MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 07 November 2019 21:53
Kenalkan Permainan Tradisional

Dalam Deklarasi SRA di MI Hidayatullah Bontang

PERMAINAN TRADISIONAL. Siswa saat memainkan salah satu alat permainan tradisional.

PROKAL.CO, BONTANG. Bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak-anak. Seperti terlihat di Sekolah Madrasah ibtidaiyah (MI) Hidayatullah Kota Bontang, secara kolosal mereka memainkan beragam permainan tradisional, kamis (7/11/2019).
Bertempat di halaman sekolah, para siswa-siswi antusias mengikuti kegiatan sehari belajar di luar sekolah (a day of study outside of school). Tampak siswa asyik dan menikmati berbagai permainan tradisional yang sudah jarang mereka temui.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang, Usman mengatakan saat ini anak-anak jarang mengenal permainan tradisional yang familiar di era zaman dulu. Padahal menurut Usman, banyak sekali manfaat dari permainan tradisional. Salah satunya dapat melatih semangat kompetisi, sikap sportif. Selain itu juga melatih motorik anak.

“Mulai dari cara bermain dan peraturannya, sikap bagaimana bermain seperti sportif, sabar menunggu giliran, dan jiwa kompetisi dipraktikkan secara langsung di lapangan,” ujarnya. Tidak bisa dipungkiri, saat ini permainan tradisional semakin dilupakan oleh anak-anak. Bermain bersama teman seumuran di lapangan, sudah bergeser menjadi memegang gawai di dalam kafe atau kamar tidur serta gadget atau smartphone. Alhasil, anak-anak yang terlahir di tahun 2000-an mulai melupakan aktivitas fisik di luar ruangan.

Dampak dari kurangnya aktivitas fisik bagi anak-anak adalah kurangnya rasa empati atau simpati terhadap orang lain dan lingkungan. Bahkan, dampak terburuk si anak bisa terkena obesitas atau kekurangan vitamin D karena tidak pernah keluar rumah. "Maka dari itu, dalam kegiatan deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatullah Bontang kita latih dan kembali memperkenalkan kembali permainan-permainan lama yang mereka tidak ketahui," ungkapnya. Alhasil, dari deklarasi ini banyak permainan yang dilakukan. Seperti lompat tali, lompat karet, main enggrang, kelereng, dakon dan mainan-mainan tradisional lainnya yang hadir di era 90-an. (adv/beb)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 21:15

Perhatikan Empat Prinsip Pembangunan

SAMARINDA. Anggota DPRD Kaltim Jahidin mengatakan guna mencapai hasil yang…

Kamis, 21 November 2019 20:52

Tingkatkan Kinerja dengan Evaluasi Internal

TANJUNG REDEB. Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mampu…

Kamis, 21 November 2019 20:52

Berau Terima Penghargaan Kabupaten Sehat

TANJUNG REDEB. Kabupaten Berau kembali mencatatkan namanya di kancah nasional…

Kamis, 21 November 2019 20:51

Kaltim Lanjutkan Kerja Sama dengan DIY

YOGYAKARTA. Pemprov Kaltim dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepakat meningkatkan…

Kamis, 21 November 2019 20:50

Isran : Perbanyak Inovasi, PAD Pasti Meningkat

SAMARINDA. Gubernur Kaltim H Isran Noor mengapresiasi terobosan dan inovasi…

Rabu, 20 November 2019 21:13

Konseling Menggunakan Inovasi

BONTANG. Peringatan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke XXVI tingkat Kota…

Rabu, 20 November 2019 21:08

“Peduli dan Sayangi Keluarga Kita”

BONTANG. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang…

Rabu, 20 November 2019 21:04

Ngotot Minta Kembalikan Kewenangan

TANJUNG REDEB. Sebagai salah satu putra daerah yang berasal dari…

Rabu, 20 November 2019 20:45

Komisi II "Ngamuk" di Jober Maluang

TANJUNG REDEB. Menindak lanjuti keluhan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir,…

Selasa, 19 November 2019 22:07

Peluang Sektor Pariwisata dalam Mendongkrak PAD

YOGYAKARTA. Maju dan berkembangnya sektor pariwisata tidak lepas dari program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*