MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 15 Januari 2020 13:00
Banjir Jadi Kado HUT Samarinda, Pak Wali Ditanya Tuh Sama Warganya..Kemana Jar...!!

Terjebak, Puluhan Murid SD Dievakuasi

Petugas mengevakuasi murid SD dalam banjir di Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA KOTA. Selasa, 21 Januari 2020 minggu depan, Samarinda akan merakayakan hari ulang tahun (HUT) ke-325 Kota Samarinda dan HUT Ke-60 Pemkot Samarinda. Sepekan jelang puncak perayaan ulang tahun Samarinda, warga Samarinda mendapatkan “kado”, Selasa kemarin (14/1). Tentu saja kadonya bukan kabar istimewa atau barang berharga, namun bencana banjir yang seolah selalu menghantui warga Samarinda. Titik banjir pun bukannya berkurang justru semakin meluas. Seolah program banjir yang selama ini dilakukan pemkot tak berbekas sama sekali.

Di tengah penderitaan warga yang terdampak banjir dan lumpuhnya sebagian ruas jalan kota, beberapa korban mempertanyakan keberadaan orang nomor satu di Samarinda, Wali Kota Syaharie Jaang. Kehadiran wali kota di tengah-tengah banjir mungkin tidak akan mengurangi genangan sama sekali, namun psikologis korban banjir pasti akan sedikit terangkat ketika melihat pemimpin mereka di tengah-tengah banjir.

“Coba pak wali datang ke sini lihat kami,” kata Suratni, warga Jalan Terong Pipit, Bengkuring. Banjir yang menggenangi kawasan Perum Bengkuring, Sempaja Timur, Samarinda Utara, sudah terjadi sejak lima hari terakhir.

Respons dan penjelasan wali kota begitu dinantikan terkait banjir yang kembali melanda sebagian wilayah Samarinda. Lantas kapan Jaang akan meninjau banjir? "Nanti saya cek jadwal," singkat Jaang saat dihubungi media ini melalui telepon seluler, Senin (13/1) malam lalu.

Wakil Wali Kota Muhammad Barkati mengungkapkan bahwa Jaang tiba Senin kemarin (14/1). "Hari ini (kemarin, Red) beliau pulang," tegas Barkati. Saat ditanya mengenai urgensi keberangkatan wali kota keluar kota, Barkati tak ingin menanggapi hal ini berlebihan. Sebab hal tersebut menjadi wewenang Jaang. "Yang pasti sangat penting. Tidak mungkin berangkat kalau tidak penting," bebernya.

Barkati sendiri tengah sibuk menghadiri beberapa agenda di Samarinda. Berdasarkan jadwal yang dirilis Sekretariat Kota Samarinda, kemarin, rencananya hari ini sejumlah pejabat akan meninjau banjir. Diawali dengan berkumpul di balai kota, pagi ini (15/1) pukul 08.00. Wali Kota Syaharie Jaang pun dipastikan memimpin tinjauan ke lokasi banjir kali ini.

SEKOLAH DILIBURKAN

Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) harusnya disikapi dengan persiapan yang matang. Prediksi cuaca ekstrem yang bakal melanda Kota Samarinda, akhirnya terbukti. Sudah lima hari ini Kota Tepian diterpa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Seperti yang terjadi seharian kemarin. Hujan mengguyur sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Hampir seluruh Samarinda diguyur hujan. Akibatnya, sejumlah lokasi permukiman warga kembali terendam banjir.

Dari data yang dihimpun media ini, tercatat lima kelurahan yang sangat terdampak: Sempaja Timur, Sambutan, Desa Budaya Pampang, Temindung Permai dan Gunung Lingai. Kondisi ini membuat 5.872 jiwa dari 2.265 Kepala Keluarga (KK) merasakan dinginnya banjir.

Meski tidak termasuk dalam area terdampak banjir, warga Jalan Damai, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir sempat merasakan kesulitan akibat luapan air.

Sepanjangan 1 Km jalan ini terendam banjir. Dibarengi aliran arus air yang deras. Ketinggian air hingga dada orang dewasa. Akibatnya, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas dan kantor kelurahan serta fasilitas umum lain ikut terendam.

Ketua RT 99 Sidodamai, Alimuddin mengatakan, sudah sejak lama wilayahnya selalu terdampak banjir yang dalam. Bahkan warganya berulang kali mengeluhkan kondisi ini. Namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Terkadang saat ingin melintas harus sampai menggunakan perahu karet. Terdapat 4 RT yang terdampak: RT 99, RT 25, RT 26 dan RT 27. Alimuddin menambahkan, permukimannya masuk di dataran rendah yang dikelilingi bukit. Terdapat pematangan lahan di sekitarnya. Selain air hujan ada pula air kiriman dari atas. “Ini bisa terjadi karena berkurangnya daerah resapan yang berubah menjadi permukiman," terang Alimuddin.

Tidak hanya merendam rumah warga, banjir juga menggenangi SDN 007 Samarinda Ilir. Sembilan ruang kelas yang saat itu sedang digunakan untuk aktivitas belajar mengajar, terpaksa harus dihentikan karena air sudah mulai masuk.

Wakil Kepala SDN 007, Abdul Rahim mengatakan akibat air mulai menggenangi ruang kelas lebih dari semata kaki, pihaknya menghentikan aktivitas belajar. Dia juga meminta bantuan evakuasi. Mengingat banjir yang menggenangi lingkungan sekolah cukup dalam dan arusnya cukup kuat.

"Awalnya sempat belajar, namun karena air meninggi dan masuk ruang kelas terpaksa kami pulangkan. Soalnya tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar. Kepala sekolah juga meminta bantuan evakuasi karena arus air cukup deras, sehingga kami meminta bantuan untuk memindahkan para siswa," ujar Abdul Rahim.

Guna membantu evakuasi terhadap siswa dan warga sekitar, tim SAR Brimob Polda Kaltim yang dipimpin Iptu Elan Suherlan, mengerahkan 15 personelnya untuk mengevakuasi siswa yang terjebak di dalam sekolah. "Kami turunkan satu perahu karet, satu perahu kaleng atau drum, dan satu unit kendaraan untuk mengevakuasi mereka," kata Elan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Asli Nuryadin mengatakan, kepala sekolah sudah dia beritahukan bahwa kalau banjir makin dalam dan membahayakan akan diliburkan. Karena tidak ada alternatif lain. Keselamatan anak-anak diutamakan.

Asli mengimbau terkait libur tidak bisa ditentukan. “Kalau banjirnya sepuluh hari, maka sepuluh hari akan libur,” katanya. Asli menegaskan semua sekolah yang dibawa kewenangan pemkot jika kondisi membahayakan harus diliburkan.

"Secara kebatinan saya berdoa saja mudah-mudahan air cepat surut," kata Asli.

AKSES KELUAR KOTA LUMPU

Banjir juga melumpuhkan akses jalan keluar masuk kota. Tiga jalan utama: Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam; Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Gunung Panjang; dan Jalan HAMM Rifadin, Kelurahan Tani Aman tepatnya di depan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda.

Ketiga jalan keluar masuk kota itu merupakan jalur bagi warga yang hendak menuju ke Balikpapan melalui Jalan Soekarno Hatta.

Tak hanya jalan yang terendam, ratusan rumah warga yang dekat dengan alur anak sungai pun juga terendam. Meski sebelumnya banjir di kawasan ini sudah berupaya ditangani dengan memperlebar saluran drainase di sepanjang jalan.

Adapun ketinggian air di jalan umum mencapai 60 Cm. Sementara banjir yang merendam permukiman 80 Cm.

Guna mengantisipasi antrean kendaraan yang terjebak banjir, warga berinisiatif mengalihkan jalur kendaraan motor ke ruas jalan sebelah genangannya tidak begitu dalam.

Camat Loa Janan Ilir, Syahrudin Salman mengaku belum mendapat laporan dari ketua RT berapa saja rumah warganya yang terendam. Yang jelas, kata dia, sudah ada tiga titik untuk wilayah Loa Janan Ilir. Yakni di di Rapak Dalam, Tani Aman dan Simpang Tiga. Meski demikian banjir di tiga titik itu tidak berlangsung lama. Karena air terus turun ke Sungai Mahakam dengan melintasi aliran anak sungai di Rapak Dalam.

"Jadi airnya turun bertahap, karena memang air di kawasan yang terendam itu rata-rata air kiriman dari kawasan yang lebih tinggi. Misalnya di kawasan Barito dan Perumahan H Saleh, itu airnya dari kawasan Km 4 dan Km 5, Loa Janan, Kukar," jelas Syahrudin.

Camat Samarinda Seberang, Darmawansyah menjelaskan, banjir yang terparah di wilayahnya terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo.

"Kawasan itu memang langganan terendam kalau hujan. Sedangkan titik banjir di pemukiman terjadi di Jalan Rel, Kelurahan Sungai Keledang," tandasnya.

DRAINASE BURUK

Banjir juga menggenangi Jalan Trikora, Kelurahan Handil Bakti, Palaran. Sejumlah pemilik rumah yang terendam mengeluh lantaran kawasan mereka kini menjadi langganan banjir. Hal ini diduga akibat buruknya drainase.

Suwarno, salah satu warga yang terdampak banjir mengaku bahwa musibah ini baru terjadi sejak 2018. Saat ini diakuinya, telah ada proyek perbaikan perbaikan drainase di wilayahnya, namun diakui bahwa proyek itu belum maksimal. Bahkan pengerjaannya belum selesai. “Tetapi saya diminta menandatangani kalau drainase ini sudah rampung," ujar Suwarno, Selasa (14/1) kemarin.

Suwarno pun bahkan sudah meninggikan jalanan di rumahnya agar tidak tergenang. Namun usaha ini tidak berhasil. Banjir semakin parah. Mencapai paha orang dewasa.

Hal serupa juga diungkapkan, oleh Indroyono warga Jalan Trikora, lainnya. Perabotan Indroyono sudah banyak yang hancur akibat banjir yang kerap melanda rumahnya.

"Ini sudah parah. Sudah tidak bisa diapa-apakan lagi perabotan rumah. Semuanya hancur,” katanya.

Dari pantauan media ini, lebih 10 rumah yang terdampak banjir di kawasan ini. Camat Palaran, Suwarso mengakui bahwa sebelumnya sudah ada pertemuan dengan warga. Namun dirinya tidak paham pasti mengenai solusi yang diminta warga.

"Untuk masalah ini bisa menghubungi Lurah Handil Bakti. Rasanya kemarin sudah ada pertemuan. Untuk jelasnya bisa konfirmasi langsung ke lurah," katanya.

Lurah Handil Bakti, Hera Hermawan mengakui adanya pertemuan antara pihak perusahaan dengan warga sekitar. Namun dirinya mengaku belum memantau perkembangan di lapangan selama satu tahun terakhir.

"Sudah pernah kami respons. Kami kerjakan saluran yang ada (drainase). Kerja sama dengan perusahaan, namun hampir 1 tahun tidak terpantau. Apakah sudah diperbaiki, tersumbat atau bagaimana," ucapnya.

Karena itu dia akan akan berkoordinasi dengan RT, warga dan perusahaan sekitar. "Harus diusahakan bersama RT dan masyarakat,” kata Lurah.

Untuk diketahui, banjir di kawasan ini diakibatkan pembangunan gudang milik Unilever yang berdiri di Jalan Trikora. Sebelum gudang ini berdiri, warga sekitar tidak pernah kebanjiran. Kini setelah gudang berdiri warga sering kebanjiran. Karena daerah serapan airnya didirikan gudang. Pihak perusahaan pun sudah berkomitmen membangun parit untuk mengalirkan air. Tapi nyatanya juga tetap banjir. (hun/kis/oke/mrf/nha)


BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 13:33

Rp 65 Miliar Normalisasi SKM dan Waduk Benanga

LEMPAKE. Rombongan Komisi V DPR RI melakukan tinjauan ke Bendungan…

Jumat, 24 Januari 2020 13:27

Nisan Ulin Diincar Maling, Ulinnya Laku Dijual Mahal

SAMARINDA KOTA. Hilangnya 5 nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU)…

Jumat, 24 Januari 2020 13:23

NAH..!! Wali Kota Minta PDAM Adil

SAMARINDA KOTA. PDAM Tirta Kencana melalui kuasa hukumnya Roy Hendrayatno…

Rabu, 22 Januari 2020 14:03

Tersangka, Pengasuh Yusuf Ditahan

GUNUNG KELUA. Kasus tewasnya Ahmad Yusuf Ghozali akhirnya menyeret dua…

Rabu, 22 Januari 2020 14:02

5 Nisan Ulin Raib, Dijual hingga Rp 5 Juta

SAMARINDA KOTA. Aksi kejahatan tak memandang tempat. Lokasi pemakaman pun…

Selasa, 21 Januari 2020 13:59

Begini Jadinya Jika Pematangan Lahan Ugal-ugalan

SIDODAMAI. Dampak cuaca ekstrem yang melanda Kota Samarinda dalam sepekan,…

Selasa, 21 Januari 2020 13:56

GEGER..!! Ditusuk 17 Kali, Istri Tewas, Gagal Melerai, Anak Tiri Kritis

TANJUNGREDEB. Cinta ibarat air. Anda tidak bisa hidup tanpa air,…

Selasa, 21 Januari 2020 13:54

Tabrakan Maut Lawan Mobil Travel, Avanza Remuk, Penumpangnya Tewas

TENGGARONG. Kecelakaan maut terjadi Minggu (19/1) pagi, sekitar pukul 06.20…

Senin, 20 Januari 2020 22:15

Tangani Banjir Samarinda, Ratusan Miliar Siap Digelontorkan

SAMARINDA KOTA. Banjir setiap tahun menjadi masalah yang tak kunjung…

Senin, 20 Januari 2020 22:12

Rawan Longsor di Sini, Cuma Ini yang Bisa Dilakukan

MANGKUPALAS. Kepedulian musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) pada keselamatan pengguna jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers