MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 18 Oktober 2019 12:59
Ini Sosok Hartoyo, Kontraktor yang Diciduk KPK

Dari Supir Truk hingga Kerjakan Proyek Jalan Poros

Hartoyo

Wajar jika KPK mengintai Hartoyo. Dalam proses lelang, perusahaan kontraktor milik pengusaha asal Bontang ini hanya duduk di peringkat ke-5. Tapi tiba-tiba justru perusahaan Hartoyo mendapatkan jatah proyek senilai Rp 115 miliar.

Pintu pagar itu terlihat terbuka. Beberapa truk bejejer. Suasana terlihat lengang. Pintu kantor ada tulisan tutup. Tapi wara–wiri karyawan terlihat jelas dari luar dan tetap ada terlihat truk–truk pengangkut pasir yang keluar–masuk. Kabar diringkusnya Hartoyo pimpinan dari PT HTT oleh KPK, cukup membuat publik Kota Taman –sebutan Bontang- kaget.

Salah satu kolega Hartoyo yakni Ir, cukup mengenal koleganya itu dengan baik. Bahkan, pada proyek yang tersandung KPK ini, dirinya juga ikut tender. Tapi kalah. Namun dia cukup kaget, jika Hartoyo mampu mendapatkan proyek ini. Padahal kata dia, secara peringkat, perusahaan Hartoyo tidak berada di peringkat 1.
“Saya lupa peringkat pastinya. Namun yang jelas, peringkat pertama itu PT Jaya Kontruksi kalau tidak salah. Makanya saya kaget juga kok dia yang dapatkan proyek ini,” kata dia kepada Sapos.

Terlepas dari kasus ini, Ir mengaku jika Hartoyo adalah pengusaha kondang yang cukup memiliki sepak terjang yang mumpuni. Dari sepengetahuannya, Hartoyo memang konsen mengerjakan proyek–proyek APBN. Itu sudah dia lakoni sejak tahun 2000-an. Segmennya yakni perbaikan jalan poros provinsi Kaltim.
“Tapi saya dengar juga dia juga dapat proyek di Palu,” katanya.

Untuk proyek yang saat ini kata Ir, Hartoyo baru mengikuti tahun ini. Pada tahun lalu karena proyek ini bersifat multiyears, Hartoyo tidak ikut lelang.
Dimata Ir, perusahaan Hartoyo cukup memiliki karir yang cemerlang. Selain biasa bergelut di proyek–proyek pemerintah, Hartoyo juga dikenal sebagai pengusaha pasir. Perusahaannya menjual pasir dan koral dengan memiliki puluhan truk. Bahkan dia juga memiliki pelabuhan sendiri. Lokasi pelabuhannya tak jauh dari lokasi kantor yang beberapa hari lalu menjadi lokasi Hartoyo ditangkap.

“Setahu saya, usahanya ya itu tadi. Proyek–proyek pemerintah, ready mix dan jual pasir juga. Dia tidak bermain di proyek–proyek perusahan swasta kecuali jual pasir tadi,” jelasnya.
Secara pribadi, Ir juga mengenal Hartoyo sebagai pekerja yang keras. Sebelum menjadi pengusaha, Ir tercatat sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta. Setelah itu, dia menjadi sopir truk yang mengangkut pasir. Dan setelah itu, pelan–pelan Hartoyo mulai merintis perusahannya.

“Ya dia orang yang ulet dan dermawan. Saya juga kaget dia ditangkap KPK. Setahu saya dia ditangkap di kantornya jam 3 sore,” ujarnya.
Sementara itu, saat media ini menyambangi kantor Hartoyo, tak banyak informasi yang didapat. Tak ada segel dari KPK pasca penangkapan. Karyawan memilih bungkam. Namun ada juga karyawan yang justru tak tahu jika Hartoyo ditangkap.

“Saya enggak tahu. Justru baru tahu dari mas ini,” ujar salah satu pekerja.
Aktivitas perusahaan yang masih berjalan normal semakin membuat dia tak sadar bila sang bos dalam ambang tersangka kasus penyuapan megaproyek senilai Rp 155 miliar.

Lebih jauh dikatakan, terakhir kali dia melihat Hty di kantor pada awal Oktober ini. Setelah itu, Hty sudah tak pernah nampak lagi.
“Mungkin sudah dua minggu tidak lihat. Kalau ada di kantor, itu ada mobilnya diparkir di depan [Kantor],” terangnya. (ifr/nha)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 15:05

Perencanaan Bontang Technopark Belum Matang, Bapelitbang Koordinasi Pusat Terkait Kewenangan

Konsep Bontang Technopark masih samar-samar. Sejauh ini belum ada perencanaan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:40

Gelombang Kedua Pandemi Pengaruhi Keuangan Daerah

JAKARTA - Performa keuangan daerah tahun ini merosot. Penyebabnya, rata-rata…

Jumat, 15 Oktober 2021 13:32

Tersulut Emosi saat Timbang Muatan, Sopir Truk CPO Tikam Rekan Kerja

BONTANG – Peristiwa berdarah terjadi di kawasan PT Energi Unggul…

Rabu, 13 Oktober 2021 14:43

Perampok Ini Ternyata Residivis Pembunuhan

BONTANG – Ketika azan berkumandang, Sukri berjalan pelan memasuki Toko…

Rabu, 13 Oktober 2021 14:37

Mengenang Perjuangan Tim Sebelas dalam Pendirian Kota Bontang

Medio 1994-1997, Tim Sebelas mulai berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna…

Selasa, 12 Oktober 2021 11:47

Kawal Pemindahan Ibu Kota Negara dengan Hukum

Ide atau gagasan pemindahan ibu kota telah terdengar sejak 3…

Selasa, 12 Oktober 2021 11:45

Proyek Bendungan Sepaku Masuk Proyek Strategis Nasional Dukung IKN

Pembangunan bendungan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:08

HARUS TEGAS, TERTIBKAN..!! Para Pendatang Bikin Hunian Liar di Bawah Jembatan

SUNGAI DAMA - Camat Samarinda Kota Anis Siswantini melakukan teguran…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:06
Petugas Rutin Lakukan Operasi Yustisi Covid-19

Tak Pakai Masker, Warga Dibuat Berkeringat

Level PPKM telah diturunkan, tapi masyarakat tetap harus disiplin terhadap…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:04

SABAR..!! Anggaran Tak Cukup, Semenisasi Jalan Dwikora Bertahap

PENINGKATAN badan Jalan Dwikora telah mengemuka sejak Desember tahun lalu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers