MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Kamis, 15 Agustus 2019 15:48
Pemkot Ambil Alih 4 Pasar

Investor Angkat Tangan Mengelola

BAKAL DIKELOLA PEMKOT. Segiri Grosir, salah satu pasar yang segera diambil- alih Pemkot Samarinda untuk dikelola.

PROKAL.CO, SAMARINDA KOTA. Sejumlah pasar kini menjadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasalnya, ada beberapa investor yang angkat tangan dalam membangun hingga mangkrak. Sehingga Pemkot Samarinda diminta mengambil alih kewenangannya.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin. Ada empat pasar yang segera diambil alih yakni Segiri Grosir, Pasar Pagi Metro, Pasar Sungai Dama dan Pasar Kedondong. Sugeng memastikan akan ada adendum yang dilakukan pemkot dengan pihak investor, karena masa pembangunan mereka telah habis.
Sistem perjanjian pembangunan antara pemkot dengan investor yaitu dengan Build, Operate, Transfer (BOT), artinya investor diminta membangun pasar, mengoperasikannya kemudian melimpahkannya kepada pemerintah kota dalam jangka waktu tertentu. "Kalau sudah habis masa berlakunya, akan menjadi aset pemerintah," bebernya.
Sugeng meyakini proses penyerahan aset dari investor kepada pemkot akan dilakukan setelah diperiksa Inspektorat Daerah (Itda). Setelah itu dialihkan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). "Setelah sah jadi aset pemerintah, lalu diserahkan kepada Dinas Perdagangan untuk mereka kelola," tutur mantan Asisten II ini.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Marnabas menyebut, jangka waktu bagi investor di Pasar Sungai Dama maupun Segiri Grosir telah habis. "Setelah diserahkan ke kami, maka kami akan kelola termasuk pedagang yang berhamburan di Jalan Jelawat. Semua akan kami tata," bebernya.
Ia mengakui penataan Pasar Sungai Dama adalah tantangan terbesar pihaknya. "Karena di sana masih banyak yang kosong tapi di luar berhamburan," jelasnya.
Hal ini sama dengan nasib Segiri Grosir. Sementara masa kerja investor Pasar Pagi Metro saat ini belum berakhir, namun investor sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Samarinda. Sedangkan Pasar Kedondong masa berlakunya tinggal dua tahun lagi.
Marnabas mengaku akan lebih ketat terhadap pengelolaan pasar agar tidak merugikan pemerintah. "Karena untuk mengatur pedagang itu perlu pemerintah yang tegas," pungkas Marnabas. (hun/nin)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 05 September 2019 17:02

Air Asin Masuk, Tak Memengaruhi Produksi Dua IPA

BANTUAS. Kadar klorida air yang tinggi hingga memaksa PDAM Tirta…

Rabu, 04 September 2019 15:20

Siaga 24 Jam

SAMARINDA UTARA. Kebakaran lahan (karla) menjadi perhatian semua pihak. Termasuk…

Rabu, 04 September 2019 15:11

Gagal Menghidar, Belasan Terjaring

AIR PUTIH. Belasan pemotor yang melintas di Jalan Juanda, Kelurahan…

Rabu, 04 September 2019 15:03

Terbentur Pembebasan Lahan Warga

RAPAK DALAM. Kemacetan yang kerap terjadi di simpang empat Jalan…

Rabu, 04 September 2019 14:59

Dishub Tunggu Pelimpahan dari Diskominfo

SAMARINDA KOTA. Kota Samarinda kini dilengkapi 25 unit CCTV yang…

Selasa, 03 September 2019 15:10

Tak Berfungsi karena Rusak

RAPAK DALAM. Simpang empat yang menghubungkan Jalan Sultan Hasanuddin, HOS…

Jumat, 30 Agustus 2019 11:43

Kelakuan Pemotor Saat Ada Razia, Pura-pura Belanja di Warung

SUNGAI KELEDANG. Usai gelar pasukan Operasi Terpusat Patuh Mahakam 2019…

Kamis, 29 Agustus 2019 17:15

Angkut 8.800 Kubik Lumpur

SIDODADI. Pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) telah berjalan satu bulan…

Kamis, 22 Agustus 2019 15:13

Dewan Yakin Tuntas Tahun Ini

SAMARINDA. DPRD Kaltim meyakini proyek pembangunan Jembatan Mahakam IV atau…

Rabu, 21 Agustus 2019 22:16

Wali Kota Tinjau RPU Tanah Merah

KEBUTUHAN daging ayam di kalangan masyarakat kota Samarinda cukup banyak.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*