MANAGED BY:
SABTU
17 APRIL
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Jumat, 09 November 2018 22:01
Ada Apa Ini..?? Komnas HAM Turun ke Samarinda

Selidiki Kematian Korban Lubang Tambang

ADA KESAN DIBIARKAN. Salah satu korban tambang yang terjadi di Samarinda beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO,

SAMARINDA. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia  (Komnas HAM RI) dikabarkan menerjunkan timnya ke Samarinda. Tim tersebut akan menginvestigasi korban kematian ke-31 jiwa akibat lubang tambang batu bara di Kota Tepian. Tim sedang mengumpulkan bukti dan fakta terkait hal itu. Komisioner Komnas HAM RI, Beka Ulung Hapsari saat dikonfirmasi membenarkan hal ini. Ia mengatakan, pihaknya menurunkan tim menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait korban lubang tambang yang terus berjatuhan. Selain itu, pihaknya sedang mengumpulkan bukti intimidasi kepada sejumlah aktivitis dari kelompok tertentu atas kasus ini.

Saat ini kata Beka, tim sedang mengumpulkan bukti dan fakta hingga beberapa hari kedepan. Setelah bukti dan fakta dirasa cukup, baru dibawa ke Jakarta untuk dirumuskan lebih lanjut.

“Tim akan menemui pihak- pihak terkait atas kasus ini. Setelah itu kami analisa temuan dan fakta di lapangan,” ungkapnya kepada Sapos saat dihubungi melalui telepon seluler, kemarin (8/11).  Tim juga akan mengkonfirmasi kepada Pemprov Kaltim dan kabupaten dan kota terkait atas kasus ini. Konfirmasi ini dilakukan guna memastikan sejauh mana langkah atau upaya antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah merespon hal ini.

“Kalau bukti dan fakta dianggap cukup, mereka (tim, Red) segera balik Jakarta. Setelah itu baru turun rekomendasinya. Kami akan usahakan secepatnya” ungkapnya. Sebelumnya pada Mei 2015, Komnas HAM pernah turun ke Samarinda dengan hal serupa. Saat itu komisi ini menemui beberapa pihak baik kepolisian, hingga pemerintah daerah. Komnas HAM kala itu menyimpulkan ada pembiaran negara atas meninggalnya korban jiwa akibat lubang tambang batu bara.

Saat itu Komnas HAM juga meminta kepada Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang agar menutup lubang tambang di Samarinda. Demikian juga dengan Polda Kaltim. Karena ada tindak pidana atas kasus ini. Diketahui, terhitung sejak 2011 hingga 2018 terdapat 31 korban meninggal di lubang tambang akibat pemerinath lalai dan membiarkan perusahaan batu bara tak menutup lubang tambang.

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang membenarkan hal ini. Ia menyebut, sudah didatangi 3 orang tim Komnas HAM dari Jakarta. Ia diminta keterangan seputar meninggalnya anak di lubang tambang dan intimidasi dari kelompok tertentu karena menyuarakan hal itu.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 April 2021 14:16

Tiga Penjual Ekstasi di THM Dipenjara 6 Tahun

Bisnis tempat hiburan malam (THM) seolah tak bisa dipisahkan dengan…

Sabtu, 20 Maret 2021 11:22

Bisnis Sabu Bangkrut, Seli Jadi Maling Motor

 Kisah Rusli alias Seli harusnya menjadi inspirasi. Dengan alat bantu…

Jumat, 12 Maret 2021 11:14
66 Ribu SIM Card dan Peralatan Registrasi Disita

Toko Ponsel Diduga Sindikat “Mama Minta Pulsa”

PEMILIK konter ponsel J Cell yang juga menjual SIM card…

Rabu, 10 Maret 2021 11:06

Satpam Tambang Dibunuh Teman, Pelaku Menyesal dan Menyerahkan Diri

Diduga lantaran masalah sepele, nyawa Sugiyanto (29) melayang. Ironisnya lagi,…

Jumat, 26 Februari 2021 11:57

Pemuda 21 Tahun Tewas, Rekonstruksi dari THM Hingga TKP

Meski keluarga Andika Prasetya, warga Kecamatan Palaran, menolak dilakukan autopsi…

Jumat, 26 Februari 2021 11:46

Tertipu Aplikasi, 4 Warga Rugi Rp 22 Juta

 Berharap untung justru buntung. Inilah yang dialani empat warga yang…

Senin, 22 Februari 2021 11:08

Gara-gara Akun Palsu Facebook, 2 Wanita di Samarinda "Jambak-jambakan"

 Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Pelita mendapat laporan…

Senin, 22 Februari 2021 10:23

Pantau Petugas Rumah Bandar Narkoba Dipasangi CCTV, Tiga Ibu Muda Dibekuk

Satresnarkoba Polresta Samarinda mengungkap sebanyak 5 laporan kasus peredaran narkoba…

Minggu, 21 Februari 2021 10:03

Ditindak, Pengedar Baru Muncul

SAMARINDA–Kasus peredaran narkotika terus terjadi dan seakan tidak ada habisnya.…

Senin, 01 Februari 2021 09:38

Modus Kredit Fiktif, Rugikan Perusahaan Rp 1,3 Miliar

RH (32) kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Amanah yang diberikan tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers