MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Jumat, 31 Mei 2019 16:26
Komplotan Maling “Ngamuk” di Muara Kaman

Spesialis Incar Rumah Tetangga yang Kosong

KAWANAN MALING. Akibat diduga mencuri di rumah sejumlah warga Desa Teratak, maka Tarmiji, Wit dan Saipul dibekuk petugas Polsek Muara Kaman. (idin/sapos)

PROKAL.CO, TENGGARONG. Sejak November 2018 sampai Mei 2019 ini kawasan Desa Teratak Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), sering disasar pencuri. Hal itu jadi PR tersendiri bagi Polsek Muara Kaman. Nah setelah melakukan penyelidikan, Selasa (28/5) lalu, polisi berhasil meringkus kawanan maling yang belakangan ini “ngamuk” di Desa Teratak.

Para pelakunya masing-masing bernama Tarmiji (24), warga Jalan Danau Melintang RT 24 Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Ditambah 3 warga Desa Teratak itu sendiri, yakni Rusman alias Wit (40), Saipul (26) serta seorang remaja tanggung, Fah (15). Dari kawanan maling itu disita barang bukti berupa 2 buah televisi milik korban. Bahkan untuk Wit dikenakan pasal berlapis, karena kedapatan memiliki Narkoba jenis sabu sebanyak 1 poket.

“Sementara ini para tersangka ditahan untuk menjalani proses hukum selanjutnya,” tegas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Muara Kaman AKP T Maju Panjaitan.

Terjaringnya kawanan maling itu bermula dari laporan seorang korban berinisial JP (22), warga RT 04 Desa Teratak. Jumat (24/5) pagi itu JP bersama keluarganya kaget setibanya di rumah, melihat pintu depan terbuka serta kuncinya rusak. Maka JP kemudian melapor ke Ketua RT setempat, bersama sejumlah tetangga lalu masuk melihat kondisi rumahnya.

“Saat korban (JP, Red) masuk bersama Pak RT dan warga lainnya, diketahui sebuah televisi serta uang sebesar Rp 10 juta, sudah raib dari rumah tersebut. JP selanjutnya melaporkan kejadian itu ke petugas kami,” tambah Panjaitan --sapaan akrab Kapolsek Muara Kaman ini, lagi.
Polisi langsung bergerak. Dengan adanya informasi dari sejumlah saksi, belakangan para pelaku terciduk. Tak lain Tarmiji, Wit, Fah dan Saipul.

Petugas juga berhasil mengamankan 2 buah televisi hasil curian bubuhan maling tersebut. Bahkan saat menggeladah kediaman Wit, salah seorang tersangka, ditemukan pula 1 poket sabu. “Maka Wit juga dijerat kasus Narkoba,” kata Panjaitan.

Setelah grup maling itu tertangkap, maka terbongkar pula sejumlah kasus pencurian lain pernah dialami warga Desa Teratak yang dilakukan Tarmiji dan kawan-kawan. Misalnya Ft, melaporkan ke polisi bahwa 18 Desember 2018 lalu, kehilangan 1 unit printer merk Canon ix6560 dan sebuah televisi merk Samsung 21 inci. Barang-barang elektronik itu milik SDN 007 Desa Teratak.

Pelapor lainnya adalah Hd, juga warga Teratak yang kehilangan sebuah komputer merk wearnes, kejadiannya Nopember 2018 silam. Akibat disasar maling maka SMPN 006 Desa Teratak, tempat Hd bekerja mengalami kerugian sebesar Rp 5 juta.

“Kawanan pencuri ini memang selalu mengincar kediaman warga yang terbilang masih tetangganya, saat dalam kondisi kosong. Kini petugas kami terus mengembangkan kasusnya, sehingga tak tertutup kemungkinan ada korban lain telah disasar kelompok pencuri ini,” ujar Panjaitan. (idn/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*