MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 09 Juli 2019 16:41
Belum Ada Kegiatan di Lokasi

Hari Ini Wali Kota Cek ke Lapangan

MOLOR. Rencana pengerukan SKM segmen Gang Nibung yang seharusnya berlangsung kemarin (8/7), ternyata belum berjalan. ZAKARIAS/SAPOS

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Gang Nibung-Perniagaan yang sedianya dilakukan kemarin (8/7), ternyata belum berjalan. Dari pantauan harian ini di lokasi kemarin, tak ada aktivitas orang maupun alat berat lazimnya pengerjaan proyek besar. Padahal berdasarkan kesepakatan dalam rapat terakhir di Rumah Jabatan Wali Kota pekan lalu, pengerukan dimulai kemarin. 

Menyikapi hal ini, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang memastikan timnya segera mengecek langsung kendala yang terjadi di lapangan. “Besok (hari ini, Red) akan saya cek langsung,” sebut Jaang.
Ia memastikan seluruh instansi yang berkewajiban mendata warga yang terdampak, telah menjalankan tugas. Namun hingga saat ini proses pendataan belum juga selesai. “Loh apa susahnya? Kan data lama sudah ada, tinggal diverifikasi ulang saja, masih ada atau tidak warganya," tegas wali kota dua periode ini.
Terpisah Sekretaris Kota (Sekkot) Sugeng Chairuddin yang juga selaku ketua Tim Penanggulangan Banjir Kota Samarinda mengaku belum mendapatkan informasi apapun dari pihak Pemprov Kaltim. “Tanya sama yang buat kegiatan dong. Tapi ini kan tanggal 8 ya, kita tunggu sampai malam, besok baru tanyakan lagi,” ujar Sugeng.
Sejak awal perjanjian, Pemkot beserta Pemprov melalui Bappeda Kaltim telah bersepakat membagi tugas dalam melakukan pengendalian banjir khususnya di bantaran SKM Gang Nibung-Perniagaan. Pemkot hingga saat ini belum juga menuntaskan pendataan sejumlah warga SKM yang akan terkena dampaknya.
"Sebenarnya dari provinsi maunya cepat, tapi surat edaran yang kedua masih disiapkan. Secepatnya juga akan kami bagikan," tutur Sugeng.
Tahun ini pemprov menyiapkan Rp 100 miliar khusus untuk membantu pemkot menanggulangi banjir. Dari anggaran tersebut, Sugeng memastikan ada 10 persen atau sekitar Rp 10 miliar yang akan digunakan untuk dana pendampingan.
“Untuk warga tapi setelah dilakukan appraisal (penghitungan) atas tempat tinggal mereka. Tapi meskipun Rp 10 miliar itu bukan hanya untuk satu titik ini (Gang Nibung-Perniagaan) saja," urainya.
Terpisah Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PDSA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Desy Damayanti mengaku juga belum mendapat informasi lebih lanjut mengenai jadwal kegiatan pengerukan yang sejatinya dilakukan Dinas PUPR Kaltim. "Mungkin bisa ditanyakan ke PSDA PUPR Provinsi, kegiatan tersebut ada di sana," singkat Desy.
Media ini telah berupaya mengkonfirmasi pihak Dinas PUPR Kaltim, namun hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari pihak PUPR. (hun/nin)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*