MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 10 September 2019 09:45
Pabrik Kosmetik Digerebek, Dilakoni Rumahan, Ilegal dan Tanpa Izin Edar
Tersangka dengan barang bukti

PROKAL.CO, KAMPUNG BAQA. Tak perlu alat mahal dan canggih untuk menghasilkan uang hingga puluhan juta rupiah. Buktinya gadis berinisial YP (25), berhasil melakukannya. Meski hanya bermodalkan baskom, toples dan mixer.

Selama 4 tahun warga Jalan Bung Tomo, Gang Hidayah RT 10, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang ini, berhasil membuat dan memasarkan produk kecantikan karyanya sendiri. Dari usaha itu, dia berhasil meraup untung Rp 2,5 juta, hingga Rp 3,5 juta per bulan.

YP tak memiliki pekerjaan lain. Tapi bisnisnya itu mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sayang usaha yang dilakoninya itu jualah yang akhirnya menghantarkannya ke balik jeruji besi rumah tahanan (Rutan) Polresta Samarinda. Ya, YP ditangkap Unit Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Satreskrim Polresta Samarinda, Kamis (5/9) lalu.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa bersama Kanit Tipideksus Ipda Reno Chandra Wibowo dan sejumlah personelnya menggerebek pabrik rumahan milik YP di Kampung Baqa.

Puluhan kosmetik racikan yang siap edar ditemukan. Polisi juga temukan bahan baku berupa berbagai macam kosmetik luar tanpa izin edar yang juga tidak dilengkapi lebel Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tak hanya itu, peralatan untuk membuat kosmetik pemutih badan dan wajah juga disita polisi sebagai barang bukti kejahatan yang dilakukan YP.

Polisi turut menyita puluhan pil pemutih yang dikirim dari luar negeri tanpa dilengkapi izin edar yang dijual YP. YP mengaku memperoleh bahan baku kosmetik itu di toko kosmetik Citra Niaga.

"Pelaku (YP, Red) kemudian kami bawa ke Polresta Samarinda untuk dimintai keterangan. Dan dia mengakui jika kosmetik yang dijualnya itu diracik sendiri dan tidak dilengkapi izin edar," beber Damus, didampingi Reno, kemarin (8/9).

Untuk memuluskan usaha ilegalnya itu, YP memanfaatkan media sosial Istagram (IG) dengan nama akun @yunitalotion. Sayang akun medsos itu terkunci sehingga sulit bagi media melacaknya.

"Pemasarannya tidak hanya di Samarinda dan sekitarnya. Tapi juga sudah sampai Jakarta, Palembang dan Surabaya serta sejumlah kota besar lainnya," jelas Damus.

Sama halnya dengan kosmetik lainnya, YP juga menjual kosmetik racikannya dengan harga berbeda-beda. Tergantung beratnya.

"Ada yang 500 gram, 200 gram dan 100 gram. Tergantung pesanan. Harganya pun berpariasi antara Rp 200 ribu dan Rp 150 ribu," ujar Damus.

Mengurus izin edar dan membuat izin kesehatan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah tersirat di benak YP. Tapi selama 4 tahun melakoni bisnisnya itu dia berdalih tak pernah sempat mengurus izin yang dimaksud.

"Saya tahu cara membuatnya. Diberi tahu penjual kosmetik yang jadi bahan bakunya," tutur YP.

Diakui YP, selama 4 tahun melayani pelangganya belum pernah ada satupun yang complain. Meski produk yang diolahnya sendiri takaran yang sesuai kadar dan dicampur bahan yang tak jelas.

"Campurannya hanya perkiraan saja. Contoh membuat hand body 1 pak bibit pemutih, saya campur dengan 1 pak cream pemutih siang dan malam," jelas YP.

Ironisnya, YP menyadari apa yang dilakukannya itu salah. Bahkan YP sudah sering mengetahui banyaknya penjual kosmetik ilegal yang ditangkap.

"Iya. Saya tahu," ujar YP, yang tak melanjutkan alasannya tetap melakoni bisnis ilegal itu.

19 Agustus lalu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda juga merilis hasil menyita 5.967 kosmetik berbahaya dan tak mengantongi izin edar. Ribuan kosmetik itu terbagi dalam 300 item. Disita dari sejumlah tempat di Samarinda hingga di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Penindakan dilakukan petugas berdasarkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Petugas yang mencium adanya peredaran kosmetik berbahaya serta tak dilengkapi izin edar, lantas bergerak ke sejumlah tempat.

Terdapat 16 tempat yang menjadi target petugas. Yakni pedagang di pasar tradisional yang menjual kosmetik, toko dan kegiatan menjual kosmetik yang di media sosial (Medsos).

Dari seluruh penjual yang diperiksa itu, 10 diantaranya dipastikan menjual kosmetik tanpa izin. Petugas lantas melakukan penyitaan pada kosmetik berbahaya itu.

Dari penjual yang dinyatakan telah menjual kosmetik berbahaya itu, salah satunya bahkan pernah diproses kasus serupa pada 2016 lalu. Dia adalah pemilik Toko RI yang berjualan di Pasar Pagi. Sedangkan dua penjual online di Mahulu berinisial SOS dan BB.

"Ada juga kosmetik racikan yang diproduksi sendiri. Kosmetik ini sangat berbahaya. Meski menggunakan bahan kosmetik yang tidak berbahaya, tapi ketika dicampurkan maka akan menimbulkan senyawa kimia baru," terang Kepala BBPOM Samarinda, Leonard Duma.

Hal berbahaya lainnya pada kosmetik racikan adalah cara pembuatannya yang filakukan dan tidak higienis. Sehingga terdampak kandungan mikroba yang tinggi.

"Dan juga mengandung merkuri atau air raksa yang sangat membahayakan. Artinya bahan kosmetik ini mengandung bahan yang berbahaya. Bisa menyebabkan kanker. Karena dari pori-pori bisa masuk ke darah," jelas Leonard.

Bisnis penjualan kosmetik memang menggiurkan. Buktinya nilai kosmetik yang disita mencapai Rp 183 juta.

"Untuk dari mana asal kosmetik ini kami belum bisa memastikan. Karena bisa jadi yang tertulis dari kemasan menyebutkan dari salah satu negara, tapi ternyata itu tidak benar. Setelah ditelusuri produksi hanya dilakukan di suatu daerah di dalam negeri," ujar Leonard. (oke/nha)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 30 Agustus 2019 11:45

Auuuuu..!! Waria dan PSK Digaruk Satpol, Ehh Ada Dua yang Terindikasi HIV

CITRA NIAGA. Komplek Citra Niaga yang telah ditata masih saja…

Kamis, 29 Agustus 2019 17:12

ABG Layani Pria Hidung Belang

  TANJUNG REDEB. Polres Berau berhasil mengungkap kasus eksploitasi anak…

Kamis, 29 Agustus 2019 17:10

Curi Mobil untuk Jual Bensin

SAMARINDA KOTA. Polisi memastikan Zainal bukan spesialis atau orang yang…

Rabu, 28 Agustus 2019 17:34

Tambun, Pencuri Mobil Gagal Kabur

SAMARINDA KOTA. Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mungkin sudah sangat…

Rabu, 28 Agustus 2019 17:30

Anggaran Hilang Misterius

TENGGARONG. Sejak 2018 lalu jalan penghubung antara Kecamatan Sebulu dengan…

Selasa, 27 Agustus 2019 15:00

Polisi Bongkar Septic Tank, Ternyata Ada...

TANAH MERAH. Memberantas jaringan gelap narkoba tak hanya berhadapan dengan…

Selasa, 27 Agustus 2019 14:57

Tunggu Pembeli Sabu Sambil Berjudi, Ya Ditangkap..!!

KARANG ASAM. Hampir setiap malam sekelompok pemuda menganggu waktu istirahat…

Senin, 26 Agustus 2019 16:37

Jenazah Pemuda Terapung di Mahakam

TENGGARONG. Minggu (25/8) pagi, sekira pukul 07.00 Wita, warga Desa…

Senin, 26 Agustus 2019 12:13

Angkut Koral, Tugboat Mendadak Miring dan Karam, 1 ABK Hilang

TENGGARONG. Naas menimpa Tugboat atau kapal tarik Lius Perkasa yang…

Senin, 26 Agustus 2019 12:12

Maling Mobil Melawan, Menikam Polisi Pakai Gunting, Doorrrr...!! Terkapar

SAMARINDA KOTA. Rasa sakit harus dua kali dirasakan Meswanto alias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*