MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 13 Januari 2020 11:36
Separuh Samarinda “Tenggelam”

Jalur Utama dan Alternatif Bandara Lumpuh

Dari data yang dihimpun, 21 jalan utama dan pinggir kota tergenang banjir dengan ketinggian antara 20 cm hingga 60 cm. Banjir terparah terjadi di Jalan DI Pandjaitan yang merupakan akses utama menuju Bandara APT Pranoto, Sungai Siring.

PROKAL.CO, SUNGAI PINANG. Ramalan BMKG akan adanya cuaca ekstrem di akhir pekan terbukti akurat. Hujan mengguyur Kota Samarinda sejak Sabtu (11/1) dini hari pukul 03.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita. Diguyur selama 6 jam hasilnya sudah bisa dipastikan, sebagian besar wilayah di Kota Samarinda lumpuh karena banjir.

Dari data yang dihimpun, 21 jalan utama dan pinggir kota tergenang banjir dengan ketinggian antara 20 cm hingga 60 cm. Banjir terparah terjadi di Jalan DI Pandjaitan yang merupakan akses utama menuju Bandara APT Pranoto, Sungai Siring.

Sejak pagi, jalur yang juga menjadi akses penghubung antar kota menuju Kutai Timur dan Bontang sempat putus dan tidak bisa dilewati kendaraan. Pun akses alternatif melewati Perumahan Griya Mukti Sejahtera juga tidak bisa digunakan karena masih terendam banjir.

Kemacetan panjang terjadi dari Jalan DI Pandjaitan. Panjangnya sekitar 10 kilometer dari kawasan Lapangan Gof Tanah Merah hingga pertigaan Masjid Babul Hafazah, Singai Pinang. Bahkan, kendaraan juga turut mengular di tanjakan Perumahan Bukit Alaya.

Banjir setinggi sekitar 60 sentimeter itu membuat pengendara memilih berjalan kaki. Sementara mobil atau sepeda motor mereka diparkir di kawasan Perumahan Bukit Alaya. Kemacetan panjang itu juga membuat ratusan pengendara menumpuk di sekitar Jalan Bukit Alaya, menunggu air surut.

Sejumlah pengendara memaksa menerjang banjir dengan memacu kendaraannya. Beberapa di antaranya mogok di tengah jalan.

Penumpukan kendaraan terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Ratusan petugas dan relawan mengatur arus lalu lintas di simpang tiga Jalan Bukit Alaya menuju Jalan DI Panjaitan. Bahkan sebuah tenda darurat didirikan petugas Polresta Samarinda.

Tak hanya itu, enam unit truk dari Sat Sabhara Polresta Samarinda, Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, BPBD hingga Satpol PP Kota Samarinda bersiaga untuk mengangkut penumpang.

Tak hanya armada truk, Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim juga menyiapkan perahu untuk mengangkut para pengendara motor khususnya kaum ibu dan anaknya yang terpaksa jalan kaki akibat motornya mogok.

Khusus untuk truk para petugas memprioritaskan ratusan warga yang calon penumpang menuju bandara agar tidak ketinggalan pesawat.

Salah satunya adalah Budi Haeruddin (30) penumpang tujuan Bali yang harusnya berangkat pada pukul 09.30 Wita. Dirinya sudah berada di sekitar Jalan Bukti Alaya sekitar pukul 07.20 Wita. Perjalanannya terhenti lantaran banjir sudah tinggi dan tidak mungkin dilalui.

"Rumah di Samarinda Seberang, jam 06.30 Wita sudah berangkat, malah tertahan di sini hampir 2 jam," kata Budi sembari menenteng tas ransel miliknya. Awalnya Budi khawatir tiket pesawat yang ia beli seharga Rp 800 Ribu bakal hangus. Namun selang beberapa lama menunggu, ponselnya berdering.

"Untungnya ada pemberitahuan bahwa jadwal penerbangan ditunda akibat cuaca," ungkap Budi. Tak hanya Budi, penumpang lain yang bernasib sama juga was-was bakal ketinggalan pesawat. Dengan buru-buru dirinya naik ke atas truk yang disiapkan.

"Pesawat saja jam 11.00 Wita tujuan Surabaya. Takut telat, dari pada hangus lebih baik datang lebih awal," ujar Haerrudin (40).

Selain para penumpang, awak kru pesawat pun terpaksa menunda perjalanannya menuju Bandara APT Pranoto dan memilih bertahan di pertigaan Jalan Bukti Alaya.

"Untuk penerbangan terpaksa didelay sambil menunggu perkembangan cuaca, karena jarak pandang memang minim," kata Co Pilot Susi Air, Rehan.

Kondisi banjir dan tersendatnya arus lalu lintas di jalur antar kota ini berlangsung hingga menjelang siang.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso menjelaskan, jalur DI Pandjaitan sempat macet, namun berangsur normal dan sudah bisa dilewati.

"Sekira pukul 12.00 Wita, Jalan DI Panjaitan mulai bisa dilintasi kendaraan dan arus lalu lintas berangsur normal kembali." kata Erick.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Samarinda Ifran menjelaskan, kondisi banjir saat ini lebih pafa curah hujan tinggi, hal ini sesuai dengan prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG.

"Sesuai peringatan dini yang disampaikan BMKG, memang kondisi cuaca di Samarinda akan mengalami curah hujan tinggi untuk itu kami telah bersiaga," kata Ifran.

Selain curah hujan tinggi, kondisi belum rampungnya perbaikan drainase di sekitar Jalan DI Panjaitan membuat air tak dapat tertampung dan akhirnya meluber ke jalan.

"Sedikit banyak juga karena hal tersebut, jika proyek drainase selesai sedikit banyak banjir di kawasan ini bisa berkurang," tutup Ifran. (kis/beb)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 13:33

Rp 65 Miliar Normalisasi SKM dan Waduk Benanga

LEMPAKE. Rombongan Komisi V DPR RI melakukan tinjauan ke Bendungan…

Jumat, 24 Januari 2020 13:27

Nisan Ulin Diincar Maling, Ulinnya Laku Dijual Mahal

SAMARINDA KOTA. Hilangnya 5 nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU)…

Jumat, 24 Januari 2020 13:23

NAH..!! Wali Kota Minta PDAM Adil

SAMARINDA KOTA. PDAM Tirta Kencana melalui kuasa hukumnya Roy Hendrayatno…

Rabu, 22 Januari 2020 14:03

Tersangka, Pengasuh Yusuf Ditahan

GUNUNG KELUA. Kasus tewasnya Ahmad Yusuf Ghozali akhirnya menyeret dua…

Rabu, 22 Januari 2020 14:02

5 Nisan Ulin Raib, Dijual hingga Rp 5 Juta

SAMARINDA KOTA. Aksi kejahatan tak memandang tempat. Lokasi pemakaman pun…

Selasa, 21 Januari 2020 13:59

Begini Jadinya Jika Pematangan Lahan Ugal-ugalan

SIDODAMAI. Dampak cuaca ekstrem yang melanda Kota Samarinda dalam sepekan,…

Selasa, 21 Januari 2020 13:56

GEGER..!! Ditusuk 17 Kali, Istri Tewas, Gagal Melerai, Anak Tiri Kritis

TANJUNGREDEB. Cinta ibarat air. Anda tidak bisa hidup tanpa air,…

Selasa, 21 Januari 2020 13:54

Tabrakan Maut Lawan Mobil Travel, Avanza Remuk, Penumpangnya Tewas

TENGGARONG. Kecelakaan maut terjadi Minggu (19/1) pagi, sekitar pukul 06.20…

Senin, 20 Januari 2020 22:15

Tangani Banjir Samarinda, Ratusan Miliar Siap Digelontorkan

SAMARINDA KOTA. Banjir setiap tahun menjadi masalah yang tak kunjung…

Senin, 20 Januari 2020 22:12

Rawan Longsor di Sini, Cuma Ini yang Bisa Dilakukan

MANGKUPALAS. Kepedulian musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) pada keselamatan pengguna jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers