MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 14 Mei 2019 16:49
Proyek SKM Perniagaan Mandek

Lelang Ditunda, Bangunan Warga Masih Tersisa

BONGKAR BANGUNAN. Petugas Satpol PP membantu proses pembongkaran permukiman bantaran SKM segmen Jembatan Perniagaan, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sejak Maret lalu, permukiman di Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Perniagaan perlahan mulai terlihat kosong. Sebab lahan di bibir sungai di Kelurahan Dadi Mulya dan Bandara itu diperuntukan pembangunan taman. Pembangunan itu menjadi proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, khususnya dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Namun hingga saat ini belum ada kejelasan akan proyek senilai Rp 27 miliar tersebut. Berdasarkan kesepakatan awal, proyek ini sudah mulai dilelang sejak April lalu. Namun menurut Kabid Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Budi Tristriyono, pihaknya juga belum bisa memastikan progres dari Kementerian PUPR. Sebab pelelangannya pun dilakukan oleh Pemerintah Pusat. "Karena pusat yang melelang, kami pun masih menunggu jadwal dari mereka," kata Budi.

Dirinya juga mengaku belum mendapat kepastian apapun dari pihak Kementerian Pusat, yang nantinya akan dijalankan melalui Satuan Kerja (Satker) di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUTR) Kaltim.
"Saya juga tidak tahu. Bisa jadi masih ada perencanaan yang perlu disempurnakan. Sehingga pusat masih menunda proses pelelangan," tuturnya.

Selain itu, hingga saat ini masih ada dua bangunan milik warga khususnya yang belum juga tersentuh pembongkaran. Meski demikian Budi meyakinkan hal ini telah dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang serta Sekretaris Kota (Sekkot) Sugeng Chairuddin.
"Karena pemilik bangunan meminta untuk diberi kesempatan untuk berbicara dengan Pak Wali dan Pak Sekda (Sugeng). Tapi secara keseluruhan itu bukan penghambatnya," jelasnya.

Sebab menurut Budi tugas Pemkot Samarinda untuk menyiapkan lahan sudah rampung. Sehingga proses berikutnya hanya menunggu hasil dari pelelangan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.

"Lahan sudah siap. Tugas pemkot kan hanya menuntaskan permasalahan sosial. Kalau ada dua bangunan yang belum dibongkar pasti akan segera ditanggapi. Karena urusan dana bagi pemilik bangunan sudah kami tuntas juga. Tinggal menunggu kabar dari pusat saja," pungkas Budi. (hun/beb)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 22:16

Wali Kota Tinjau RPU Tanah Merah

KEBUTUHAN daging ayam di kalangan masyarakat kota Samarinda cukup banyak.…

Selasa, 20 Agustus 2019 15:50

Direlokasi, Pedagang Keluhkan Sempit dan Kotor

SIDODADI. Para pedagang daging di Pasar Segiri mengeluh karena mereka…

Kamis, 15 Agustus 2019 15:48

Pemkot Ambil Alih 4 Pasar

SAMARINDA KOTA. Sejumlah pasar kini menjadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan…

Rabu, 14 Agustus 2019 16:36

Akses ke Jembatan Mahakam IV Ditutup, Ini Alasannya...

KARANG ASAM. Dinas PUPR-PERA Kaltim akhirnya bereaksi terhadap aksi sejumlah…

Selasa, 13 Agustus 2019 15:18

Plang Larangan Jembatan Kembar Diterobos

KARANG ASAM. Keselamatan tak lagi dipedulikan warga. Mereka yang tak…

Selasa, 13 Agustus 2019 15:15

SKM Timbulkan Bau Tak Sedap

SUNGAI DAMA. Musim kemarau membuat air Sungai Karang Mumus (SKM)…

Senin, 12 Agustus 2019 15:11

Penjualan Hewan Kurban Meningkat

SAMARINDA. Penjualan hewan kurban di Kalim tahun ini meningkat. Bahkan…

Jumat, 09 Agustus 2019 13:08

Waspada! 131 Titik Panas di Kaltim

SAMARINDA KOTA. Memasuki puncak musim panas di Agustus ini, Badan…

Kamis, 08 Agustus 2019 17:21

Nasib Museum Samarinda, Belum Beroperasi, Mulai Rusak

Sejumlah proyek di Samarinda terkesan dieksekusi tanpa perencanaan yang matang.…

Selasa, 06 Agustus 2019 16:27

Soroti soal Keluhan Pelanggan

BALAI KOTA. Keluhan pelanggan menjadi fokus utama Tim Evaluasi Perusda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*