MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 11 Juni 2019 17:07
Lewati Banjir, Jenazah Diikat

Rumah Duka Terendam, 2 Jenazah Gagal Disemayamkan

PROKAL.CO, SAMARINDA. Banjir besar melanda Kota Tepian. Ribuan rumah terendam. Ratusan ribu orang terdampak. Rumah yang diserang banjir membuat dua jenazah tak bisa disemayamkan disemayamkan.

Hal ini yang dialami warga di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, kemarin (9/6).

Ketinggian air di kawasan itu mencapai dada orang dewasa. Di saat bersamaan dua orang wanita yang tinggal di Batu Cermin meninggal dunia. Walhasil, pengurusan jenazah pun sempat mengalami kendala. Jenazah tersebut tidak dapat disemayamkan di rumah masing-masing. Terpaksa jenazahnya langsung dibawa ke masjid terdekat sebelum dimakamkan.

Warga yang menggontong keranda jenazah harus melalui medan berat. Sepanjang jalan dari rumah duka menuju masjid digenangi air. Jaraknya sekitar 3 Km. Perlu pejuangan berat. Membawa jenazah di tengah derasnya arus banjir.

Jenazah pertama adalah Herlina. Wanita 32 tahun ini meninggal dunia di Rumah Sakit Sentra Medika Citra (SMC), Sabtu (23/6) malam pukul 23.50. Beberapa jam sebelumnya, Herlina mengalami pendaharan usai melahirkan anak ketiga melalui operasi sesar. Usai melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki, Herlina tak dapat bertahan karena pendarahan hebat.

“Kami dikabarkan oleh dokter bahwa istri saya meninggal sekitar pukl 23.50," kata Ghofur, suami Herlina.

Malam itu juga jenazah Herlina lantas dibawa pulang di tengah guyuran hujan. Sementara bayi yang baru dilahirkan Herlina masih dalam proses perawatan di rumah sakit.

Guyuran hujan tengah malam itu tak kunjung mereda hingga pagi hari. Kondisi ini memaksa Ghofur segera memindah jasad istrinya ke lokasi yang lebih aman.

Jasad Herlina yang sudah berada di rumah lantas berusaha dibawa menuju Masjid Nurul Taqwa. Saat itulah aliran air membuat usahanya kandas. Baru setelah ia meminta bantuan kapal dari relawan, jasad Herlina akhirnya bisa dibawa ke masjid.

“Jasadnya dinaikkan ke atas kapal yang diikat ujungnya kemudian ditarik. Saya berusaha menyeimbangkan agar tidak terbalik. Saat itu di tengah aliran air deras. Perlu waktu 1 jam untuk bisa membawa jasad istri saya ke masjid," terang Ghofur.

Ghofur dengan perasaan hancur menerima kenyataan yang diterimanya. Sembari memeluk putra pertamanya, Ghofur masih teringat akan pesan mendiang istrinya. Pesan itu disampaikan saat Herlina mengandung.

"Minta anak ketiga kami ini diberi nama Muhammad Fadil," lirih Ghofur.

Selain keluarga Abdul Ghofur, di waktu yang sama, seorang wanita lansia bernama Hj Asmah juga seorang warga Batu Cermin, dikabarkan meninggal. Wanita 70 tahun itu mengidap anemia. Sebelumnya juga dirawat di rumah sakit terdekat.

Rokhaya, anak dari Almarhum Asmah mengatakan, bahwa jenazah ibunya pagi tadi telah menghembuskan nafas terakhir. Namun, gagal disemayamkan di kediamannya di Jalan Batu Cermin karena terjangan banjir yang melanda rumah duka.

"Tadi pagi mau disemayamkan di rumah. Kalau di dalam rumah banjir hanya sampai mata kaki. Tapi di luar rumah sampai dada, jadi tidak mungkin bisa dibawa ke dalam rumah," terang Rokhaya.

Usai dimadikan dan disalatkan di masjid kedua jasad wanita itu, selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di Jalan Batu Cermin, Gang Wahyu pukul 13.00. Jarak antara antara masjid dengan pemakaman sekitar 1,5 Km.

PULUHAN LANSIA MENGUNGSI

Banjir juga membuat sejumlah lansia penghuni panti jompo di Jalan Mayjend Sutoyo (eks Jalan Remaja), Sungai Pinang, terpaksa diungsikan.

Belasan lansia yang mendiami UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri itu dipindahkan ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan kursi roda. Lansia yang rata-rata berusia di atas 70 tahun itu dibawa masing-masing oleh pengasuh mereka ke rumah terapung tepat berada di belakang komplek panti.

Evakuasi itu dilakukan menyusul naiknya air ke permukaan jalan depan panti yang terus meninggi hingga pukul 13.00 Wita. Air banjir kiriman itupun seketika menerjang seluruh wisma tempat seluruh lansia tinggal dan sejumlah bangunan kantor panti.

Banjir pun mereka rasakan terus meninggi hingga pukul 18.00 Wita. Lansia khususnya yang ada di empat wisma bagian kanan dari pintu masuk panti pun seluruhnya harus diungsikan karena tempat tidur mereka sudah terendam.

Meski sulit untuk mengevakuasi, namun sejumlah pengasuh terus berupaya. Tak ada bantuan tenaga maupun perahu karet untuk mengevakuasi lansia-lansia itu.

Tercatat dari 15 wisma ada 8 wisma yang terendam. Sementara 3 kantor panti juga ikut terendam. Dan 1 dapur umum panti. Rata-rata setiap wisma dihuni 7 sampai dengan 10 lansia. Diperkirakan sebanyak 50 lansia dari total 110 lansia lansia yang mengungsi.

Salah seorang pengasuh, Imam menuturkan, banjir diakuinya memang kerap merendam panti. Namun banjir kali ini menurutnya lebih parah dibandingkan 2009 lalu.

"Sekarang ini tidak terlalu dalam banjirnya, tapi wisma tempat saya mengasuh juga ikut terendam. Dulu waktu banjir sepinggang orang dewasa wisma itu tidak terendam, tapi sekarang terendam," tutur Imam.

Dijelaskan Imam, dari seluruh bangunan wisma beberapa diantarannya sudah direhab dan ditinggikan. Hal senada juga disampaikan Indah, salah seorang pengasuh lainnya. Indah mengaku prihatin dengan kondisi ini.

"Tapi kami mau bagaimana lagi. Semoga saja ada solusi. Kasihan kalau banjir begini mereka (lansia, Red) harus dievakuasi ke sana kemari. Apalagi selama banjir aliran listrik padam," kata Indah. (kis/oke/nha)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 10:53

Sempat Dicueki, Setelah Jenazah Diinapkan di Kantor, Tuntutan Buruh Sawit Itu Dikabulkan

SAMARINDA ULU. Duka mendalam dirasakan Mundu Seran. Pria 37 tahun…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:48

Buntut Kisruh Sekprov, APBD Kaltim Terancam Ditolak Kemendgari

SAMARINDA. Adu ngotot Gubernur Kaltim Isran Noor dengan Kementerian Dalam…

Rabu, 21 Agustus 2019 15:11

Penyekap IRT Terancam Lama Dibui

SAMARINDA KOTA. Ulah Sagit Kurniawan (40) mengantarkannya ke jeruji besi.…

Rabu, 21 Agustus 2019 15:09

Sekamar, 14 ABG Dikeler

SUNGAI PINANG. Cuaca lembab seharian kemarin (20/8) di Kota Samarinda.…

Selasa, 20 Agustus 2019 15:42

Hapal Situasi, Residis Ajak Teman Mencuri

SUNGAI PINANG. Usia TF terbilang muda, namun jejak kriminalnya sudah…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:27

Muadzin Tewas Tersengat Listrik

SENGKOTEK. Nahas menimpa Muadzin, pekerja pemasangan baliho. Pria 34 tahun…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:26

IRT Disekap lalu Digigit, Tubuh Didekap, Pelaku Bawa Badik

SAMARINDA KOTA. Entah apa yang ada di benak Sagit Kurniawan.…

Jumat, 16 Agustus 2019 17:14

Gagal Memperkosa, Kuli Pelabuhan Diamuk Massa

SAMARINDA KOTA. Minuman keras (miras) membuat Adrianus Nung Tomy kehilangan…

Jumat, 16 Agustus 2019 17:12

YAKIN..!! Ibukota Hampir 100 Persen di Kaltim

SAMARINDA KOTA. Hari-hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Teka-teki lokasi…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:10

“Jadi Ikam Bar… aiii Bujur-bujur Kerja", Gubernur Minta Istri Barkati Jaga Suami

SAMARINDA KOTA. Beberapa kali Gubernur Kaltim Isran Noor menyelipkan pantun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*