MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 09 Oktober 2019 11:47
Kepala Dinas Terancam 20 Tahun Penjara

Diduga Korupsi Proyek Pasar Baqa

Sulaiman Sade usai pemeriksaan.

PROKAL.CO, GUNUNG KELUA. Pejabat Pemkot Samarinda diciduk dan terpaksa mengenakan rompi tahanan berwarna oranye Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, Selasa (8/10) kemarin. Pejabat tersebut adalah Sulaiman Sade. Dia merupakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda.

Sulaiman diamankan dan dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Sempaja Samarinda. Dugaan korupsi pembangunan Pasar Baqa tahun 2014-2015 dengan nilai proyek Rp 17 miliar, menyeretnya namanya. Saat itu Sulaiman menjabat sebagai Kepala Dinas Pasar Samarinda dan berperan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Sulaiman diamankan bersama Mifatul yang merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Said, sebagai kontraktor proyek. Sebenarnya penetapan Sulaiman, Mifatul dan Said sebagai tersangka sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Namun ketiganya baru “dieksekusi” ke rutan, terhitung mulai kemarin dengan alasan untuk percepatan proses hukum.

Salah satu alasan pihak Kejaksaan tak menahan Sulaiman cs meski sudah berstatus tersangka selama ini, mereka kooperatif dalam menjalani pemeriksaan.

“Hari ini memang kami melakukan penahanan agar memudahkan dalam penanganan perkara,” tegas Kajari Samarinda Nanang Ibrahim, melalui Kasi Pidsus Zainal Effendi kepada Sapos, siang kemarin.

Dijelaskan Zainal, pengusutan kasus dugaan korupsi Pasar Baqa tersebut berlangsung sejak 2018 lalu. Dari hasil pemeriksaan saksi, diperkuat keterangan ahli terindikasi ada kerugian negara dalam proses pembangunan pasar di kawasan Samarinda Seberang tersebut.

“Kami selaku penyidik melakukan koordinasi dengan pimpinan. Dalam hal ini Kajari Samarinda dan Kajati Kaltim. Dalam keterangan ahli, kami menggandeng pihak Universitas Gajah Mada (UGM) untuk melakukan pemeriksaan fisik di TKP (Pasar Baqa, Red),” kata Zainal.

“Dan hasilnya ditemukan ada volume pembangunan proyek tak sesuai kontrak, kemudian ada juga item yang tak sesuai dengan kontrak. Ahli mengeluarkan hasil perhitungan. Di sana ada indikasi kekurangan volume pekerjaan,” kata Zainal lagi.

Selanjutnya dari penghitungan fisik yang dilakukan ahli, pihak penyidik kirim ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk audit kerugian dan dilakukan penghitungan ulang. Indikasinya ada kerugian negara kurang lebih Rp 2 miliar, dari nilai proyek sebesar Rp 17 miliar tersebut.

Ditambahkan Zainal, Sulaiman cs disangka melanggar pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor jo pasal 55 KUHP. Sulaiman Cs terancam hukuman penjara hingga 20 tahun lamanya.

 

DIAMANKAN PAKAI BAJU DINAS

 

Pantauan Sapos di Sekretariat Kejari Samarinda di Jalan M Yamin, satu persatu tersangka, termasuk Sulaiman datang sejak pukul 09.00 Wita. Selanjutnya mereka bertiga masuk ke ruang pemeriksaan Pidsus. Sekitar pukul 11.45 Wita satu persatu tersangka keluar dari ruangan di lantai dua mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dikawal pegawai kejaksaan dan anggota Brimob Batalyon B Pelopor Samarinda, bersenjata lengkap.

Mereka langsung digiring ke bus tahanan yang menunggu di halaman depan. Sulaiman terakhir keluar menggunakan baju seragam PNS berwarna cokelat dengan mengenakan masker. “Mau ngomong apalagi,” celetuk Sulaiman saat diminta tanggapan oleh sejumlah wartawan, perihal penahanannya.

Sulaiman pun kemudian ikut digiring menuju bus tahanan dan selanjutnya dibawa ke rutan, masih dengan pengawalan ketat. (rin/beb)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers