MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Jumat, 19 Juli 2019 13:50
Warga Gang Nibung Mulai Pindah

Belum Ada Sosialisasi soal Santunan

NORMALISASI SUNGAI. Di saat pengerukan SKM terus berjalan, permasalahan sosial berupa dana santunan dan pendataan warga justru belum tuntas.

PROKAL.CO, GANG NIBUNG. Pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Gang Nibung yang menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim terus berjalan. Namun mengenai persoalan sosial yakni dana santunan bagi warga yang rumahnya direlokasi, hingga kini belum ada kejelasan. 

Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin tak menampik jika pihaknya masih melakukan proses pendataan. Sedangkan proses pendataannya juga menunggu pengesahan APBD Perubahan Kota Samarinda 2019. “Karena kita juga harus mengukur ulang, foto segala macam. Tapi ini masih menunggu surat perintah Pak Gubernur (Isran Noor)," ujar Sugeng (18/7).

Menurutnya, dalam penanganan sosial, pemkot berkaca pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62/2018. Dalam aturan tersebut dijelaskan penanganan dampak sosial dilakukan tim terpadu mulai dari gubernur hingga instansi terkait.

"Secara aturan dari perpres memang harus demikian, karena kegiatan ini juga berjalan dari kerja tim terpadu. Maka semuanya harus dikoordinasikan dengan pemprov," tegasnya.

Meski demikian, pemkot sudah mengupayakan agar seluruh warga di kawasan Gang Nibung hingga ke belakang Pasar Segiri mau mengosongkan huniannya paling lambat hingga 30 Juli. "Ya, itu (di belakang Pasar Segiri) secepatnya lah akan kita tertibkan. Yang pasti kalau sudah ada surat perintah dari gubernur turun, langsung kita selesaikan," paparnya.

Terpisah, Lurah Sidodadi Tri Andarmo mengaku hingga saat ini sudah ada beberapa warganya yang mulai mengosongkan rumah mereka. Namun ia juga tidak bisa memastikan apakah warga tersebut sebagai pemilik maupun penyewa. "Karena hingga saat ini belum ada kabar mengenai dana santunan. Sebab ini masih menunggu dari pihak terkait juga," jelas Tri.

Meski demikian, berdasarkan laporan yang masuk sementara sudah ada 10-11 orang warga dari RT 26 yang bersedia pindah. Mereka terpaksa pindah karena telah mendapat surat peringatan layaknya warga lainnya.

"Mungkin saja warga yang sudah pergi itu hanya penyewa. Yang pasti khusus Keluruhan Sidodadi belum ada upaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi kalau memang harus ya mereka akan menunggu," pungkas Tri. (hun/nin)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 22:16

Wali Kota Tinjau RPU Tanah Merah

KEBUTUHAN daging ayam di kalangan masyarakat kota Samarinda cukup banyak.…

Selasa, 20 Agustus 2019 15:50

Direlokasi, Pedagang Keluhkan Sempit dan Kotor

SIDODADI. Para pedagang daging di Pasar Segiri mengeluh karena mereka…

Kamis, 15 Agustus 2019 15:48

Pemkot Ambil Alih 4 Pasar

SAMARINDA KOTA. Sejumlah pasar kini menjadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan…

Rabu, 14 Agustus 2019 16:36

Akses ke Jembatan Mahakam IV Ditutup, Ini Alasannya...

KARANG ASAM. Dinas PUPR-PERA Kaltim akhirnya bereaksi terhadap aksi sejumlah…

Selasa, 13 Agustus 2019 15:18

Plang Larangan Jembatan Kembar Diterobos

KARANG ASAM. Keselamatan tak lagi dipedulikan warga. Mereka yang tak…

Selasa, 13 Agustus 2019 15:15

SKM Timbulkan Bau Tak Sedap

SUNGAI DAMA. Musim kemarau membuat air Sungai Karang Mumus (SKM)…

Senin, 12 Agustus 2019 15:11

Penjualan Hewan Kurban Meningkat

SAMARINDA. Penjualan hewan kurban di Kalim tahun ini meningkat. Bahkan…

Jumat, 09 Agustus 2019 13:08

Waspada! 131 Titik Panas di Kaltim

SAMARINDA KOTA. Memasuki puncak musim panas di Agustus ini, Badan…

Kamis, 08 Agustus 2019 17:21

Nasib Museum Samarinda, Belum Beroperasi, Mulai Rusak

Sejumlah proyek di Samarinda terkesan dieksekusi tanpa perencanaan yang matang.…

Selasa, 06 Agustus 2019 16:27

Soroti soal Keluhan Pelanggan

BALAI KOTA. Keluhan pelanggan menjadi fokus utama Tim Evaluasi Perusda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*