MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 11 Juni 2019 17:06
Korban Banjir Idap Cacar sampai Hipertensi
DUNIANYA BEDA: Jika orang tua mengeluh banjir, anak anak malah suka bermain air.

PROKAL.CO, Idulfitri tahun ini harus dirayakan warga Bengkuring di tengah kepungan banjir. Suasana suka cita dan penuh keakraban berganti kesibukan untuk menyelamatkan nyawa dan harta benda dari genangan air. Rencana untuk bersilaturrahmi ke rumah sanak saudara, keluarga ataupun tetangga pun urung dilakukan. 

Hal inilah yang dirasakan ribuan warga di Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara. Sejak Lebaran hari pertama Rabu (5/6) hingga kemarin (8/6) warga harus berkutat dengan tingginya genangan air.

Ya, sebanyak 15 RT di wilayah tersebut terendam banjir. Kedalaman air bervariasi. Mulai 25 cm hingga 75 cm. Kondisi ini membuat warga tidak dapat bergerak bebas. Warga pun harus disibukkan untuk mengevakuasi barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Intensitas hujan cukup tinggi yang mengguyur Kota Samarinda dalam sebulan terakhir mengakibatkan volume air meningkat. Hal inilah yang ditengarai sebagai penyebab terendamnya pemukiman padat penduduk itu.

Meski demikian, kebanyakan warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Sekaligus menjaga harta bendanya. Terlebih di hari keempat kemarin belum ada tanda-tanda air akan surut.

"Ketinggian air sudah terlihat sejak hari raya pertama. Dan terus naik dan hingga sekrang belum ada penurunan. Begini-begini saja sejak awal," ucap Anjelly (25), warga Jalan Terong 1, RT 37, korban banjir, Sabtu (8/6).

Akibat seringnya banjir di kawasan tempat tinggalnya, Anjelly dan keluarga harus merogoh kocek hingga Rp 80 juta untuk meninggikan rumah.

Hal itu dilakukannya sebagai solusi agar banjir tidak lagi masuk ke rumahnya. Pasalnya, nyaris setiap tahun kawasan Bengkuring terendam banjir.

"Lumayan biayanya. Ini hanya ninggiin rumah saja sekitar Rp 80 juta habisnya. Kalau tidak ditinggikan, ya air masuk sampai dalam," imbuhnya.

Kendati air masih tinggi, namun dirinya tetap memilih di rumah saja. Tidak seperti warga lainnya yang memilih mengungsi.

"Saya di rumah saja sama suami dan anak. Kalau sudah masuk ke dalam, baru ngungsi. Tapi kalau sudah masuk, berarti air makin tinggi," ungkapnya.

"Tetangga saya banyak yang ngungsi. Saya di sini saja dulu," sambungnya. Dia menilai, banjir di kawasannya merupakan air kiriman yang diduganya akibat meluapnya Bendungan Benanga.

"Di sini kalau hujan deras tidak banjir. Saya dengar katanya luapan air dari bendungan. Karena tahun sebelumnya juga begini. Tidak ada hujan malah banjir. Tahun ini malah dibarengin hujan," terangnya.

Disamping disibukkan dengan pemindahan barang, warga yang memilih bertahan di rumah mulai terserang penyakit.

Umumnya mengidap gatal-gatal serta darah tinggi (hipertensi). Selain itu, penyakit yang dialami warga sebelum banjir juga turut dilakukan pemeriksaan, seperti cacar dan demam.

Suratini (43), salah satu korban banjir mengaku gatal-gatal dialaminya sejak dua hari lalu. Gatal sangat terasa di bagian kaki. Gatal tersebut juga berdampak terhadap kondisi badannya yang demam.

"Saya gatal-gatal, demam juga. Kalau anak saya ini sakit cacar air. Baru hari ini ada petugas yang datang melakukan pemeriksaan kesehatan," katanya

Hingga saat ini dirinya dan keluarga lebih memilih untuk bertahan di rumah. Khawatir barang berharganya hilang.

"Tidur di depan rumah saja. Rumah saya sudah terendam. Sekalian jaga barang-barang, makanya tidak ngungsi," imbuhnya.

Dia mengaku banjir terakhir kali melanda kawasan Bengkuring 2017 silam. Dia mengaku saat itu banjir cukup parah yang mengakibatkan hampir seluruh warga mengungsi.

"2017 lebih parah. Ini campur hujan juga. Air belum ada turun," jelasnya.

Sementara itu, mulai pukul 10.30 Wita kemarin tim kesehatan dari Rumah Sakit Dirgahayu menyisir satu per satu rumah warga guna melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga.

Hingga pukul 12.30 Wita telah terdapat 36 pasien yang dilakukan pemeriksaan.

Petugas kesehatan dari Rumah Sakit Dirgahayu, dr Sofya Laura menjelaskan, dari hasil pemeriksaan kebanyakan warga alami gatal-gatal serta hipertensi.

"Keluhan dari warga karena gatal-gatal, ada juga yang tensinya tinggi," jelasnya.

Gatal-gatal memang tidak dapat dihindari oleh warga selama kondisi tubuh, terutama kaki masih basah akibat air banjir.

"Warga susah untuk tetap kering, karena kondisi saat ini yang masih banjir. Warga yang tensinya tinggi lebih disebabkan karena stres akibat banjir. Kita sudah periksa warga, terutama yang ada keluhan penyakitnya," ungkapnya.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan, pihaknya juga akan mengirim obat untuk warga korban banjir.

"Kita catat dahulu apa sakitnya, lalu kebutuhan obatnya. Nanti akan kita antarkan lagi ke sini," pungkasnya.

Kapolsek Sungai Pinang Kompol Nono Rusmono mengungkapkan, saat ini pihaknya telah menurunkan sejumlah 6 personel guna membantu masyarakat di 15 RT tersebut, dibantu Patroli Satuan Sabhara Polresta Samarinda, jajaran Polsekta Sungai Pinang dan TNI termasuk relawan di Samarinda turut membantu di lokasi banjir, yang berada di Jalan Terong dan Jalan Asparagus.

“Hari ini, Alhamdulillah semua berjalan aman, kita sudah menurunkan perahu karet, untuk membantu proses evakuasi warga yang rumahnya tenggelam,” ungkap Nono.

Hingga kini personel Polresta Samarinda dan Polsek Sungai Pinang bersama BPBD Kota Samarinda, Tagana, Dinas Damkar dan relawan kebencanaan, masih berjaga di posko banjir yang terletak di Jalan Terong 1.

Hal itu dilakukan untuk menghindari banjir kembali datang, dikarenakan cuaca di sekitar Samarinda kembali diguyur hujan cukup deras.

“Kita akan tetap kerahkan anggota untuk berjaga. Harapannya semoga tidak turun hujan deras lagi, sehingga air cepat surut dan masyarakat bisa berlebaran dengan tenang, tapi ternyata tapi saat ini kondisinya ternyata hujan turum cukup deras, jadi untuk menghindari banjir lembali meluap, kita tetap berjaga," pungkasnya. (kis/nha)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 10:59

Ahli Cetak KTP-el Palsu Diringkus

SUNGAI PINANG DALAM. Adi Irsandi memiliki keahlian mencetak stiker, kartu…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:53

Sempat Dicueki, Setelah Jenazah Diinapkan di Kantor, Tuntutan Buruh Sawit Itu Dikabulkan

SAMARINDA ULU. Duka mendalam dirasakan Mundu Seran. Pria 37 tahun…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:48

Buntut Kisruh Sekprov, APBD Kaltim Terancam Ditolak Kemendgari

SAMARINDA. Adu ngotot Gubernur Kaltim Isran Noor dengan Kementerian Dalam…

Rabu, 21 Agustus 2019 15:11

Penyekap IRT Terancam Lama Dibui

SAMARINDA KOTA. Ulah Sagit Kurniawan (40) mengantarkannya ke jeruji besi.…

Rabu, 21 Agustus 2019 15:09

Sekamar, 14 ABG Dikeler

SUNGAI PINANG. Cuaca lembab seharian kemarin (20/8) di Kota Samarinda.…

Selasa, 20 Agustus 2019 15:42

Hapal Situasi, Residis Ajak Teman Mencuri

SUNGAI PINANG. Usia TF terbilang muda, namun jejak kriminalnya sudah…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:27

Muadzin Tewas Tersengat Listrik

SENGKOTEK. Nahas menimpa Muadzin, pekerja pemasangan baliho. Pria 34 tahun…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:26

IRT Disekap lalu Digigit, Tubuh Didekap, Pelaku Bawa Badik

SAMARINDA KOTA. Entah apa yang ada di benak Sagit Kurniawan.…

Jumat, 16 Agustus 2019 17:14

Gagal Memperkosa, Kuli Pelabuhan Diamuk Massa

SAMARINDA KOTA. Minuman keras (miras) membuat Adrianus Nung Tomy kehilangan…

Jumat, 16 Agustus 2019 17:12

YAKIN..!! Ibukota Hampir 100 Persen di Kaltim

SAMARINDA KOTA. Hari-hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Teka-teki lokasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*