MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 01 Agustus 2018 22:22
Usulkan Abdoel Moeis Hassan

Tokoh Revolusi Kaltim, Pergantian Nama Jembatan Mahulu

GANTI NAMA. Jembatan Mahulu diusulkan ganti nama. Dari sejumlah usulan, nama Abdoel Moeis Hasan dianggap paling pas disematkan di jembatan yang pertama kali digunakan sejak 2009 silam.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mengganti nama Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu) direspons Lembaga Studi Sejarah Lokal Komunitas Samarinda Bahari (Lasaloka-KSB). Mereka ingin agar nama jembatan tersebut diberi nama Abdoel Moeis Hassan. Ia adalah tokoh Samarinda dalam perjuangan dan revolusi di Kaltim.

Koordinator Lasaloka-KSB, Muhammad Sarip menjelaskan, Abdoel Moeis Hassan adalah putra Samarinda yang memimpin perjuangan politik, hingga merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Jejaknya dalam sejarah perjuangan kaum repobliken dan kontra federalis pada masa revolusi fisik 1549-1950. Dia juga sebagai pendiri partai lokal Ikatan Nasional Indonesia (INI) cabang Samarinda dan Ketua Koalisi Organisasi Front Nasional (KOFN) yang konsisten menentang kolonialisme Belanda.

Abdul Moeis Hassan juga tak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangannya. Hal ini teruji dengan tawaran menjadi delegasi Federasi Kaltim dalam Bandung Federale Conferetie (BFC) yakni konfrensi Federal Bandung, konfrensi negara-negara bonek van mook yang ditolak secara tegas. Ia memilih jalan nonkooperatif atau tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Dari hal ini, Moeis Hasan terlihat memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi.

“Dengan demikian kami anggap beliau sosok yang tepat jadi nama Jembatan pengganti Mahulu,” ungkapnya, kemarin (31/7).  
Sarip menjelaskan, pihaknya sengaja mengusulkan kepada pemkot dalam hal nama tokoh yang tepat dan layak untuk penamaan bangunan monumental tersebut. Sebab, berdasarkan pengkajian sejarah dan penyelenggaraan seminar yang dilakukan mengenai peran sentral tokoh Samarinda dalam perjuangan dan revolusi di Kaltim. Pada 2 Juni 2018 lalu, pihaknya juga mengajukan nama Abdoel Moeis Hassan sebagai nominasi utama dan diusulkan sebagai pahlawan nasional.

“Bahkan kami sendiri dari Lasaloka-KSB telah mendeklarasikan usulan calon Pahlawan Nasional Abdoel Moeis Hassan dari Kaltim pada 23 Juli 2018 lalu,” terangnya. Dirinya menegaskan upaya pengusulan nama jembatan tersebut serta gelar Pahlawan Nasional murni gerakan sosial-intelektual, bukan gerakan politik, komersial, primordial, dan feodalistis. Pihaknya tidak dipesan dan dibayar oleh keluarga almarhum Abdoel Moeis Hassan.

“Kami juga terbebas dari kepentingan partai dan tokoh politik manapun. Kegiatan kami murni demi penghormatan dan penghargaan terhadap pejuang dan pahlawan lokal,” terangnya. Moeis Hassan, kata Sarip kadang terlupakan karena masyarakat banyak yang menyangka sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah di Samarinda Seberang. Padahal I.A Moeis bukanlah Abdoel Moeis Hassan. “Mereka orang yang berbeda,” imbuhnya. 

Nama tokoh partai politik lokal era Reformasi yang menyandang nama Moeis (seperti Emir Moes dan Ananda Emira Moeis), bukanlah keturunan dari Abdoel Moeis Hassan. Keturunan Abdoel Moeis Hassan tidak ada yang menjadi politikus. “Harapan kami, ini adalah embrio dari jalan panjang Kaltim memiliki Pahlawan Nasional yang selama ini gagal diperjuangkan Pemda karena kurangnya bukti dan sumber sejarah,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Samarinda, Ismansyah, menyarankan penggantian nama Jembatan Mahulu untuk menghindari persamaan nama dengan nama kabupaten baru di Kaltim, yakni Mahulu (Mahakam Ulu). Kadishub mengusulkan namanya diambil dari pejuang pejuang atau pahlawan Kaltim, khususnya Samarinda.

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 22:46

Seimbangkan Cash Flow, Gunakan SCF

SUPPLY Chain Financing (SCF) merupakan suatu skema pembiayaan oleh bank…

Kamis, 17 Oktober 2019 22:45

Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Kapal

DOSEN dan mahasiswa Jurusan Kemaritiman Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) melakukan…

Kamis, 17 Oktober 2019 22:44

Polres Gelar Istigasah

JELANG pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019, Polres…

Kamis, 17 Oktober 2019 22:43

Cegah Perkembangan Stunting

DALAM rangka sosialisasi media pengasuhan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK)…

Kamis, 17 Oktober 2019 22:42

Pasar Pick-up di Kalimantan Naik Pesat

POTENSI pasar pick-up di Kalimantan saat ini cukup besar seiring…

Rabu, 16 Oktober 2019 22:19

Dongkrak Nilai Tambah Benih Padi Bersertifikasi

SEBAGAI upaya untuk mendongkrak nilai tambah benih padi bersertifikasi, Dinas…

Rabu, 16 Oktober 2019 22:18

Syaharie Jaang Raih Natamukti Award

SETELAH belum lama ini menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha, kembali…

Rabu, 16 Oktober 2019 22:17

Komisi I Kunjungi Disdukcapil dan DPMPTSP

SETELAH dilantik, Komisi I DPRD Samarinda melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi…

Rabu, 16 Oktober 2019 00:10

ASN yang Pungli Itu Bisa Bebas, Pelapor Mau Damai

Tak selamanya perkara pungutan liar (Pungli) berakhir di meja hijau,…

Rabu, 16 Oktober 2019 00:07

NGGA NYANGKA..!! Penunggak Terbanyak PDAM Samarinda Banyak di Perumahan Elit

SAMARINDA KOTA. Sudah menjadi tugas Perumda Tirta Kencana untuk menertibkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*