di RSUD IA Moeis mengatakan, memang ia dan komite PMKP RSUD IA Moeis harus memahami betul. Ada 3 level dalam akreditasi di rumah sakit. Pertama, rumah sakit yang ikut akreditasi, tujuannya sederhana yakni sekadar mendapat sertifikat. Pimpinan rumah sakit belum memiliki komitmen dan memahami hakikat dari SNARS. Hanya kewajiban. Yang penting sudah lulus dan dapat sertifikat. Yang level ini, pimpinan rumah sakitnya menganggap akreditasi sebagai beban.

Level kedua, bagaimana agar seluruh pimpinan rumah sakit menyadari SNARS didesain 90 persen adalah risk manajemen (manajemen risiko). Kalau standar tersebut tidak dijalani dengan benar, ada risikonya. Bagaimana setelah lulus semua regulasi harus bisa diakses oleh seluruh staf terkait.

Ciri khas manajemen risiko adalah semua level unit harus mengedintifikasi risiko yang terkait pelayanan. Regulasi harus bisa diakses seluruh staf. “Harus kita pahami peran PMKP sangat besar. Karena itu yang paling  sulit soal indikator mutu. Rumah sakit harus membangun proses belajar untuk karyawannya, jika terjadi insiden keselamatan pasien, ada langkah-langkah supaya tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 27 November 2020 14:34

Bocah SD Suka Geber Motor, Tetangga Emosi dan Main Tampar, Orangtuanya Ngga Terima, Lapor Polisi

 Polsek Sungai Kunjang mengamankan pria berinisial WD (39) setelah menerima…

Jumat, 27 November 2020 10:31

Warga Bukit Pinang Sudah Ngga Tahan, Laporkan Pencemaran TPA Sampah

 Menjadi masyarakat pinggiran, tak berarti kepentingannya diabaikan begitu saja. Hal…

Jumat, 27 November 2020 10:29

Akal-akalan, Bangun Dulu, IMB Belakangan, Ya Disegel Satpol PP

Pemeriksaan atas bangunan yang disegel di Jalan Harun Nafsi kini…

Senin, 23 November 2020 09:39

Menyusul Intake yang Dibangun BWS Kalimantan III 2017, Proyek IPA Kalhol Mulai Digarap

Penambahan prasarana air bersih untuk wilayah Samarinda, yang nantinya akan…

Senin, 23 November 2020 09:36

Proyek Normalisasi Drainase Katanya Terkendala Cuaca

 Proyek normalisasi drainase di Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan…

Sabtu, 21 November 2020 12:27

PKL di Samarinda Didominasi Warga Luar, Alasannya Jalan-Jalan sambil Jualan

SAMARINDA- Status Samarinda sebagai ibu kota provinsi, ternyata mampu menarik…

Jumat, 20 November 2020 11:51

Baru Keluar dari RS Jiwa, Ngamuk..!! Langgar dan Rumah Warga Dilempari, Akhirnya Ditembak

Gangguan jiwa yang diderita Kornelis Sipriaus Dosi (28) kambuh. Sebuah…

Rabu, 18 November 2020 17:57

Penuhi Kebutuhan LPJU Kota, Dishub Dijatah Rp 1 Miliar Saja

Keterbatasan waktu menjelang akhir tahun, membuat jatah anggaran setiap intansi…

Jumat, 13 November 2020 15:20

Kerap Kecelakaan, Sudah Usul Pelebaran Jalan, Sayangnya Tak Kunjung Terealisasi

Sepanjang Jalan Cipto Mangunkusumo, khususnya dari wilayah Kelurahan Harapan Baru,…

Jumat, 13 November 2020 12:10

Gagal Mendahului, Pelipis Pecah, Remaja Tewas di Sengkotek

Dua pengendara motor Yamaha MX berkelir hitam kuning dengan nopol…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers