MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 08 November 2017 15:58
ASTAGFIRULLAH..!! Santri Ini Sodomi Santri Lainnya

7 Korban, Dilakukan di Ponpes

MF saat berada di kantor polisi.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dibalik tubuhnya yang tambun, remaja 17 tahun berinisial MF ternyata memiliki kelainan seksual. Ia suka sesama jenis alias homoseksual.

Namun ironisnya remaja yang merupakan salah seorang santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) ternama di Samarinda itu, menyalurkan hasrat birahinya itu kepada santri lainnya.
Tercatat 7 santri yang merupakan adik tingkat MF menjadi sasaran pemuas nafsu. Mereka disodomi MF di kamar asrama santri dalam kurun waktu berbeda-beda.

Kasus sodomi itupun akhirnya terbongkar setelah seorang korbannya -sebut saja Boy- bercerita ke orangtuanya. Bahkan enam korban lainnya sempat kabur dari Ponpes dan menolak kembali karena trauma disodomi MF. Perbuatan sodomi yang terakhir kali dilakukan, Minggu (29/10) lalu itupun akhirnya dilaporkan orangtua Boy ke Polsekta Sungai Kunjang, Jumat (3/11) lalu.

Sebelum dilaporkan sempat terjadi ketegangan di Ponpes. Keluarga Boy tak terima dengan perbuatan MF, yang telah merusak masa depan remaja 16 tahun itu.

Beruntung polisi datang lebih cepat sehingga MF dapat diamankan dari amukkan massa yang lebih besar. Tak ada iming-iming maupun paksaan ketika MF "mengeksekusi" korban-korbannya. Sebagai ketua kamar, MF hanya memanggil korbannya yang merupakan adik tingkatnya untuk masuk ke kamar.

"Saya cuma bilang kalau kamu enggak mau juga tidak apa-apa," kata MF dengan wajah tertunduk malu. MF sudah mengenyam pendidikan di ponpes itu sejak SMP. namun perbuatan sodomi itu ia baru lakukan sejak Oktober 2017 lalu.

"Ada 7 adek tingkat yang saya begitukan (Sodomi, Red). Semua tanpa paksaan," akunya. Perbuatan itu sendiri tentunya dilakukan MF ketika situasi kamar sepi, dan ada kelonggaran ketika proses belajar mengajar. "Saya lakukan kalau lagi nafsu saja," ujarnya.

Kapolsekta Sungai Kunjang, Kompol Apri Fajar Hermanto, melalui Wakapolsekta, AKP Dherrie Alim membeberkan, awal mulanya MF mengajak korbannya masuk ke kamar yang kemudian diminta untuk melakukan oral seks.

"Kemudian korban dicabuli (sodomi, Red). Dan itu dilakukan pelaku (MF, Red) pada tujuh santri yang mana satu di antarannya sudah membuat laporan resmi," terangnya.

Polisi masih terus mengembangkan kasus sodomi itu dengan menelusuri korban lainnya yang juga merupakan santri di Ponpes tersebut.

"Masih dilakukan pengembangan. Pelaku juga masih terus diperiksa untuk memastikan korban-korban lainnya," tandasnya.
Ditemui terpisah, pengurus Ponpes, berinisial KI menuturkan, pada dasarnya pengawasan yang dilakukan pendidik sudah maksimal.
"Untuk santri diajarkan dan ditanamkan akhlak yang baik sehingga tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang diluar dari agama," tutur KI.

Selain itu guna mencegah perbuatan-perbuatan tercela itu, celah untuk melakukan tindakan di luar dari yang diajarkan nyaris tak ada.
"Karena kegiatan santri menjelang subuh hingga malam hari sebelum tidur, disibukkan dengan belajar sesuai kurikulum yang ada," ujar KI.

Namun KI menyadari gempuran teknologi terutama media sosial (Medsos) sangat cepat mempengaruhi pikiran anak-anak saat ini.
"Sehingga anak-anak mudah terpengaruh. Meski di lingkungan Ponpes dilarang, namun tidak tahu ketika mereka berada di luar," tandasnya.(oke/kis/beb)  
     



BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:00

Tragedi Gunung Manggah, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SUNGAI DAMA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri mengunjungi…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:02

Tragedi Gunung Manggah Bukan Pertama Kali, Uji Kir Kendaraan Dipertanyakan

SAMARINDA. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan empat orang pengendara…

Jumat, 31 Januari 2020 14:24

Rem Blong, Truk Pasir Hantam Motor dan Pejalan Kaki, 4 Orang Tewas

SUNGAI DAMA. Diduga akibat rem blong, truk muatan pasir menabrak…

Jumat, 31 Januari 2020 14:22

Usulan Warga, Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

RAPAK DALAM. Kecamatan Loa Janan Ilir, telah selesai menggelar rapat…

Jumat, 31 Januari 2020 14:21

JANGAN MAIN-MAIN..!! Siswa Ketahuan Ngerokok Vaping, Langsung Dikeluarkan..!!

SAMARINDA KOTA. Bisnis vaping atau rokok elektrik di Samarinda kemungkinan…

Kamis, 30 Januari 2020 23:00

Tangan Ngga Bisa Diam..!! Baru Dipasang, Alat Lampu Hias Sudah Dirusak

KARANG ASAM. Keberadaan lampu hias yang dipasang di pohon yang…

Kamis, 30 Januari 2020 22:32

Pekerja Tambang Menghilang

TENGGARONG. Sejak Selasa (21/1) dini hari, Supakat (44), warga Desa…

Rabu, 29 Januari 2020 10:33

Rusuh di Rumah Kos, Penghuni Ditimpas, Bayi Tertimpa Lemari

TANI AMAN. Bentrokan berdarah terjadi di Jalan Tani Subur, Gang…

Rabu, 29 Januari 2020 10:31

Minta Maaf Tapi Dicuekin, Pacar "Disikat" Pakai Ikat Pinggang

GUNUNG KELUA. Gang Tikus di Jalan Mulawarman, sempat tenar karena…

Rabu, 29 Januari 2020 10:29

"Kalau Interpelasi Sebatas Ancaman, Ya Preman Kampung Juga Bisa"

SAMARINDA. Usulan menggunakan hak interpelasi kembali mencuat pasca banjir awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers