MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Sabtu, 15 Juli 2017 11:21
Pemkot Mengaku Tidak Tahu

Soal Pembebasan Lahan Jembatan Kembar

MASALAH LAHAN. Pembangunan jalan pendekat Jembatan Kembar segmen Samarinda Seberang terkendala masalah lahan. Ini yang mengakibatkan progresnya sempat terhenti

PROKAL.CO, SAMARINDA. Persoalan lahan Jembatan Mahkota IV atau Jembatan Kembar ternyata belum sepenuhnya tuntas. Pemkot Samarinda mengklaim hanya membebaskan bagian sisi pendekat Samarinda Kota saja. Adapun sisi Samarinda Seberang, pemkot justru mengaku tidak tahu.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanahan, Samsul Qomari. Lahan akses pendekat di segmen Samarinda Kota yang sudah dibebaskan adalah taman yang bersampingan eks Kantor Patwal di Jalan Slamet Riyadi. Terkait sisi Samarinda Seberang yang belum dibebaskan karena berada di atas lahan Kompi B, ia mengaku tidak tahu. “Cuma yang di sisi kota saja, yang di seberang termasuk di Kodim itu belum ada koordinasi dengan kami,” ujarnya kemarin.
Samsul bahkan mengaku tidak tahu kalau pemprov berencana memberikan anggaran sekitar Rp 20 miliar untuk pembebasan lahan tersebut. “Itu juga saya tidak tahu, karena untuk yang itu belum ada koordinasi dengan kami,” tambahnya.
Pemkot pun mengaku tidak ingin dituding sebagai penghambat pembangunan karena urusan pembebasan lahan yang belum kelir. Persoalannya sekarang, ia mengaku belum ada komunikasi lanjutan terkait hal itu. “Sejauh ini belum ada koordinasi lanjutan dengan kami,” tegas Samsul.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, M Taufik Fauzi membenarkan hal itu. Dijelaskannya, di sisi Samarinda Seberang kontraktor yang bekerja di Kompi B tidak bisa melakukan pekerjaannya. “Karena alasannya harus mendapat izin dari Pangdam. Sementara Pangdam berharap appraisal lagi di dekat jembatan,” katanya beberapa waktu lalu. Persoalan appraisal belum tuntas lantaran terjadi perubahan harga untuk tahun ini.
Menanggapi hal itu, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak hanya bisa menghela napas. Jika mengikuti kemauan Pangdam harus lakukan appraisal ulang, pemprov katanya tidak ada uang. Ia menegaskan tanah di bangunan Kompi adalah milik pemda.
“Saya minta sisakan sebagian saja digunakan untuk bangun jalan. Kalau pakai appraisal lagi, duitnya dari mana,” tegasnya.
Ia pu berinisiatif mengonsultasikan hal ini ke Dirjen Keuangan untuk dimintai pendapat. Apakah pemprov bile ganti rugi atau tidak. “Kita tunggu petunjuk negara dulu Pak Taufik. Kalau dipaksakan mau bayar, duitnya tegaga (tidak ada, Red),” ujar Awang bercanda. (cyn/aya)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 02:02

RUU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah Tak Berpihak ke Kaltim

SAMARINDA. Rancangan Undang Undang (RUU) Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD) mendekati babak akhir.…

Selasa, 19 September 2017 02:02

DPRD Minta Duduk Bersama

SAMARINDA. Rencana penanganan banjir di Kota Tepian yang menitik beratkan kepada perawatan drainase…

Selasa, 19 September 2017 02:01

DAK Terancam Tak Cair

SAMARINDA. Tak ingin mendapat sanksi dari pusat, pemkot terus mengejar serapan Dana Alokasi Khusus (DAK)…

Selasa, 19 September 2017 02:01

Wanita Perlu Wadah Kembangkan Bakat

Tingkat perceraian di Kota Tepian tahun lalu menembus angka 2.259 perkara. Hal ini tentu jadi persoalan…

Senin, 18 September 2017 00:13

Empat Perda Bakal Disahkan

SAMARINDA. DPRD Samarinda terus mengejar penyelesaian produk Peraturan Daerah (Perda). Ada sekitar 4…

Senin, 18 September 2017 00:12

1.336 Peserta CPNS Tereleminasi

SAMARINDA. Berdasarkan hasil verifikasi berkas dan pengukuran tinggi badan yang dilakukan panitia rekrutmen…

Senin, 18 September 2017 00:10

Atasi Banjir Tak Melulu Soal Uang

Penanganan banjir yang dilakukan Pemkot Samarinda kembali mendapat sorotan. Karena besarnya biaya yang…

Minggu, 17 September 2017 22:01

Pariwisata Stabil, PAD Anjlok

SAMARINDA. Secara umum beberapa tahun belakangan, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tepian selalu terjun…

Minggu, 17 September 2017 21:58

CUKUP APA..? Anggaran Banjir Cuma Rp 5 Miliar

SAMARINDA. Banjir masih jadi masalah serius Kota Tepian, upaya penanganan banjir pun terus dilakukan…

Minggu, 17 September 2017 21:37

Partisipasi Politik Wanita Minim

SAMARINDA. Harus diakui keterlibatan perempuan dalam urusan politik di Samarinda masih jauh dari quota,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .