MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

GAYA

Minggu, 15 Juli 2018 00:56
“Menghidupkan” yang Mati

Berawal dari hobi, kini menjadi mata pencaharian yang menjanjikan. Hobinya fotografi. Juga mengumpulkan mainan. Memiliki puluhan koleksi mainan mulai dari tokoh fiksi marvel, anime, tokoh-tokoh fiksi Jepang dan Amerika. Setiap koleksi punya karakter. Bagaimana Ayatollah Ramadhanie  memadukan kedua hobinya itu menjadi karya yang berkelas?

Ayatollah Ramadhanie punya hobi foto yang berbeda. Pria kelahiran Surabaya 2 Agustus 1979 ini doyan foto mainan action figure. Hobi ini bermula saat dirinya menjadi desainer di salah Hotel di Samarinda, 2016 lalu.

Ketika itu ia sering mengambil gambar saat ada menu hotel baru atau view-view baru. Sejak itu pula dirinya mulai doyan foto-foto. Hobi uniknya itu, awalnya hanya koleksi. Tapi lama kelamaan, ia merasa bosan jika puluhan mainan itu hanya dipajang di kamar.
Mulailah ia memotret. Awal potret, hanya di kamar. Namun kini beralih hingga ke outdoor atau luar ruangan mencari view baru. Ia bahkan mencari latar sesuai film aslinya.

“Kalau kita nonton film aslinya. Kadang kepikiran. Gimana kalau potret seperti film aslinya,” ucap Ayat sapaan akrabnya, Sabtu (14/7).  Sejak itu koleksi mainan sudah mulai dibawah keluar kamar dan mencari latar disesuaikan dengan film aslinya. Namun memotret bukan urusan mudah. Agar hasil potretnya terlihat bagus, ia harus tampil berbeda. Ayat mengadopsi gaya foto bercerita atau hidup. “Biar menarik kita bikin seakan hidup,” tuturnya.

Puluhan koleksi mainan milik Ayat mulai dari tokoh fiksi marvel, anime, tokoh-tokoh fiksi Jepang dan Amerika. Setiap koleksinya punya karakter atau ciri khas masing-masing. Saat memotret Ayat selalu menyesuaikan dengan mencari latar dari tokoh fiksi itu. Ada yang berlatar gedung, langit hingga alam terbuka.

Bersama komunitasnya, kadang Ayat bertukaran koleksi untuk memotret. Ayat tak memiliki peralatan yang mahal untuk mendapatkan hasil maksimal. Sebagaian temannya di komunitas bahkan menggunakan kamera smartphone. “Tapi lagi-lagi pemilihan angle harus tetap kalau mau dapat foto bagus,” kata Ayat.

Ayat menceritakan beberapa temannya di luar Samarinda bahkan mendapat permintaan dari perusahaan animasi ini karena hasil jepretan bagus. “Tapi itu biasanya anak-anak di Jakarta. Kalau kami disini belum ada,” jelas Ayat.

Di Samarinda, Ayat dkk kadang diundang ke acara tertentu seperti Astra, Honda dan lainnya. Paling sering undang ketika ada pameran, kata Ayat, Sogo. Di sana semua hasil karya komunitasnya dipajang meraihkan acara tersebut.

Mereka juga sering ikut lomba jika ada gelaran kompetisi. Ayat bahkan pernah menyabet juara II saat hasil karyanya menang lomba. Saat ini, semua hasil potretannya belum dikomersilkan. Namun kedepan, dia dkk berencana akan mengkomersilkan hasil karya mereka lewat poster, cetak baju, kalender, majalah atau buku.


BACA JUGA

Senin, 05 Juli 2021 10:17

Visi Misi Foya-Foya ala Tessa Morena

”Visi foya, misi foya. Visi misi foya-foya. Don’t play play…

Selasa, 01 Juni 2021 12:48

Mantan Mertua Saksi Pernikahan Ifan Seventeen

Dua tahun lebih menduda, Ifan Seventeen melepas status itu pada…

Kamis, 30 Januari 2020 10:40

Hobi yang Berbuah Juara

SALAH satu siswa SMP Negeri 1 Samarinda yang mengharumkan nama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers