MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Minggu, 01 Desember 2019 13:10
Penyidikan Kasus Pabrik Solar Ilegal Jalan di Tempat
Kepolisian Samarinda rupanya masih sangat kesulitan mengungkap siapa pengusaha di balik aktivitas pabrik solar ilegal yang ditemukan di sejumlah tempat. Minim saksi dan petunjuk menjadi alasan untuk membongkar jaringan ilegal tapping pipa penyalur minyak mentah milik PT Pertamina UP V Site Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar) ini.

PROKAL.CO, KARANG ASAM. Kepolisian Samarinda rupanya masih sangat kesulitan mengungkap siapa pengusaha di balik aktivitas pabrik solar ilegal yang ditemukan di sejumlah tempat. Minim saksi dan petunjuk menjadi alasan untuk membongkar jaringan ilegal tapping pipa penyalur minyak mentah milik PT Pertamina UP V Site Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar) ini.

Ilegal tapping ini merupakan muara dari aktivitas di 6 TKP penyulingan solar ilegal di Samarinda: 4 di Sambutan dan 2 di Palaran. Pengungkapan 6 TKP penyulingan ilegal oleh Satuan Tugas Gabungan (Satgas) Pertamina, TNI dan Polri yang kini tengah diselidiki Satreskrim Polresta Samarinda itu jalan di tempat.

Tiga minggu pasca terbongkarnya satu persatu tempat penyulingan ilegal itu, polisi menyatakan masih mendalami kasus tersebut. Polisi juga menegaskan dalam penanganan perkara itu, baru satu orang dari satu TKP yang dijadikan tersangka. Dia adalah AR, pemilik dan pendana penyulingan ilegal di Jalan Telkom, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan.

"Belum ada perkembangan. Kami masih melakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa. Damus mengakui jajarannya kesulitan melakukan penyelidikan. Karena tidak berbeda dengan sebelumnya, di mana polisi tidak mendapati seorang pun di 5 TKP penyulingan ilegal yang digerebek satgas.

"Hanya di satu TKP saja ada yang diamankan sehingga kami bisa menangkap dan memproses tersangka (AR, Red)," jelas Damus.

Meski terkesan lambat, namun Damus menegaskan pihaknya terus menyelidiki. Bahkan untuk memastikan siapa saja yang terlibat, sejumlah perusahaan juga dipanggil. "Kami masih menunggu klarifikasi dari perusahaan itu. Yang jelas surat pemanggilan sudah disampaikan," tandasnya.

NAIK LAGI

Pertamina EP Field Sangasanga kini akan terus gencar mengungkap kasus ini. Perluasan pencarian ini pun merambat hingga ke Kecamatan Anggana, Kukar. Hasilnya ditemukan kembali dua tempat penyulingan. Bahkan ada lokasi latihan menembak senjata api di lokasi yang ditemukan tersebut.

"Penemuan penyulingan ini sudah kami temukan yang ke-8 . Tindaklanjutnya tetap akan menyisir terus sampai ini berakhir. Kami juga sudah banyak menysinyalir lokasi lainnya, namun masih kami selidiki bersama dengan tim gabungan TNI dan Polri yang ada di kami," ujar Asistant Manager Legal & Relations Pertamina EP Sangasanga Field, Frans Hukom, kemarin.

Frans mengatakan, dirinya juga sudah mendapat laporan bahwa Polsek Anggana akan melakukan pemeriksaan pada lokasi yang ditemukan oleh Pertamina. Pertamina pun membenarkan memang benar ada lokasi latihan menembak di sekitar lokasi penyulingan tersebut.

"Harapan kami kerja sama kami dalam tim gabungan bisa menuntaskan kegiatan ini. Karena ada tempat latihan menembak. Kami juga khawatir jika benar-benar ada teroris di lokasi itu. Kami serahkan ke aparat terkait agar tidak ada konflik yang lebih besar jika memang ada teroris yang terlibat," ungkapnya.

Pertamina juga mengakuti selama ada kegiatan pengungkapan ini, produksi naik menjadi 100 barel per hari hingga 200 barel per hari. Sehingga yang tadinya 4.300 barel per hari kini sudah mencapai 4.600 barel per hari. Sehingga keuntungan yang didapat lebih besar dari sebelumnya.

"Ada peningkatan semenjak ada pengungkapan ini. Namun kami juga tak melupakan kinerja teman teman produksi yang juga berupaya meningkatkan produksi kami," kata dia.

Meski begitu, kerugian ditaksir masih di angka Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar. "Jangan sampai kami sudah berupaya meningkatkan produksi, malah dicuri oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," pungkasnya. (rm-1/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers