MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 13 Februari 2020 12:00
Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Gunung Manggah

TAA di Gunung Manggah

Unit Lakalantas Polresta Samarinda bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Kaltim melakukan olah kejadian kecelakaan beruntun di Jalan Oto Iskandardinata (Otista). Dalam proses tersebut, polisi mengambil video 3D scanner untuk mengetahui kronologi peristiwa tersebut.

PROKAL.CO, SUNGAI DAMA. Unit Lakalantas Polresta Samarinda bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Kaltim melakukan olah kejadian kecelakaan beruntun di Jalan Oto Iskandardinata (Otista). Dalam proses tersebut, polisi mengambil video 3D scanner untuk mengetahui kronologi peristiwa tersebut.

Gelaran itu dilakukan tepatnya di turunan Gunung Manggah, Keluraham Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Rabu (12/2) pagi. Tak hanya dengan 3D scanner, olah TKP ini juga diambil dengan menggunakan drone. Total ada 5 titik yang menjadi lokasi pengambilan gambar.

Satu titik rata-rata pengambilan selama dua menit. Dalam proses ini polisi juga sempat menutup ruas jalan selama beberapa menit. Baik dari arah Sambutan menuju kota maupun sebaliknya.

Alat tersebut juga terpasang software pengolah foto yang diambil di lokasi, kemudian akan diolah menjadi video animasi. Dari olah TKP, kepolisian akan bisa mengetahui kronologis serta keadaan di sekitar area kecelakaan.

Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Erick Budi Santoso melalui Kanit Reskrim Ipda Henny Merdekawati menjelaskan, pihaknya sengaja melakukan TAA pada pagi hari sekitar pukul 05.30 Wita untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Dari hasil di 5 titik gambar lokasi yang telah diambil, nantinya akan digabung menjadi satu.

"Dari olah TKP akan mendapatkan suatu gambaran tentang penyebab kecelakaan. Seperti keadaan jalan, lingkungan, posisi kendaraan pada saat terjadi kecelakaan, termasuk korban," kata Henny.

"Nanti dalam bentuk video animasi tentang rekonstruksi dari sebelum, saat, maupun setelah kecelakaan," lanjut Henny. Hasil olah TKP akan keluar dalam kurun waktu kurang lebih sepekan.

3D scanner sifatnya sebagai kelengkapan hasil olah TKP sebelumnya yang sudah dilakukan. Hasil ini diyakini bisa membantu pihak kepolisian dalam menentukan penyebab kejadian.

“Jadi hasil ini akan membantu kami dalam menganalisa dan melihat gambaran rentetan kronologis kejadian dalam bentuk visual. Semuanya akan terlihat jelas dari hasil scanner ini,” jelasnya.

Polisi sampai saat ini masih mendalami dan akan terus mengumpulkan bukti dari berbagai pihak. Hal itu akan digunakan untuk memutuskan penyebab kecelakaan ini. “Apakah terjadi karena human error atau lainnya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kecelakaan maut ini menewaskan 4 penguna jalan yakni: Awaludin Muhammad (36), warga Jalan Kakap RT 6, Kelurahan Sungai Dama, pengendara motor Yamaha mio sol KT 2966 WZ; Tri Hartininsih (43) membonceng putranya Brilian Gabriel (12), mengendarai motor Karisma KT 4715 MY warga Sungai Kapih; Desi Ratnasari (16) warga Jalan Tenggiri, Gang Budiman, Sungai Dama mengendarai honda Scoopy KT 3894 WZ.

Saat itu, keempat pengguna jalan ini diseruduk truk nopol K 1376 LN yang dikemudikan Rudi Setiawan (50) secara beruntun saat di turunan Gunung Manggah. Keempatnya meninggal dunia setelah sempat tergilas ban truk roda enam bermuatan pasir tersebut. Satu korban selamat yakni Junaidi (38) mengalami luka-luka dalam kejadian nahas pada Kamis, 30 Januri sekitar pukul 14.40 Wita lalu.

Rudi langsung diamankan petugas usai terjadi kecelakaan. Dirinya diancam hukuman 6 tahun penjara lantaran melanggar pasal 310 (4) jo 105 (a,b) jo 106 (1,3,4) jo 109 jo 110, UU No 22 tahun 2009.

Pasal tersebut berbunyi, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena lalainya menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dipidana dengan penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta. (kis/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers