MANAGED BY:
SABTU
04 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 10 Januari 2020 22:56
Bawa Senpi Rakitan, 2 Warga Diringkus

Berburu “Payau” di Tenggarong Seberang

SENPI RAKITAN. Kapolsek AKP Rido Doly Kristian menjelaskan Senpi rakitan milik 2 warga asal Samarinda yang terciduk petugas Polsek Tenggarong Seberang, Rabu (1/1) lalu. (idin/sapos)

PROKAL.CO,

TENGGARONG. Berbekal masing-masing senjata api (senpi) rakitan jenis laras panjang, Rabu (1/1) lalu, Ud (51) dan Ah (46) --keduanya-- asal Kota Samarinda, bermaksud berburu binatang liar di wilayah Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar). Tapi alih-alih mendapat hasil buruan, justru kedua pria itu dibekuk petugas Polsek Tenggarong Seberang.

“Senpi rakitan milik Ud dan Ah sangat berbahaya. Apalagi keduanya memiliki sebanyak 26 butir peluru organik. Asli buatan pabrik. Sehingga pemegang atau pemilik senpi seperti itu harus berizin. Jika tidak punya izin, ya harus diproses secara hukum,” jelas Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho, didampingi Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Rido Doly Kristian kepada wartawan, Jumat (10/1).

Terungkapnya kasus kepemilikan senpi rakitan melibatkan Ud dan Ah tersebut, bermula dari laporan warga Desa Bukit Pariaman ke polisi. Karena banyak warga Bukit Pariaman beternak kerbau dengan cara dilepasliarkan. Jadi hewan ternak mereka lepaskan secara bebas di alam, setelah diberikan tanda berupa kalung terbuat dari tali nilon dan sejenisnya.

“Ketika melihat Ud dan Ah membawa senpi laras panjang, warga khawatir hewan ternak mereka jadi sasaran tembak. Mengingat banyak kerbau warga Bukit Pariaman itu hanya lepasliarkan di hutan,” ucap Rido, demikian Kapolsek Tenggarong Seberang itu biasa disapa.

Begitu mendapat laporan mengenai adanya 2 pemburu bersenpi laras panjang, Rido bersama sejumlah petugasnya turun ke lapangan. Ternyata, di sisi lain, Ud dan Ah mencium gelagat jika warga melapor ke polisi. Karuan saja kedua sahabat itu berusaha kabur dengan cara bersembunyi dalam hutan.

“Kami bersama warga harus mencari kedua pelaku dari jam 9 malam sampai subuh. Akhirnya Ud dan Ah ditemukan lalu ditangkap sekitar  jam 4 dini hari. Dalam keterangannya, Ud dan Ah menyebut senpi itu sebuah dibeli dari seorang kenalan di Mahulu (Kabupaten Mahakam Hulu). Sebuah lagi buatan sendiri, dari senapan angin dimodif sedemikian rupa. Sehingga bisa digunakan berpeluru asli buatan pabrik,” urai Kapolsek, lagi.

Ud menyebut sepucuk senpi dibelinya seharga Rp 2 juta. Sedangkan untuk peluru organik, dibeli dengan harga Rp 10 ribu per butir. Karuan saja atas kepemilikan senpi ilegal tersebut, Ud dan Ah terpaksa mendekam di tahanan. Keduanya dijerat Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancaman hukumannya penjara sampai 12 tahun.

“Senpi itu kami pakai untuk berburu payau (Kijang, Red) di hutan,” kata Ud maupun Ah sembari tertunduk. (idn/rin)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 30 Januari 2020 22:34

Sabu Disembunyikan dalam Ikan Asin

TENGGARONG. Seribu satu cara ditempuh para pengedar narkoba yang kini…

Kamis, 30 Januari 2020 22:27

Tim Safety Riding Honda Sasar Bontang

BONTANG. Main Dealer Astra Motor Samarinda melalui tim safety riding…

Rabu, 29 Januari 2020 10:25

Pasar SAD, Atap Bocor, Eskalator Masih Ngadat

TANJUNG REDEB. Fasilitas pasar Sanggam Adji Dilyas (SAD) Berau dikeluhkan.…

Senin, 27 Januari 2020 09:58

"Jual" ABG, Long Time Seharga Rp 2 Juta

TANJUNGREDEB. Ar (34) diciduk polisi usai transaksi bisnis prostitusi yang…

Senin, 27 Januari 2020 09:52

Kapal Ditabrak, Nelayan Tewas di Depan Anak

ANGGANA. Di saat cuaca cerah, arus sungai di Muara Mangkubur,…

Jumat, 24 Januari 2020 22:34

Bhayangkari Polres Kukar Peduli Anak

TENGGARONG. Para ibu Bhayangkari Polres Kutai Kartanegara (Kukar) dipimpin Ny…

Jumat, 24 Januari 2020 22:33

Polres Kukar Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat

TENGGARONG. Polres Kutai Kartanegara (Kukar) bertekad meningkatkan terus pelayanan ke…

Jumat, 24 Januari 2020 13:16

Nelayan Diminta Batasi Kegiatan di Laut

TANJUNG REDEB. Selama sepekan terakhir cuaca kurang bersahabat, khususnya bagi…

Senin, 20 Januari 2020 21:59

Cari Ikan, Bocah Meninggal Dunia

TANJUNG REDEB. Seorang anak berinisial Ar (10), dikabarkan meninggal dunia…

Senin, 20 Januari 2020 21:56

Banjir Buat Bupati Kebingungan

TANJUNG REDEB. Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi lama, membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers