MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 04 September 2019 11:34
Pakai Sabu, Lurah Simpang Pasir Divonis 5,5 Tahun

Status ASN Memberatkan Putusan Hakim

Ade dinyatakan bersalah.

GUNUNG KELUA. M Sapriadi (42) tak bersuara. Dia sempat terdiam. Tatapan Sapriadi yang menjabat sebagai Lurah Simpang Pasir saat ditangkap anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim karena kasus narkoba.

Ketika itu Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Agung Sulistiyono meminta Sapriadi menanggapi vonis yang dibacakan, Selasa (3/9) sore. Majelis hakim sepakat menjatuhkan vonis penjara 5,5 tahun ditambah denda Rp 800 juta subsider 4 bulan kurungan jika tak mampu membayarnya. Sapriadi juga diharuskan membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Majelis hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kaltim M Mae, soal penerapan pasal 112 Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Hal yang memberatkan, Sapriadi berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dianggap tak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

“Majelis hakim mempertimbangkan hal meringankan, terdakwa (Sapriadi, Red) sopan selama persidangan,” celetuk Agung.

Sebenarnya JPU menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 7 tahun ditambah denda Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan.

Senasib dengan Sapriadi, oknum ASN lain yang bertugas di Bagian Humas dan Protokoler Setkot Samarinda bernama Masjedi alias Jedi (40) juga divonis hakim. Vonisnya pun sama. Keduanya merupakan dua sekawan yang dibekuk di lokasi dan waktu yang sama.

Atas putusan tersebut, baik Masjedi maupun Sapriadi menyatakan pikir-pikir. “Saya pikir-pikir yang mulia,” ujar Sapriadi, setelah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya Titin.

Sementara JPU juga menanggapinya dengan menyatakan pikir-pikir. “Kami masih pikir-pikir juga,” celetuk JPU.

Untuk diketahui, Sapriadi dan Masjedi digerebek anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, Kamis (21/3) pukul 17.30 Wita. Keduanya tertangkap tangan sedang pesta sabu. BNNP Kaltim melakukan penggerebekan di tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Masjedi di Jalan dr Soetomo, Gang 1, RT 29, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu.

Kedua PNS ini tak bisa menyangkal. Karena ditemukan barang bukti sabu di rumah tersebut. Selanjutnya kedua PNS ini digelandang menuju markas BNNP Kaltim di Jalan Rapak Indah, Sungai Kunjang.

Tertangkapnya oknum PNS tersebut berdasarkan informasi warga yang kerap melihat keduanya mondar-mandir di dalam rumah dengan gerak-gerik mencurigakan. Sapriadi alias Ade sebelumnya sempat bertugas sebagai ajudan Wali Kota Samarinda periode 2000-2005/2005-2010 (alm) Achmad Amins, selama beberapa tahun. Sedangkan Masjedi merupakan PNS golongan IIA di Bagian Humas dan Protokol Setkot Samarinda.

Saat petugas masuk ke rumah kayu di kediaman Masjedi, yang terletak di salah satu kawasan padat permukiman itu, keduanya tampak sedang menggunakan sabu. Di depan keduanya terdapat alat isap. Lengkap dengan satu poket sabu.

Kaget dengan kedatangan petugas, keduanya hanya bisa terdiam. Terlebih barang bukti yang menunjukkan kesalahan mereka terpampang jelas di hadapan petugas. Tanpa basa-basi lagi, petugas langsung melakukan penggeledahan ke seluruh ruangan, lalu mengamankan keduanya.

Beberapa hari setelah tertangkap, jabatan Ade sebagai Lurah Simpang Pasir langsung dinonaktifkan. Setelah vonis tersebut, Ade dan Jedi hampir pasti akan dicopot statusnya sebagai ASN. (rin)


BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 10:41

Bangun Pabrik Desalinasi Air Laut, Investor Malaysia Tanam Modal USD 3 Juta, Masuk Tahap FS

BONTANG – Perusahaan asal Malaysia, MPDT Capital Brand, berencana membangun…

Sabtu, 25 September 2021 10:37

Pemkot Bontang Fokus Selesaikan Masalah Banjir

Penyelesaian masalah banjir masuk skala prioritas yang harus dikerjakan. Biaya…

Kamis, 23 September 2021 15:34

Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah, Sudah Diaudit, Kejari Sambangi Disdikbud

SENDAWAR–Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kubar, Selasa (21/9), melakukan penggeledahan di…

Minggu, 19 September 2021 10:30

Serapan Kerja Disabilitas Masih Terbatas, Tak Sesuai UU, Hanya 0,15 Persen Diterima Jadi PNS

BONTANG–Jumlah penyandang disabilitas yang bekerja di lingkungan Pemkot Bontang masih…

Rabu, 15 September 2021 10:21

Kementerian PUPR Siapkan Infrastruktur Penunjang Calon Ibu Kota Negara

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyiapkan sejumlah…

Selasa, 14 September 2021 11:31

Pemprov Dukung Pengembangan Pulau Maratua, Bangun BTS Akhir Tahun

TANJUNG REDEB –  Dalam meningkatkan kebutuhan Kecamatan Maratua menjadi destinasi…

Senin, 13 September 2021 11:07

Jatam Sesalkan Penegakan Hukum Lamban

BONTANG – Tumpukan batu bara di RT 02, Desa Martadinata,…

Kamis, 09 September 2021 12:46

BIKIN MUYAK..!! Di Kutim Banyak yang Suka Klaim Tanah

Bupati Kutai Timur mengakui saat ini masih banyak aset pemerintah…

Kamis, 09 September 2021 10:56

Saling Sanggah, Ada Masalah Diproses Lelang Proyek di Bontang

Ada prinsip kehati-hatian yang diabaikan dalam penetapan pemenang lelang tender.…

Selasa, 07 September 2021 09:53

Posko Desa jadi Ujung Tombak PPKM

JAKARTA - Pemerintah sudah mengumumkan level pemberlakuan pembatasam kegiatan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers