MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Selasa, 28 Mei 2019 16:57
Motor Tertinggal, Maling Berlagak Dirampok

Kepergok Bobol Rumah Burung Walet di Kota Bangun

NGAKU DIRAMPOK. Kapolsek AKP Subari (kanan) memperlihatkan 16 buah sarang burung walet serta peralatan digunakan Mashur (kedua dari kiri), saat beraksi Kamis (23/5) dinihari, membobol rumah walet di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun. (idin/sapos)

PROKAL.CO, TENGGARONG. Maling teriak maling, sudah sering terdengar dalam petuah orang-orang tua dulu. Ternyata itu pula dilakukan Mashur (30), warga RT 003 Desa Lebak Mantan Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk menutupi aksinya, terduga pencuri sarang burung walet di Desa Loleng Kecamatan Kota Bangun yang beraksi Kamis (23/5) dinihari tersebut, melapor dirampok ke Polsek Muara Wis pada Jumat (24/5) dinihari.

“Jadi untuk menutupi aksinya membobol sarang burung walet milik warga Desa Loleng, Kota Bangun, maka pelaku (Mashur, Red) mengadu ke Polsek Muara Wis sebagai korban perampokan. Dalam laporannya, si perampok telah merampas motor Yamaha Mio KT 2319 TA berwarna hitam milik Mashur. Padahal motor itu tertinggal di rumah burung walet Desa Loleng, lantaran Mashur kepergok warga ketika beraksi,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Kota Bangun AKP Subari, Senin (27/5).
Mungkin Mashur berpikir, jika dia melapor telah dirampok ke petugas Polsek Muara Wis, maka jejaknya sebagai terduga maling sarang burung walet di Desa Loleng, tidak bisa terdeteksi anggota Polsek Kota Bangun. Mashur rupanya mencoba mengecoh polisi, jika motor Mio yang tertinggal di semak-semak dekat rumah burung walet milik Maidi dan Kasrin di Desa Loleng, sengaja disembunyi “si perampok”.
“Maka seperti kata pepatah kuno menyebut ‘maling teriak maling’ ya Mashur inilah salah satunya. Dia kepergok mencuri sarang burung walet milik warga Loleng tapi melapor kerampokan di Kota Bangun ke Mako Polsek Muara Wis. Lagi pula, sejumlah saksi juga sempat mengenali sosok Mashur saat kabur setelah kedapatan membobol rumah burung walet di Desa Loleng,” urai Subari, lagi.
Terciduknya ulah Mashur bermula ketika Kasrin, warga Desa Loleng, Kota Bangun, sekitar pukul 03.30 Wita, Kamis (23/5) dinihari, bangun untuk makan sahur. Tapi ketika itu pria 60 tahun ini mendengar suara gaduh dari bagian belakang kediamannya. Tepatnya dari rumah walet miliknya. Maka Kasrin perlahan mengendap ke asal suara.
“Setelah itulah terlihat seorang pria, tak lain Mashur, sedang membongkar dinding rumah walet milik Kasrin. Jadi Kasrin langsung saja berteriak ‘maling, maling, maling’ sambil mengejar ke arah pelaku,” katanya.
Karuan saja Mashur kaget saat aksinya kepergok, langsung kabur dari lokasi kejadian yang kedatangan banyak warga. Sejumlah peralatan milik Mashur, berupa sebilah parang, sebuah gergaji, satu buah bor serta tas dan karung berisi sebanyak 16 lembar sarang burung walet hasil jarahannya, termasuk motor Mio, tertinggal di TKP.
“Pelaku berhasil kabur dengar berlari ke arah semak-semak sekitar TKP. Nah, Kamis (23/5) pagi, Kasrin memeriksa kondisi rumah burung waletnya yang disatroni maling. Ternyata rumah burung milik Maidi, anaknya Kasrin yang letaknya berdekatan, juga kebobolan. Makanya Maidi kemudian melapor ke petugas kami di Mako Polsek Kota Bangun,” ujar Subari.
Setelah ada laporan korban mengenai pembobolan rumah burung walet di Loleng itu, sejumlah petugas Polsek Kota Bangun lalu menyelidiki. Sejumlah barang bukti ditemukan di TKP, diduga milik sang maling, kemudian diamankan. Sedangkan Mashur yang rupanya lolos berhasil sampai ke rumahnya di Muara Wis, kemudian putar otak supaya bisa menghilangkan jejak.
Ya, Mashur lalu mendatangi Mako Polsek Muara Wis pada Jumat (24/5) dinihari. Dia mengadu sepeda motornya telah dirampas perampok, saat melintas di Kota Bangun. Mashur juga menyebut kehilangan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Laporan mengenai “perampokan” di Kota Bangun itu kemudian dikonfirmasi petugas Polsek Muara Wis ke Polsek Kota Bangun.
“Anggota Unit Reskrim kami datang ke Mako Polsek Muara Wis untuk menemui Mashur yang melapor sebagai korban perampokan. Nah, ketika diambil keterangannya justru timbul kecurigaan jika Mashur adalah pencuri sarang burung walet di Desa Loleng. Setelah terus dikejar pertanyaan, Mashur akhirnya mengaku sebagai maling yang motornya ketinggalan di Loleng,” jelas Subari. (idn/beb)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.