MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Minggu, 16 Juni 2019 13:19
BMKG Beri Peringatan Dini
Mulai Surut, Hujan Deras Masih Menghantui
Hujan deras masih akan mengguyur Samarinda dan sekitarnya. Kendati demikian curah hujan masih dibatas normal. Tidak seperti yang terjadi, Minggu (9/6) lalu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Hujan deras masih akan mengguyur Samarinda dan sekitarnya. Kendati demikian curah hujan masih dibatas normal. Tidak seperti yang terjadi, Minggu (9/6) lalu.

Hal demikian diutarakan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Temindung, Juli Budi Kisworo kepada Sapos, kemarin (15/6). Ia menerangkan siklus cuaca biasanya berurutan. Mulai dari panas, agak panas sampai panas sekali. Pun demikian dengan hujan. Siklusnya adalah ringan, agak deras dan deras sekali. Nah, saat ini hingga beberapa hari mendatang masuk siklus agak deras. "Makanya wajar masuk peringatan dini karena kita dalam kondisi seperti itu," kata Juli.

Dilansir dari situs BMKG.go.id, peringatan dini disertakan selama tiga hari yakni Sabtu (15/6) kemarin, hari ini, hingga Senin (17/6) besok. Beberapa tempat berpotensi hujan lebat dan dapat disertai petir.

Hanya saja hujan lebat tersebut tidak masuk dalam kategori tinggi. Normalnya bulan Juni curah hujan terutama di Samarinda ukurannya adalah 180 milimeter. Hingga saat ini hujan yang turun angkanya masih 145 milimeter, atau di bawah itu.

"Nanti pasti lebat lagi, tapi tidak selebat saat hari Minggu itu," tambahnya. "Jarang terjadi hari ini lebat besoknya hujan lagi dengan curah hujan yang sama," sambung Budi.

Cuaca saat ini lanjutnya masih dalam fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO). Kondisi ini membuat curah hujan khususnya di Indonesia bagian timur mendadak tinggi. Fenomana ini sendiri terjadi akibat adanya pertemuan angin dari beberapa daerah dan angin yang berbelok. Datangnya MJO saat musim hujan akan berdampak pada peningkatan curah hujan di wilayah yang dilintasi.

“Memang harusnya sekarang musim kemarau, ternyata ada juga musim hujan. Itu yang terjadi di Samarinda, hujan lebat,” jelasnya lagi. Yang jadi persoalan, lanjut Budi adalah daya serap tanah dikhawatirkan berkurang. Ini diakibatkan dari kondisi tanah sudah terlampau banyak menerima air. Baik dari hujan maupun luapan Sungai Mahakam.

"Penyerapan berkurang, air bisa lambat turun," ungkapnya lagi. Karena itu pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Masyarakat yang menjadi korban banjir sebaiknya masih tetap bertahan di posko pengungsian. "Kalau yang di Bengkuring jangan pulang dulu ke rumah, bertahan saja di pengungsian selama 3 hari. Ini untuk sementara," pungkasnya.

WASPADAI PERUBAHAN CUACA

Kota Samarinda kembali diguyur hujan sejak pukul 02.00 Wita hingga 10.00 Wita, kemarin (15/6). Beruntung hujan tersebut tidak banyak berpengaruh. Secara umum, banjir yang menggenang di 13 kelurahan dari 5 kecamatan mulai menurun. Kini tinggal 9 kelurahan dari 4 kecamatan yang masih terendam banjir.

Empat Kelurahan, yakni Kelurahan Pelita, Mugirejo, Sungai Pinang Dalam dan Bukit Pinang kondisinya telah normal kembali.

Meski demikian, warga yang hingga kini masih terdampak banjir, masih belum dapat beraktifitas normal. Kebanyakan masih berharap dari bantuan donatur yang datang ke permukiman maupun pemerintah.

"Di rumah saya masih terendam. Mau beraktifitas agak terbatas. Mau masak juga masih tidak mungkin. PLN masih mati." kata Musrifah (39), warga Gunung Lingai.

Jika dari data awal terdapat 56.123 jiwa dari 17.485 kepala keluarga yang terdampak banjir. Kemarin diprediksi sudah menurun.

Untuk mengantosipasi keluhan warga terdampak banjir ini. Berbagai bantuan masih terus berdatangan dari relawan maupaun pemerintah. Salah satunya dari Info Taruna Samarinda, dengan membawa 350 bungkus berisi kebutuhan kusus dan 310 nasi bungkus.

Dalam tempo singkat seluruh bantuan yang disalurkan diserbu warga yang memang sangat memerlukan uluran tangan tersebut.

"Kita sengaja mengirim bantuan di saat air mulai surut. Sebab, kebutuhan warga di awal itu adalah konsumsi. Dan kini sedikit berubah kepada kebutuhan kusus seperti popok, minyak angin, telon, pembalut, lilin, autan dan bedak gatal serta minyak makan hingga beras," kata Ketua ITS, Joko Iswanto.

Sementara itu, data dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Temindung, dari 10 kecamatan di Samarinda diprakirakan cuaca pada esok hari (hari ini) bakal didominasi hujan dan udara kabur. Sejak pukul 08.00 Wita, cuaca diawali dengan kondisi hujan sedang. Hujan dengan kategori hujan sedang diprakirakan masih terjadi pada pukul 11.00 Wita.

Pada pukul 14.00 Wita, intensitas hujan diprakirakan akan meningkat, menjadi hujan disertai petir di Kecamatan Loa Janan Ilir, Sungai Kunjang, Palaran dan Samarinda Seberang, sedangkan di kecamatan lainnya terjadi hujan lokal.

Pukul 17. 00 Wita, hujan mulai reda hingga pukul 23.00 Wita, dengan kondisi cuaca udara kabur. Dan, udara kabut diprakirakan masih akan terjadi pukul 02.00 Wita, 05.00 Wita dan 08.00 Wita. Selain itu, suhu udara mencapai 24-27 derajat celcius, dengan kecepatan angin mencapai 10 km/jam. Kelembapan mencapai 95-100 persen.

"Untuk hari ini diprakirakan terjadi hujan pada pagi dan siang. Setelah itu udara menjadi kabur," ucap Prakirawan Cuaca, Stasiun Meteorologi Kelas III Temindung, Wempy Faizal. Kendati demikian, masyarakat tetap dihimbau untuk waspada terhadap perubahan cuaca. (kis/nha)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 30 Agustus 2019 11:45

Auuuuu..!! Waria dan PSK Digaruk Satpol, Ehh Ada Dua yang Terindikasi HIV

CITRA NIAGA. Komplek Citra Niaga yang telah ditata masih saja…

Kamis, 29 Agustus 2019 17:12

ABG Layani Pria Hidung Belang

  TANJUNG REDEB. Polres Berau berhasil mengungkap kasus eksploitasi anak…

Kamis, 29 Agustus 2019 17:10

Curi Mobil untuk Jual Bensin

SAMARINDA KOTA. Polisi memastikan Zainal bukan spesialis atau orang yang…

Rabu, 28 Agustus 2019 17:34

Tambun, Pencuri Mobil Gagal Kabur

SAMARINDA KOTA. Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mungkin sudah sangat…

Rabu, 28 Agustus 2019 17:30

Anggaran Hilang Misterius

TENGGARONG. Sejak 2018 lalu jalan penghubung antara Kecamatan Sebulu dengan…

Selasa, 27 Agustus 2019 15:00

Polisi Bongkar Septic Tank, Ternyata Ada...

TANAH MERAH. Memberantas jaringan gelap narkoba tak hanya berhadapan dengan…

Selasa, 27 Agustus 2019 14:57

Tunggu Pembeli Sabu Sambil Berjudi, Ya Ditangkap..!!

KARANG ASAM. Hampir setiap malam sekelompok pemuda menganggu waktu istirahat…

Senin, 26 Agustus 2019 16:37

Jenazah Pemuda Terapung di Mahakam

TENGGARONG. Minggu (25/8) pagi, sekira pukul 07.00 Wita, warga Desa…

Senin, 26 Agustus 2019 12:13

Angkut Koral, Tugboat Mendadak Miring dan Karam, 1 ABK Hilang

TENGGARONG. Naas menimpa Tugboat atau kapal tarik Lius Perkasa yang…

Senin, 26 Agustus 2019 12:12

Maling Mobil Melawan, Menikam Polisi Pakai Gunting, Doorrrr...!! Terkapar

SAMARINDA KOTA. Rasa sakit harus dua kali dirasakan Meswanto alias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*