MANAGED BY:
MINGGU
25 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Jumat, 09 November 2018 22:01
Ada Apa Ini..?? Komnas HAM Turun ke Samarinda

Selidiki Kematian Korban Lubang Tambang

ADA KESAN DIBIARKAN. Salah satu korban tambang yang terjadi di Samarinda beberapa waktu lalu.

SAMARINDA. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia  (Komnas HAM RI) dikabarkan menerjunkan timnya ke Samarinda. Tim tersebut akan menginvestigasi korban kematian ke-31 jiwa akibat lubang tambang batu bara di Kota Tepian. Tim sedang mengumpulkan bukti dan fakta terkait hal itu. Komisioner Komnas HAM RI, Beka Ulung Hapsari saat dikonfirmasi membenarkan hal ini. Ia mengatakan, pihaknya menurunkan tim menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait korban lubang tambang yang terus berjatuhan. Selain itu, pihaknya sedang mengumpulkan bukti intimidasi kepada sejumlah aktivitis dari kelompok tertentu atas kasus ini.

Saat ini kata Beka, tim sedang mengumpulkan bukti dan fakta hingga beberapa hari kedepan. Setelah bukti dan fakta dirasa cukup, baru dibawa ke Jakarta untuk dirumuskan lebih lanjut.

“Tim akan menemui pihak- pihak terkait atas kasus ini. Setelah itu kami analisa temuan dan fakta di lapangan,” ungkapnya kepada Sapos saat dihubungi melalui telepon seluler, kemarin (8/11).  Tim juga akan mengkonfirmasi kepada Pemprov Kaltim dan kabupaten dan kota terkait atas kasus ini. Konfirmasi ini dilakukan guna memastikan sejauh mana langkah atau upaya antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah merespon hal ini.

“Kalau bukti dan fakta dianggap cukup, mereka (tim, Red) segera balik Jakarta. Setelah itu baru turun rekomendasinya. Kami akan usahakan secepatnya” ungkapnya. Sebelumnya pada Mei 2015, Komnas HAM pernah turun ke Samarinda dengan hal serupa. Saat itu komisi ini menemui beberapa pihak baik kepolisian, hingga pemerintah daerah. Komnas HAM kala itu menyimpulkan ada pembiaran negara atas meninggalnya korban jiwa akibat lubang tambang batu bara.

Saat itu Komnas HAM juga meminta kepada Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang agar menutup lubang tambang di Samarinda. Demikian juga dengan Polda Kaltim. Karena ada tindak pidana atas kasus ini. Diketahui, terhitung sejak 2011 hingga 2018 terdapat 31 korban meninggal di lubang tambang akibat pemerinath lalai dan membiarkan perusahaan batu bara tak menutup lubang tambang.

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang membenarkan hal ini. Ia menyebut, sudah didatangi 3 orang tim Komnas HAM dari Jakarta. Ia diminta keterangan seputar meninggalnya anak di lubang tambang dan intimidasi dari kelompok tertentu karena menyuarakan hal itu.

“Ya benar tadi (kemarin, Red) ada tim dari Komnas HAM meminta keterangan kepada saya mengenai korban lubang tambang,” beber dia. Menurut Rupang, Komnas HAM tidak hanya menyelidiki dua kasus korban terakhir, namun total keseluruhan korban yang meninggal.
Rupang juga membeberkan sejumlah pertanyaan yang digali tim Komnas HAM mengenai rekomendasi yang disampaikan Jatam Kaltim kepada pemerinda daerah. Sejauh ini Rupang menegaskan, tak ada satu pun yang dijalankan atas rekomendasi. Salah satunya menutup lubang tambang. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 22 September 2022 17:10

WAH PARAH..!! Pelajar di Samarinda Nyambi Edarkan Ganja

KAMPUNG BAQA. Tepat di pinggir Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa,…

Kamis, 22 September 2022 10:25

Terdakwa Kasus Perkosaan Anak Berkebutuhan Khusus di Bontang Divonis 7,5 Tahun Penjara

BONTANG–Kasus asusila terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) yang dilakukan pria…

Rabu, 21 September 2022 12:11

Ditagih Utang, Malah “Main” Parang

SEMAKIN benar lah ungkapan ini; yang utang lebih galak dari…

Rabu, 21 September 2022 10:14

Polisi Gadungan di Balikpapan Kantongi Narkoba

BALIKPAPAN- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim mengamankan seorang pria…

Senin, 19 September 2022 11:17

Kasus Dugaan Korupsi di PT BME, Hakim Banding Kuatkan Putusan Pengadilan Tipikor

Perkara dua terdakwa korupsi di PT BME telah diperiksa di…

Sabtu, 17 September 2022 10:31

Dua Buronan Curanmor Diciduk

DUA pria berinisial IC dan ON yang sempat menjadi buronan…

Jumat, 16 September 2022 11:43

Kasus Korupsi Perumda AUJ Bontang, Dua Terdakwa Divonis Satu Tahun Penjara

BONTANG–Pengadilan Tipikor Samarinda menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa kasus dugaan…

Selasa, 13 September 2022 11:22

Hasil Curian Motor Dijual ke Kalsel

AKSI pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan Shofa Zubaidi Ikrom…

Senin, 12 September 2022 12:16

Ngga Tanggung-Tanggung, Bukan Mobil yang Dicuri, Pria Ini Curi Truk...!!

SAMBOJA. Pepatah air susu dibalas air tuba, pantas disematkan kepada…

Senin, 12 September 2022 12:14

Pembunuh Ipar Dituntut 17 Tahun Penjara, tapi Ngaku Lega

GUNUNG KELUA. Terdakwa kasus pembunuhan bernama Bambang (27), yang nekat…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers