MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 05 Oktober 2019 10:32
Guru Ngaji Itu Masih Dibela

Meski Sudah Mengaku dan Diperkuat Barang Bukti

Tersangka dan barang bukti saat dibeber polisi.

PALARAN. Matahari --nama samaran—- (sebelumnya disebut Pagar) sudah mengakui perbuatannya. Bukti-bukti untuk memperkuat pengakuannya pun semakin mempertetegas apa yang sudah dilakukannya. Meski begitu, tidak semua orang-orang di sekitarnya percaya begitu saja apa yang sudah dilakukan guru ngaji berusia 29 tahun itu. Ya, Matahari kini mendekam di sel tahanan Polsek Palaran. Atas tuduhan pencabulan. Dilakukannya kepada santriawati atau muridnya mengaji.

Rasa tak percaya itu datang dari warga di Palaran yang anaknya turut belajar mengaji bersama Matahari. Sejumlah warga dan tokoh masyarakat kabarnya bahkan sempat mendatangi Polsek Palaran, karena masih belum percaya dengan tuduhan itu.

Meski ada yang pro pada Matahari, tapi polisi tetap memroses kasus pelecehan yang dialami seorang bocah 8 tahun, yang merupakan salah seorang murid mengajinya.

Polisi bahkan telah menetapkan status tersangka pada Matahari. Dia disangkakan pasal 82 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 15 tahun.

"Kami juga masih menunggu korban lainnya untuk melapor.Sesuai yang kami sampaikan bahwa berdasarkan keterangan korban (Tanaman, Red) ada sekitar 3 sampai dengan 4 korban lagi," beber Kapolsek Palaran, Kompol Nur Kholis.

Adapun yang menjadi bukti untuk menetapkan Matahari sebagai tersangka adalah hasil visum. Termasuk pakaian yang dikenakan salah satu korban: Bunga –sebelumnya disebut Tanaman (sam-sama nama samaran).

"Tersangka sebelumnya sempat mengelak, tapi akhirnya mengaku setelah kami lakukan pencocokan pengakuan serta bukti yang menjadi dasar penyelidikan," jelas Kholis.

Dalam pemeriksaan visum terdapat luka lecet pada bagian kewanitaan Bunga akibat benda tumpul.

"Korban sendiri saat ini kindisinya trauma. Bahkan tidak ingin mengaji karena selalu merasa ketakutan," pungkasnya.

Sebelumnya, Matahari yang mendapat kepercayaan sejak 8 tahun lalu menjadi marbot atau kaum masjid di wilayah Kecamatan Palaran terpaksa diamankan Polsek Palaran.

Bapak satu anak itu dituding melakukan pelecehan seksual pada seorang murid mengajinya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD.

Perbuatan itu dilakukan Pagar setiap korbannya, Tanaman tengah menunggu giliran mengaji. Pelecehan dilakukan di rumah Matahari yang berada tak jauh dari masjid.

Perbuatan itupun terbongkar Sabtu (14/9) lalu atau dua hari sebelum dilaporkan orangtua Bunga secara resmi ke Polsek Palaran, Senin (16/9) lalu.

Polisi langsung mengamankan Matahari setelah melakukan sejumlah langkah penyelidikan termasuk memperoleh bukti yang kemudian dijadikan dasar untuk menetapkan status tersangka pada Matahari.(oke/nha)


BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 10:41

Bangun Pabrik Desalinasi Air Laut, Investor Malaysia Tanam Modal USD 3 Juta, Masuk Tahap FS

BONTANG – Perusahaan asal Malaysia, MPDT Capital Brand, berencana membangun…

Sabtu, 25 September 2021 10:37

Pemkot Bontang Fokus Selesaikan Masalah Banjir

Penyelesaian masalah banjir masuk skala prioritas yang harus dikerjakan. Biaya…

Kamis, 23 September 2021 15:34

Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah, Sudah Diaudit, Kejari Sambangi Disdikbud

SENDAWAR–Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kubar, Selasa (21/9), melakukan penggeledahan di…

Minggu, 19 September 2021 10:30

Serapan Kerja Disabilitas Masih Terbatas, Tak Sesuai UU, Hanya 0,15 Persen Diterima Jadi PNS

BONTANG–Jumlah penyandang disabilitas yang bekerja di lingkungan Pemkot Bontang masih…

Rabu, 15 September 2021 10:21

Kementerian PUPR Siapkan Infrastruktur Penunjang Calon Ibu Kota Negara

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyiapkan sejumlah…

Selasa, 14 September 2021 11:31

Pemprov Dukung Pengembangan Pulau Maratua, Bangun BTS Akhir Tahun

TANJUNG REDEB –  Dalam meningkatkan kebutuhan Kecamatan Maratua menjadi destinasi…

Senin, 13 September 2021 11:07

Jatam Sesalkan Penegakan Hukum Lamban

BONTANG – Tumpukan batu bara di RT 02, Desa Martadinata,…

Kamis, 09 September 2021 12:46

BIKIN MUYAK..!! Di Kutim Banyak yang Suka Klaim Tanah

Bupati Kutai Timur mengakui saat ini masih banyak aset pemerintah…

Kamis, 09 September 2021 10:56

Saling Sanggah, Ada Masalah Diproses Lelang Proyek di Bontang

Ada prinsip kehati-hatian yang diabaikan dalam penetapan pemenang lelang tender.…

Selasa, 07 September 2021 09:53

Posko Desa jadi Ujung Tombak PPKM

JAKARTA - Pemerintah sudah mengumumkan level pemberlakuan pembatasam kegiatan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers