MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 23 Agustus 2019 10:57
Picu Kanker, Kosmetik Disita, Capai Rp 183 Juta
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda, menyatakan telah menyita 5.967 kosmetik berbahaya dan tak mengantongi izin edar. Ribuan kosmetik itu terbagi dalam 300 item. Disita dari sejumlah tempat di Samarinda hingga di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

PROKAL.CO, SAMARINDA KOTA. Senin (19/8) lalu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda, menyatakan telah menyita 5.967 kosmetik berbahaya dan tak mengantongi izin edar. Ribuan kosmetik itu terbagi dalam 300 item. Disita dari sejumlah tempat di Samarinda hingga di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Penindakan dilakukan petugas berdasarkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Petugas yang mencium adanya peredaran kosmetik berbahaya serta tak dilengkapi izin edar, lantas bergerak ke sejumlah tempat.

Terdapat 16 tempat yang menjadi target petugas. Yakni pedagang di pasar tradisional yang menjual kosmetik, toko dan kegiatan menjual kosmetik yang di media sosial (Medsos).

Dari seluruh penjual yang diperiksa itu, 10 diantaranya dipastikan menjual kosmetik tanpa izin. Petugas lantas melakukan penyitaan pada kosmetik berbahaya itu.

Dari penjual yang dinyatakan telah menjual kosmetik berbahaya itu, salah satunya bahkan pernah diproses kasus serupa pada 2016 lalu. Dia adalah pemilik Toko RI yang berjualan di Pasar Pagi. Sedangkan dua penjual online di Mahulu berinisial SOS dan BB.

"Ada juga kosmetik racikan yang diproduksi sendiri. Kosmetik ini sangat berbahaya. Meski menggunakan bahan kosmetik yang tidak berbahaya, tapi ketika dicampurkan maka akan menimbulkan senyawa kimia baru," terang Kepala BBPOM Samarinda, Leonard Duma.

Hal berbahaya lainnya pada kosmetik racikan adalah cara pembuatannya yang filakukan dan tidak higienis. Sehingga terdampak kandungan mikroba yang tinggi.

"Dan juga mengandung merkuri atau air raksa yang sangat membahayakan. Artinya bahan kosmetik ini mengandung bahan yang berbahaya. Bisa menyebabkan kanker. Karena dari pori-pori bisa masuk ke darah," jelas Leonard.

Bisnis penjualan kosmetik memang menggiurkan. Buktinya nilai kosmetik yang disita mencapai Rp 183 juta.

"Untuk dari mana asal kosmetik ini kami belum bisa memastikan. Karena bisa jadi yang tertulis dari kemasan menyebutkan dari salah satu negara, tapi ternyata itu tidak benar. Setelah ditelusuri produksi hanya dilakukan di suatu daerah di dalam negeri," ujar Leonard.

Dalam pengungkapan kosmetik berbahaya dan ilegal itu, selanjutnya, BBPOM akan berkoordinasi dengan Polresta Samarinda dalam penanganan perkara tersebut.

"PPNS (penyidik pegawai negeri sipil, Red) kami berada di bawah pengawasan polisi yakni Kasat Reskrim Polres Samarinda. Jadi penganannya langsung polisi,” pungkasnya. (oke/nha)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 22:26

Jaang Berharap Oktober Sudah Rampung Semua

DARI 59 Kelurahan di Samarinda, saat ini telah terbentuk 57…

Selasa, 17 September 2019 22:25

Berkas Lengkap untuk PDI-P dan Golkar

HINGGA saat ini, bakal calon wali kota yang menyerahkan berkas…

Selasa, 17 September 2019 22:05

Tangkal Stunting dengan Menyusui

Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Workshop di Lamin…

Selasa, 17 September 2019 22:04

Diikuti Ribuan Anak

SEBANYAK 1.000 anak usia dini memadati halaman Kantor Kecamatan Loa…

Selasa, 17 September 2019 22:02

Ingatkan Warga Tidak Bakar Lahan

Komandan Kodim (Dandim) 0901/Smd, Kolonel Kav Tomi Kaloko Utomo meninjau…

Selasa, 17 September 2019 22:01

Evaluasi Sekolah yang Mulai Kendor!

Sebanyak 85 pembina Unit Kesehatan Sekolah dan Madrasah (UKS/M) mulai…

Selasa, 17 September 2019 18:44

Pengguna Genio Nobar Movie di XXI

Main Diler Astra Motor Samarinda  menggelar community event bertajuk Genio…

Senin, 16 September 2019 22:28

Smada Cup 2019 Sukses Digelar

KOMPETISI olahraga yang digelar oleh SMAN 2 Samarinda dalam kegiatan…

Senin, 16 September 2019 22:27

Ponpes Tebuireng Hadir di Samarinda

PELETAKAN batu pertama Pondok Pesantren (ponpes) Tebuireng Samarinda yang ke-15…

Senin, 16 September 2019 22:26

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Funwalk

DEPUTI Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*