MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 23 Agustus 2019 10:57
Picu Kanker, Kosmetik Disita, Capai Rp 183 Juta
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda, menyatakan telah menyita 5.967 kosmetik berbahaya dan tak mengantongi izin edar. Ribuan kosmetik itu terbagi dalam 300 item. Disita dari sejumlah tempat di Samarinda hingga di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

PROKAL.CO, SAMARINDA KOTA. Senin (19/8) lalu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda, menyatakan telah menyita 5.967 kosmetik berbahaya dan tak mengantongi izin edar. Ribuan kosmetik itu terbagi dalam 300 item. Disita dari sejumlah tempat di Samarinda hingga di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Penindakan dilakukan petugas berdasarkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Petugas yang mencium adanya peredaran kosmetik berbahaya serta tak dilengkapi izin edar, lantas bergerak ke sejumlah tempat.

Terdapat 16 tempat yang menjadi target petugas. Yakni pedagang di pasar tradisional yang menjual kosmetik, toko dan kegiatan menjual kosmetik yang di media sosial (Medsos).

Dari seluruh penjual yang diperiksa itu, 10 diantaranya dipastikan menjual kosmetik tanpa izin. Petugas lantas melakukan penyitaan pada kosmetik berbahaya itu.

Dari penjual yang dinyatakan telah menjual kosmetik berbahaya itu, salah satunya bahkan pernah diproses kasus serupa pada 2016 lalu. Dia adalah pemilik Toko RI yang berjualan di Pasar Pagi. Sedangkan dua penjual online di Mahulu berinisial SOS dan BB.

"Ada juga kosmetik racikan yang diproduksi sendiri. Kosmetik ini sangat berbahaya. Meski menggunakan bahan kosmetik yang tidak berbahaya, tapi ketika dicampurkan maka akan menimbulkan senyawa kimia baru," terang Kepala BBPOM Samarinda, Leonard Duma.

Hal berbahaya lainnya pada kosmetik racikan adalah cara pembuatannya yang filakukan dan tidak higienis. Sehingga terdampak kandungan mikroba yang tinggi.

"Dan juga mengandung merkuri atau air raksa yang sangat membahayakan. Artinya bahan kosmetik ini mengandung bahan yang berbahaya. Bisa menyebabkan kanker. Karena dari pori-pori bisa masuk ke darah," jelas Leonard.

Bisnis penjualan kosmetik memang menggiurkan. Buktinya nilai kosmetik yang disita mencapai Rp 183 juta.

"Untuk dari mana asal kosmetik ini kami belum bisa memastikan. Karena bisa jadi yang tertulis dari kemasan menyebutkan dari salah satu negara, tapi ternyata itu tidak benar. Setelah ditelusuri produksi hanya dilakukan di suatu daerah di dalam negeri," ujar Leonard.

Dalam pengungkapan kosmetik berbahaya dan ilegal itu, selanjutnya, BBPOM akan berkoordinasi dengan Polresta Samarinda dalam penanganan perkara tersebut.

"PPNS (penyidik pegawai negeri sipil, Red) kami berada di bawah pengawasan polisi yakni Kasat Reskrim Polres Samarinda. Jadi penganannya langsung polisi,” pungkasnya. (oke/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:02

Soal Tenaga Honorer, Diserahkan ke OPD

SAMARINDA. Polemik penghapusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:01

Terekam CCTV, Maling Ini Ngga Bisa Ngelak Ketika Ditangkap

SIDODADI. Menghirup udara bebas sepertinya tak disukai M Ramadan. Pemuda…

Jumat, 31 Januari 2020 21:35

Happy Hours, Konsep Baru Celcius Merangkul Segmen Baru

BERSANTAI sore melepas penat selepas kerja, sudah menjadi gaya hidup…

Kamis, 30 Januari 2020 22:48

Gitu Dong, Tegas..!! Kembali Buka Lapak, Bakal Langsung Dibongkar

SIDODAMAI. Seolah tak ingin kecolongan, Satpol PP Kota Samarinda kembali…

Kamis, 30 Januari 2020 22:46

Bote..!! Bilang Stok Sabu Kosong, Pelanggan Diberi Tawas

SUNGAI PINANG. Julukan Kampung Narkoba yang disematkan di Gang Pulau…

Rabu, 29 Januari 2020 22:39

RUU Investasi Harus Sejalan dengan Peningkatan SDM Lokal

SAMARINDA. Banyaknya potensi serta ketertarikan investor menanamkan modalnya di Kaltim,…

Rabu, 29 Januari 2020 22:17

Kembangkan Hobi Dansa hingga Juara

SALAH satu siswa SMP Negeri 1 Samarinda yang mengharumkan nama…

Rabu, 29 Januari 2020 22:10

Interkoneksi Pipa Terkendala

INTERKONEKSI pipa PDAM Tirta Kencana Samarinda diameter 400 mm jenis…

Rabu, 29 Januari 2020 10:27

Camat Bilang, PKL Jalan Jelawat Memang Babal..!!

SIDODAMAI. Razia sudah dilakukan. Imbauan maupun pengarahan aparat Kecamatan Samarinda…

Rabu, 29 Januari 2020 10:23

Pembangunan Gedung Kejari Samarinda Disorot Anggota DPRD, Katanya Gedung Masih Layak dan Tak Prioritas

GUNUNG KELUA. Rencana pembangunan ulang Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers