MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 22 Agustus 2019 10:59
Ahli Cetak KTP-el Palsu Diringkus

Alasan Pelanggan: Ngurus di Capil Kelamaan

Tersangka Adi Irsandi

PROKAL.CO, SUNGAI PINANG DALAM. Adi Irsandi memiliki keahlian mencetak stiker, kartu nama, undangan, spanduk dan sejenisnya. Di balik keahliannya itu, justru digunakan untuk hal-hal berbau criminal.

Dengan mengandalkan seperangkat komputer dilengkapi pinter dan scanner, Adi Irsandi mulai melakoni usaha ilegal yang menjadi pendapatan sampingan. Pria 44 tahun itu menggeluti bisnis pembuatan KTP elektronik (KTP-el), Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB). Tentu saja surat-surat penting itu dipalsukan.

Adi tinggal Jalan Proklamasi 2-3, RT 55, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang. Bisnis itu sudah digeluti sejak 2018. Namun Senin (19/8) lalu, Polsek Samarinda Seberang berhasil membongkar praktik illegal bapak satu anak ini.

Polisi menangkap Adi karena nyanyian salah seorang penadah motor curian yang pernah memesan STNKB paslu untuk melengkapi motor bodong alias curian.

Dari situ polisi kemudian mendalami dan melakukan penyelidikan serta penggeledahan rumah Adi.

"Dia (Adi, Red) memanfaatkan garasi rumahnya sebagai tempat mencetak surat-surat palsu itu. Kami lakukam penangkapan subuh ketika dia sedang sibuk menyeting pembuatan STNKB palsu," beber Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa, didampingi Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang, Iptu Teguh Wibowo.

Dari tempat pembuatan surat penting yang termasuk palsu itu, polisi menyita 31 lembar blangko KTP-el bekas yang datanya sudah dihapus menggunakan kertas amplas. Juga mengamankan selembar blangko SIM yang juga sudah di amplas dan beberapa lembar keras tercetak STNKB kosong.

"Pembuatan KTP-el dilakukan pelaku berdasarkan surat keterangan (Suket) sah yang diterbitkan Disdukcapil. Jadi untuk rekam data pemilik KTP-el ada. Meski begitu pelaku tidak memiliki wewenang untuk menerbitkan KTP-el dengan fisik yang sudah jadi seperti ini karena itu juga disebut pemalsuan," terang Damus.

Pemalsuan yang sangat nyata tampak pada SIM dan STNKB. Yang mana sama sekali tidak ada data orang yang memesannya terekam di SATPAS SIM maupun SAMSAT.

"Untuk pembuatan KTP-el, SIM dan STNKB pelaku membandrol tarif Rp 100 ribu sampai dengan Rp 200 ribu per lembar. Pelaku memasarkan dari mulut ke mulut. Tidak menggunakan medsos atau sarana media lainnya," jelas Damus.

Polisi tengah mendalami seberapa banyak KTP-el, SIM dan STNKB dicetak oleh Adi. Penyelidikan serius dilakukan polisi khusus pada STNKB yang diyakini dipesan pemilik kendaraan bodong.

"Dalam penangkapan pelaku kami juga menemukan dua alat isap berupa bong dan 3 bungkus plastik sisa sabu. Seluruh barang bukti kami temukan di ruang kerjanya," pungkas Damus.

Sementara itu, Adi berkilah setiap KTP-el, SIM dan STNKB yang dibuatnya selalu gagal dan belum pernah ada diambil oleh pemesannya. "Itu juga baru jadi satu. Tapi belum diambil pemesannya," kata Adi seraya menunjuk satu KTP-el yang telah jadi.

Adi beralasan dirinya hanya ingin membantu orang yang memesan ketiga jenis kartu dan surat penting itu. Karena dia sering bertanya alasan pelanggannya.

"Seperti KTP-el katanya kalau menunggu dari Capil (catatan sipil, Red) lama. Karena ada keperluan makanya mereka minta dibuatkan," ujar Adi. Namun Adi tak bisa menjawab mengapa mau membuatkan SIM dan STNKB. "Itu baru coba-coba. Belum ada yang tercetak," kata Adi. Untuk memesan KTP-el atau SIM, Adi mewajibkan pemesan membawa bahan berupa KTP-el dan SIM bekas.

"Karena bahan itu susah dicari. Saya cuma buatkan tulisannya menggunakan plastik foto yang kemudian diprint setelah discaner dan didesain di komputer," pungkasnya. (oke/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers